Jika rapalan dedoa adalah asing bagi ragamu,
Lalu apa yang hendak kau cipta selain mimpi semu,
Empat belas tahun lamanya doa-doa terpanjat lalu,
Namun kesiaan yang ada padamu terlihat kini,Lihatlah garis umurmu di air wajah mulai tergurat lelah ,
Usiamu tak lagi muda seperti dahulu kala,
Adakah sedikit kasih sayang pada alam atau kematian,Dunia ini hanya sementara; tiada kekal
Semua beringsut menjadi tulang belulang
Tahun menjadi debu dan semu; sia bila hanya diamMula-mula daun waktu berguguran
Di terpa angin timur bertebaran ke barat
Sehembus ia menamai kematian; lini
Tertinggal jejak tiada henti berjalan sedetikpun
;hanya segelintir orang memahamiRuang sunyi ,280615

KAMU SEDANG MEMBACA
Aksara Di Ruang Sunyi
RastgeleKata-kata yang menggantung di benakku sekedar menuang dalam tulisan sesederhana mungkin Maaf tak memuaskan karna hanya sekedar menulis sesederhana kubisa. Ruang sunyi, Liz