Chapter 3

9.1K 673 15
                                        

Sontak Ari membulatkan matanya.

"Lo kenal Azka?" Tanya Ari.

"Kenal. Dia itu orang yang gue suka." Ucap (namakamu) frontal.

"Lo gak boleh suka sama dia." Larang Ari.

(Namakamu) bingung akan ucapan Ari. Bagaimana bisa Ari melarang (namakamu) untuk menyukai Azka.

"Lah kenapa?" Tanya (namakamu) heran.

"Karena dia gak baik buat lo. lo gak tau apapun tentang dia. Lo baru kenal kan sama dia?" Ucap Ari.

"Gue emang baru kenal. Gue nyaman dideket dia. Dan gue suka dideket dia." Ucap (namakamu).

"Lo gaktau siapa dia. Lo gak tau apapun tentang dia. Gue gak mau lo sakit hati." Ucap Ari.

Terlihat sorot kekhawatiran dari matanya. Ari benar benar Khawatir jika kejadian dulu terulang lagi. Dimana saat dia terlibat cinta segitiga bersama Azka. Dan itu menyebabkan Rasyifa pergi meninggalkan indonesia.

"Haha ri, sellaw aja kali. Gak mungkin lah gue sakit hati." Ucap (namakamu) santai.

"Gak ada yang gak mungkin." Ucap Ari seraya berjalan pergi meninggalkan (namakamu).

"Ck, gue ditinggal. Cowok aneh." Gumam (namakamu) lalu mulai melangkah menuju kelas.

Diperjalanan (namakamu) di hadiahi tatapan sinis orang orang sekitar itu.

"Eh kalian tau gak, di sekolah kita kan kedatengan murid baru yang mendarah daging jadi pho." Ucap salah satu murid yang sedang rumpi.

(Namakamu) penasaran. Akhirnya dia menghentikan langkahnya.

'Anak baru? Apa ada anak baru selain gue?' Batin (namakamu).

"Iya denger denger sih dari jerman, serem gitu pas tau nama papahnya ternyata pemilik perusahaan company terbesar di jerman." Ucap murid itu lagi.

'Itu perusahaan bokap gue. Mereka ngomongin gue?' Batin (namakamu lagi)

"Tadi gue liat dia jalan sama Ari loh." Ucap wanita yang baru bergabung yang bisa dipastiin kalo dia juga merupakan biang rumpi.

'Bodoamatlah terserah dia mau ngomong apa. Whatever gak ngurus.' Batin (namakamu).

(Namakamu) kembali melanjutkan jalannya menuju kelas. Tanpa memperdulikan tatapan sinis orang orang.

**

"Hufft." Tarikan nafas (namakamu) yang lumayan kasarpun sontak membuat Hilda menoleh.

"Lo kenapa (nam)? Sakit?" Tanya Hilda.

"Oh haha gak kenapa napa kok da, cuma pusing aja." Ucap (namakamu).

"Pusing kenapa?" Tanya Hilda.

N.P//Pelajaran kali ini gurunya tidak dapat hadir alhasil cuma dikasih tugas merangkum.

"Gue mau nanya sama lo." Ucap (namakamu) dengan wajah serius.

"Haha kalem aja atuh, nanya apa?" Tanya Hilda.

"Lo kenal Azka?" Tanya (namakamu).

"Azka? Kenapa lo nanyain tentang dia. Lo suka sama dia." Ucap Hilda dengan senyum menggoda.

"Ih apaan sih daa, gaklucu haha." Ucap (namakamu).

"Gue kenal Azka, dia itu orangnya ramah bin pede. Tapi itu dulu sebelum Rasyifa pergi ninggalin dia." Ucap Hilda.

"Rasyifa? Siapa?" Tanya (namakamu).

"Rasyifa itu sahabat karib gue. Temen sebangku dari smp. Tapi ya setelah ada masalah Rasyifa lebih milih ninggalin Indonesia dan gue. Dia bilang dia mau cari kehidupan baru yang pasti bikin bahagia." Jelas Hilda panjang lebar.

CINTA SEGITIGA// ariirhamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang