02

1.5K 112 6
                                    

EHEEEMM!!

Belum sempat Dira menyelesaikan kata-katanya, ada yg menyela pembicaraan dia (mereka).

Keduanya pun noleh ke arah belakang mereka. Lalu....

"Ada yg ngomongin gue nih ceritanya? Seru banget kayanya ya?"

"Heh anak baru, lo tuh kaya jelangkung ya, datang tak di undang."

"Lho? Kenapa emang? Kan gue pengen kenalan sama temen lo ini."

"Gausah bacot. Pergi dari sini. Sekarang"

"Hai, gue Dave Michael Giano" ucap Dave tanpa menghiraukan perkataan Hazel.

"E--gu--gue Andira Claudya, lo bisa panggil gue Dira." ucap Dira gugup sambil cengengesan.

"Okay, Dira. Gue pengen nanya deh sama lo, Dir."

"Apa?" tanya Dira.

"Kok lo bisa betah si temenan sama singa ini?"

"Maksud lo siapa?"

Dave menunjuk Hazel dengan dagunya, yg membuat Hazel menengok sambil menatap tajam Dave.

"Dia sahabat gue kali, Dave. Dia baik, asalkan lo tau. Covernya doang dia mah kaya gitu, aslinya engga."

"Ah masa? Orang tadi di kelas dia ma--"

BRAK!!!

"BACOT LO ANJING! LO GATAU SIAPA GUE TAPI UDAH SOK SOK AN  TAU GUE TUH KAYA GIMANA! PERGI LO SEKARANG DARI MEJA GUE!" bentak Hazel ke Dave.

Hazel sebenernya emang udah lama menahan emosinya karena omongan Dave. Karena setiap orang punya batas kesabaran, dan kesabaran Hazel sudah mencapai puncaknya.

Kantin pun jadi hening karena suara Hazel yg menggelegar di seluruh pejuru kantin ini.

"Whoa. Calm down, Zel. Gue kan cuma menceritakan lo pas di kelas tadi. Apa salahnya sih?"

Nih anak kurang ajar banget, sumpah ucap Hazel dalam hati.

Muka Hazel saat ini sudah memerah menahan emosi (marah).

Hazel pun melihat jus jeruk miliknya, lalu mengambilnya, dan menyiram jus itu ke wajah Dave.

Meja mereka sudah di kerumuni siswa siswi CHS, menurut mereka, ini adalah kejadian yg harus di abadikan. Karena, jarang sekali Hazel seperti ini.

Dave yg di siram oleh air jeruk milik Haze, hanya menutup mata sebentar, lalu menatap manik mata Hazel dengan dalam.

"Gue baru ngomong kaya gitu aja, lo udah ngamuk kaya gini, Zel. Ck." ucap Dave sambil tersenyum sinis.

"Pergi lo dari hadapan gue. Sekarang" ucap Hazel dengan nada datar dan dingin.

Matanya pun berubah menjadi Dark Coklat, Hazel memang seperti itu kalau sedang marah/emosi.

Dave pun maju selangkah ke hadapan Hazel, lalu memeluk Hazel dengan erat.

Hazel yg di peluk pun sontak membulatkan matanya. Tubuhnya menegang. Jantungnya tiba-tiba saja berdetak dengan lebih cepat dari biasanya. Lidahnya kelu, tak bisa mengucapkan satu kata pun. Padahal dia ingin sekali mencaci maki cowo di hadapannya ini yg sudah memeluknya secara sembarang.

"Gue kangen sama lo, Aurin." bisik Dave.

Deg!

Hanya satu orang yg memanggilnya dengan nama seperti itu.

Ga. Ga mungkin. Ini ga mungkin dia. Bukan. Ini bukan dia. Dia udah tenang di sana. GA MUNGKIN ucap Hazel sambil teriak dalam hati.

Mata Hazel sudah memerah, dalam sekali kedip, maka Hazel sudah siap menumpahkan air matanya.

Hazel mendorong Dave dengan kuat lalu berteriak...

"GA MUNGKIN! LO GA MUNGKIN DIA! LO GA USAH SOK JADI DIA, DAVE!" teriak Hazel dengan histeris.

Harry--saudara kembar Hazel-- yg baru datang pun panik dan langsung memeluk Hazel yg sudah terduduk di lantai kantin.

"Hazel, hey! Calm down, baby. Lo jangan kaya gini terus. Sadar Zel!" ucap Harry menenangkan Hazel.

Hazel yg berada di pelukan Harry, terus terusan meronta sambil berteriak histeris.

Kepalanya sudah sangat pusing. Tubuhnya lemas dan bergetar dengan hebat. Matanya mulai berkunang-kunang, lalu semuaya gelap.

Harry yg merasakan bahwa adik kembarnya pingsan, dengan gegas langsung membawa Hazel ke rumah sakit milik keluarga Stephan's.

Dave hanya diam melihat itu semua.

Dia merutuki dirinya sendiri. Menyesal telah mengatakan itu kepada Hazel.

Hatinya sakit melihat Hazel seperti itu.

Gue bego! Bodoh! Tolol! Kenapa gue ngomong kaya tadi di depan Aurin!?!? AAARRRGGGHHH!!!!! Maafin aku, Aurin. Maaf telah membuat mu menangis, lagi. Maaf. Bisik Dave di dalam hatinya.

*******

Cerita gua absurd Gajelas sebenernya. Tapi tengah malem gini, otak lagi lancar buat mikir wkwk.

Buat kalian yg membaca, tolong tinggalkan jejak kalian dengan vote dan commentnya.

Gua tau cerita gue jelek. Banget malahan. Tapi tolong hargain karya orang lain ya:))

Thanks,

Salam Jomblo.

You ((HIATUS SEMENTARA!))Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang