Songfiction-3
•Ku Tunggu Kau Putus by Sheryl Sheinafia ft Ariel Noah•
Abis baca ini jangan BAPER:p wkwk
***
Kita teman dekat
Sudah saling percaya
Cerita tentang kamu
Sudah menjadi makananku
Aku baru saja menyelesaikan tugas Matematika yang tadi di berikan oleh guru di sekolah, ketika sebuah suara ganduh terdengar dari luar, aku pun mengentikan kegiatanku sambil mendesah kesal.
"Apa lagi sih maunya." Geramku.
Aku menghempaskan pensil yang mulanya berada dalam genggaman tanganku ke meja belajar. Membuat mata pensil menjadi patah. Menghentakkan kaki kesal, dengan malas aku menyibak gorden.
Yang pertama kali aku lihat adalah wajah polos sok tidak bersalah darinya, serta sebuah cengiran khas yang sungguh menyebalkan. Melihat ke belakangnya sebuah tangga terhubungan di antara balkon kamar kami. Perasaan khawatir hingap di hatiku, menatapnya dengan cemas.
Cari mati memang ini anak!, ucapku dalam hati.
Tapi begitu mengingat apa yang telah ia lakuakan tadi sore padaku, membuat rasa kesal serta marah kembali hinggap padaku, menggeser perasaan khawatir yang sempat hadir tadi.
Ku tatap ia dengan kesal dari balik kaca jendela balkon kamar lantai duaku. "Ngapain lo datang kesini malam-malam begini?" Aku melipat kedua tangan di depan dada.
"Rai, kita perlu bicara." pintanya dengan wajah penuh sesal.
"Mau bicarain apa lagi sih?"
Ia menatapku seakan tidak percaya dengan intonasi yang ku berikan. Tanpa niat menjawab kebingungannya aku terus memasang wajah ditekuk.
"Rai, gue tadi ada keperluan mendadak. Jadi, gue nggak bisa jemput lo." jelasnya.
Aku hanya menanggapainya dengan ber-oh cuek. Ia memandangku dengan penuh penyeselaan serta rasa bersalah yang kentara sekali terlihat. Ia terus memohon padaku, agar di bukakan pintu kaca yang menghalangi kami. Supaya kami bica berbicara dan memperbaiki hubungan kami. Tapi tetap saja aku tetap kukuh untuk tidak menurutinya.
"Rai, please... " Mohonnya entah untuk yang keberapa kali.
Melihatnya yang seperti itu, membuat hatiku tersentuh. Bagaimanapun juga aku sungguh tidak bisa membencinya dengan semua alasan. Walaupun terkadang hati ini terluka.
Pada akhirnya aku menggeser pintu balkon dan membiarkannya untuk masuk ke kamarku. Begitu terbuka, aku melihat ia mendesah nafas lega sambil berjalan masuk ke dalam. Tetap ku berikan ia wajah penuh kesal.
Aku mengekornya dari belakang. Begitu ia duduk di atas tempat tidurku, aku mengikutinya juga dengan duduk di sampingnya. "Sekarang lo jelasin semuanya." tuntutku.
"Rai... tadi itu tiba-tiba aja Viona telefon gue. Dia minta gue antar dia ke tempat les tari balet dia. Jadi*"
Sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya aku sudah memotongnya duluan, "Oh jadi sekarang gue udah di nomor duakan yaa."
"Rai... bukan gitu." Ia tampak bingung saat ingin menjelaskannya. Tangannya mengusap-usap leher dengan gugup, hal itu sering ia lakukan saat sedang bingung seperti saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SONGFICTION
Cerita PendekSongfiction hanya berisi kumpulan cerita pendek berdasarkan lirik lagu.
