chapter 1

13K 719 6
                                        

Kringg...kringg...kring

Jam weker menggema diseluruh ruangan. Mencoba membangunkan gadis cantik yang tengah tertidur manis.

"Hoaam." uapnya "jam berapa sih?" ucapnya seraya menengok ke samping.

"Ohh jam 06.30." ucapnya masih dengan mata yang sedikit tertutup. "Hah? Jam setengah tujuh. Mamiiii (namakamu) telat." ucapnya seraya lari terbirit birit ke kamar mandi.

Ya nama gadis itu adalah (namakamu)Anastasya. Dia anak semata wayang dari keluarga zeryl. Dia keturunan jerman dan indo.

Kini gadis itu telah siap dengan seragam barunya. Rambut panjangnya dia biarkan tergerai dengan sedikit curly dibawahnya. Dia mengenakan Cardigan ping senada dengan sepatunya.

"Gue cantik. Gue siap." ucapnya di depan cermin.

Dengan tidak sabar (namakamu) menuruni anak tangga.

"Pagi sayang." sapa seseorang paruh baya yang diketahui itu adalah Mami (namakamu).

"Pagi. Mam aku gak sempet sarapan dirumah. Aku buru buru aku telat mam. Mami sih gak bangunin aku." ucap (namakamu) seraya mencium pipi kanan dan pipi kiri mami nya lalu berlalu keluar.

"Hati hati." teriak Maminya.

***

(Namakamu) pov's

Aduh gerbang udah ditutup, gimana gue bisa masuk.

Gue nengok ke kanan dan ke kiri. Berniat nyari jalan masuk. Pandangan gue terhenti pada tembok yang lumayan pendek.

"Apa gue manjat aja ya." gumam gue.

"Manjat aja lah ya." lanjut gue seraya berlari kearah tembok tadi.

Gue udah ngambil ancang-ancang buat manjat tapi ribet nih kalo pake tas.
Gue lempar tas gue ke dalem kawasan. Dan mulai manjat.

"Bodo amat deh tas kotor juga." ucap gue sambil memanjat.

Karena keasikan manjat gue ampe lupa kalo ini udah nyampe atas. Mendadak gue takut buat turun.

Gue liat dibawah ada anak cowok pake seragam samaan sama gue tapi bedanya dia pake celana. Di tangannya ada tas yang tadi gue lempar. Waitt tas yang gue lempar berarti itu tas gue. Dia nangkep tas gue. Dia nyelametin tas gue.

Dia berdiri sambil ngeliatin gue. Gue senyum bodoh.

"Bantu gue ya." Pinta gue.

Dia tersenyum miring sambil ngelemparin tas gue keatas. Gue tangkep tas gue dan mulai lompat ke samping kirinya. Dia malah jalan ke arah kiri. Dan itu semua bikin gue sama dia jatuh.

Oh my ghost gue ada di atas badan dia. Sejenak mata kita saling tatap. Beberapa saat dia dorong badan gue terus berdiri.

"Apa-apaan sih lo." Bentaknya.

Gue ikut berdiri seraya make tas gue.

"Maaf, nama gue (namakamu)." ucap gue.

"Gue gak nanya nama lo. Udah sana lo pergi. Bawa sial." ucap nya seraya berlalu dari hadapan gue.

"Ehh cowok kupret, gue gak pernah bawa sial. Idup lo aja yang sial." teriak gue.

Dia langsung noleh dengan wajah datar.

"Apa tadi lo bilang?" ucapnya datar.

"Ehh anu enggak." ucap gue sambil menunduk.

Dia hanya berdehem terus kembali ngelanjutin jalannya. Saat gue tau dia udah jauh. Gue terus maki dia.

CINTA SEGITIGA// ariirhamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang