11 februari 2016.
16.19
-Red Cafe-
¤¤
"Jadi kita fix ya pilih konsep usulannya Lea?" Tanya Luke memastikan sekali lagi sebagai ketua kelompok.
Ah Lea sangat tersanjung Luke lebih memilih konsep yang Lea ajukan.
"Gue sih terserah kalian aja." Jawab Arzaylea. Entah kenapa dia dari awal mereka dateng ke cafe ini, Arzay lebih banyak diam.
"Oke. Jadi kita pake konsepnya Lea. Minggu depan kita mulai lukis ok?" Ucap Luke lagi. Lea dan Arzay hanya mengangguk.
"Eh gue ke toilet bentar ya?" Lea bangun dari duduknya. Menatap Luke dan Arzay meminta izin ke toilet.
Setelah 7 menit Lea di toilet, Lea kembali dengan senyum merekah. Bukan lega karena boker atau apa, tapi karena memikirkan sikap Luke yang sekarang jauh berbeda dengan dulu pertama kali mereka kenal. Ah, indahnya.
Namun saat Lea mendekat meja tempat mereka berkumpul tadi, langkahnya terhenti begitu saja saat matanya menangkap Luke tengah memaikan tangan Arzay dan seperti sedang menjelaskan sesuatu.
Mereka ngapain?
Dengan hati nggak karuan akhirnya Lea mendekat, namun bertingkah seolah gaada apa-apa.
"Sorry ya gue ketoiletnya lama." Lea langsung duduk di hadapan kedua manusia yang tadi sempat terperanjat kaget.
"Tau nih lo lama banget sampe kita bosen." Ujar Arzaylea tersenyum aneh.
"Untung tadi kita main ABC lima dasar haha." Tambah Luke sambil ketawa.
Oh mereka main Abc lima dasar? Gue udah mikir yang engga-engga aja. Mana mungkin Arzaylea nikung gue? Haha. Lea tertawa dalam hati.
"Guys. Gue pulang duluan gapapakan? Soalnya didepan supir gue udah nunggu." Ujar Arzaylea tiba-tiba. Ah Arzay ngerti banget gue pengen berduaan sama Luke, batin Lea menyeringai.
"Tapi..." Lea dan Arzay spontan menoleh kearah Luke yang menggantung kalimatnya.
"Engga deng gajadi." Ujar Luke. Arzay memutar bola matanya kesal.
"Yaudah gue cabut ya? Dan lo, Luke. Jangan lupa anterin Lea pulang!" Setelah itu Arzay pulang. Menyisakan Luke dan Lea berdua saja.
Sempat hening beberapa saat setelah mereka selesai membahas tugas art. Bingung mau ngomongin apalagi. Sampai akhirnya Luke membuka obrolan.
"Lo gamau pesen makanan lagi?" Tanya Luke basa-basi.
"Engga usah. Gue kenyang kok hehe." Lea salting.
"Yaudah."
Kembli hening dua menit lamanya.
"Mau pulang sekarang aja apa gimana? Gue anterin." Ujar Luke santai. Namun membuat Lea sesak napas. Luke mau nganter beneran?????
"L-lo mau nganterin gue b-beneran?"
"Iyalah Le. Udah sore juga lagian." Luke tersenyum. MATI GUE ANJING! Lea berteriak dalam hati.
¤¤¤
Sori ya cerita gue goblok gini
KAMU SEDANG MEMBACA
pacarable | luke ✔
FanfictionKapan ya luke jadi pacar gue? - Eleanor Josephine T © 2016 by bbintangkecil
