Dermaga tua di ujung selat
Terhempas pada setiap waktu
Setiap jeda; bernapas pasrah
Terpencilnya memangkas rasa
Setiap detuman ombaknya;buasDermaga tua di ujung selat saksi bisu kekalahan,
Terhempasnya angan bayang tentangmu,
Mengalun bagai buaian ombak dan bayu,
Rasa ini bagai tepian dermaga menanti labuhmu,
Walau angan sebesar samudra namun nyata sirna,Pada puan yang menghias malam terpantul pada sajadah samudra,
Tak tersentuh akan selain terpaan bayu dan riak ombaknya,
Alunannya bagai sihir memuja tepian pantai serta selat tersembunyi,Dikala kutatap nanar matamu maka kudapati; aku,
Tapi ketiadak pastian itu mengubah arah anginku,
Kita semakin jauh dari jangkauan;rengkuh,
Dan biarkan saja rindu tertambat pada dermaga tua di ujung selat,Ruang sunyi,21:33 19'16
Liz

KAMU SEDANG MEMBACA
Aksara Di Ruang Sunyi
RandomKata-kata yang menggantung di benakku sekedar menuang dalam tulisan sesederhana mungkin Maaf tak memuaskan karna hanya sekedar menulis sesederhana kubisa. Ruang sunyi, Liz