Dinginnya malam membuat Bin menggesek-gesekkan tangannya supaya hangat.
Angin yang kencang membuat mereka berdua lebih memilih untuk ngobrol di anak tangga monas.
Duduk berdua dan berjarak hanya 30 cm."Kurang dari seminggu lagi gua bakal tinggalin tanah air" kata Bin sambil memandang langit
"Puitis banget lu, mau keluar negeri? Atau....mati?" Gi mencoba menghibu Bin
"Gua mau liburan aja.terlalu banyak masalah yg bikin gue gak semangat hidup" Bin bernada pasrah
"Terus gua gimana?" Gi ngeliat wajah Bin agak serius
"What?" Bin bertanya tanpa ngerti maksut Gi sebenernya
"Maksut gua, siapa yang bakal tolongin gua kalau ada si Jeko lagi?" Gi mengalihkan perhatian
"Itu urusanmu! Lagian ya gua dateng sebagai ketertiban sekolah.puas lo?" Cetus Bin dengan sewot
**********************************************************************
"Bin...."
"Ehm??"
"Laper?"
"Sedikit"
"Lama2 sebukit"
"Heleh"
"Ayo cari makan, sini gua bantu berdiri"
Gi memberikan tangannya untuk Bin
"PLEK"
Bin menerima tangan Gi dan berdiri
♡
♡
♡
Sesekali mereka berdua menjumpai sepasang kekasih yang sedang bermanja-manja.
Pertanyaan muncul dipikiran Bin.
Sambil berjalan Bin bertanya pada Gi
●
"Lo pernah pacaran? Atau sekarang lo udah punya...."
"Pernah dan nggak, soalnya gua lagi waiting.seberapa lama gua gak peduli.gua bakal tetep nunggu dia"
"Siapa dia???" Bin kepo banget tuh
"Perempuan. Perempuan sederhana, baik, tapi ada sisi yang gak gua temuin di mantan2 gue. Dia tulus" Gi bercerita dengan mata yang menjelaskan kalau dia punya harapan besar
"Dia udah punya pacar?"
"Belum. Mana ada yang mau sama dia? Diluar dia keliatan agak kasar. Dia punya sahabat yg dari sd gak pernah dia upgrade"
"Terus kenapa lo gak tembak aja"
"Gue pinginnya terus kayak gini, soalnya mana mungkin saling menyakiti kalau kayak gini"
"Maksut lo?"
Gi lalu menggandeng dan menggenggam tangan Bin
"Gue pingin selamanya kayak gini" ujar Gi
●
●●
●●
●*gue gak tau masut Gi sebenernya, kenapa dia gandeng gue?
Gak papa deh, gue hari ini cukup bahagia. Walaupun lo bahagianya sama cewek itu.gua gak akan pernah lupain moment gue dan lo ini.moment 16 Desember
Thankyou Gi....
Love you....
●
●●
●●
●"TIN! TIN!"
Suara klackson mobil Gi terdengar keras. Sayangnya tidak ada yang membukakan garasi, sepertinya semua orang dirumah sudah tidur.
Bin turun dari mobil dan masuk ke rumah dengan hati-hati.berkat dokter gila itu tadi setidaknya rasa sakit di kakinya sedikit hilang.
Bin memasuki kamar, duduk dikasur, lalu menge-check pukul berapa sekarang.
Tepat jam 22.34.
Setelah itu Gi masuk...
"Main tinggal aja, ini obat lo"
"Besok nggak usah masuk sekolah dulu, kalau ada apa2 siapa yang mau nolongin lo? Besok gua balikkin lo ke kandang. Ponsel lo ada dilemari, gua sembunyiin biar lo gak maenin ponsel.
Tidur yang nyenyak dan bangun keadaan sehat soalnya yang suka sama lo entar khawatir kalau lo sakit lagi""IYE..IYE..MAZZZZ" Bin jawab dengan mencorin mulutnya
Gi pun mulai beranjak pergi dari kamar Bin, dilain sisi Bin seneng banget. Bahkan rasa sakit di kaki, di mulut, di kepala gak ada yang terasa.
Bin juga senyum2 gaje gitu. Bin ambil bantal dan membenamkan kepalanya dalam bantal. Lalu tangannya meraba-raba lampu meja and........
"CEKLEK"
This day is....
~end~
-------------------
Gak selamanya pacaran itu indah
Pacaran bisa buat kita saling menyakiti
Namanya hubungan gak cuman temen, sahabat, sama pacar doang
But, ada satu lagi hubungan no name
Yesss, hubungan kisah cinta lo
Gak perlu di ucapin sih....
Tapi ada satu kunci
Dan itu....
♥
~Tulus~
♥
Jumpa di chap berikutnya^^
Jangan lupa vote♡♡♡

KAMU SEDANG MEMBACA
When Your Answer Come?
أدب المراهقينTidak ada yang dapat saya lakukan Selain memandangimu dari jauh Dengan sebuah harapan yang masih aku ragui Tidak ada yang seperti dirimu Bahkan kembaranmu sekalipun(jika kau punya saudara kembar) Aku menunggu dan terus menunggu Bereskan keringatku J...