Sinar matahari masuk ke kamar yang tertutup gorden putih dengan pola berwarna emas yang sangat menawan tersebut. Sang pemilik kamar merasa terganggu oleh sinar tersebut dan terbangun dari tidurnya, Alynn berjalan ke kamar mandinya yang terdapat di dalam kamar tidur miliknya. Setelah selesai mencuci mukanya dan menggosok gigi, Alynn keluar dari kamarnya dan menuruni tangga ke arah dapur karena mencium bau masakan
"Putri tidur baru bangun nih" goda Revan yang sedang memasak pancake
"Biarin tapi putri kan cantik"
Revan memutar bola matanya "Iya aja deh"
Alynn terkekeh "Lo masak apa?"
"Pancake!" Revan berteriak girang seperti anak kecil lalu tersenyum bangga
Alynn melongo "Hah? Lo bisa masak? Gak dikasih racun tikus kan?"
"Iya dong siapa dulu! Dan gue gak ngasih racun tikus" Revan menunjuk dirinya sendiri masih tersenyum bangga
"Hebat juga sepupu gue, calon suami idaman" gumam Alynn, tetapi Revan mendengarnya
"Hah? Lo bilang apa tadi?" tanya Revan untuk memastikan dia tidak salah dengar
Alynn gelagapan "Eh enggak kok" 'Shit gue kira Revan gak denger' batin Alynn
"Gue perasaan denger ada yang bilang kalo gue calon suami idaman deh"
Pipi Alynn memerah, Alynn memalingkan mukanya "Gak tuh gak denger apa apa, perasaan lo doang kali"
Revan terkekeh dia menepuk kepala Alynn pelan dan mencubit pipi Alynn. Mulutnya bergerak ke telinga Alynn "Aku emang suami idaman, kalau kamu mau nikah denganku" bisik Revan menggoda
Alynn bergidik ngeri menjauhkan wajahnya kemudian menatap Revan horror
Revan mengambil pancake yang dia buat lalu menaruhnya di meja makan "Makan dulu sini"
Alynn mengangguk lalu duduk dan segera menyantap makanannya. Mereka memakan makanannya dengan hening
"Lynn mau ke mall gak? Nonton horror yuk" ajak Revan
"Boleh" Alynn mengangguk
"Siip dandan yang cantik yaa"
"Gue kan emang selalu cantik"
Revan memutar bola matanya "Iya aja deh"
Selesai makan Alynn pergi ke kamarnya untuk ganti baju (pict diatas). Setelah ganti baju Alynn mengikat rambutnya ke atas dengan pita hitam sehingga menampilkan leher jenjangnya yang putih mulus tersebut. Alynn mengoleskan bedak tipis ke mukanya, lalu dia mengoleskan lipgloss cherry ke bibir merah mudanya. Alynn melihat tampilannya di cermin, lalu dia turun ke bawah. Alynn melihat Revan telah siap dan duduk di sofa. Revan memakai kemeja merah kotak-kotak yang di gulung sampai siku dan semua kencingnya dibuka, didalam kemeja dia memakai kaos hitam polos.
"Yuk berangkat" ajak Alynn
"Oke my princess" Revan menepuk kepala Alynn pelan
Mereka berjalan ke mobil Lamborghini hitam milik Revan di garasi. Dan mobil tersebut berjalan meninggalkan rumah (atau mansion atau apalah, authornya juga gak ngerti tuh bangunan segede istana malah dibilang rumah... Ini gaje jadi skip aja -_-). Keluar dari komplek perumahan elit dan menuju ke mall.
******
Sesampainya di mall banyak mata yang tertuju kepada Alynn dan Revan dengan tatapan memuja, iri, dan terpesona (ini sama aja sama memuja -_-). Revan yang menyadari itu merangkul Alynn posesif dan menatap tajam,karena banyak laki-laki yang melihat Alynn seperti ingin menelannya hidup-hidup.
KAMU SEDANG MEMBACA
FROID
Novela JuvenilStephalynn Claudya Hazelle Murid terjenius, tercantik, dan terdingin di SMA Revlington bertemu dengan sahabat masa lalunya dan terlibat dalam cinta segitiga dengan sahabatnya yang lain Apa yang akan kamu lakukan jika kamu diperebutkan oleh dua saha...
