"Aku melarangmu, karena aku men.."
Brak!
Ucapan Sehun terputus, tiba-tiba pintu terbuka. Bagaimana bisa terbuka padahal Ia sudah menguncinya.
"Aa..Mianhamnida sajangnim! Aku kira pintu ini macet makanya aku dobrak! Si..silahkan dilanjutkan sajangnim"
Brak! Pintu ditutup kembali oleh orang yang salah satu karyawan Sehun juga.
"Ya! Baekhyun! Bagaimana mungkin Ia bisa membukanya!" Gumam Sehun. Sehun teringat kalau Nami masih terisak didadanya.
"Ya! Mianhamnida Nami-ssi! Aku tau aku salah, Uljima" Sehun melepaskan pelukanya, menatap Nami kemudian menghapus air mata Nami lembut.
"Hiks.. Gwaencanha sajangnim.. Aku yang salah!"
"Aniya.. Aku yang salah, aku melarangmu karena aku.. Ah sudahlah lupakan! Hapus air matamu kemudian kembali bekerja"
---
Suasana ruang kerja sangat ribut sekembalinya Baekhyun dari atap tadi. Baekhyun membawa gosip ke karyawan-karyawan yang lain.
"Yeoreobun.. Aku melihat sekertaris Nami dan Sehun sajangnim berpelukan diatap! Bukankah itu terlihat seperti orang yang berpacaran.." Ucap Baekhyun, semua karyawan mengalihkan pandangan mereka pada Baekhyun dengan tatapan penasaran.
"Jinja Baekhyun-ah? Kau yakin?" Tanya Kyungsoo salah satu karyawan bermata belo.
"Aku yakin Kyungsoo!" Balas Baekhyun
"Apa benar mereka pacaran? Kenapa kita semua dilarang?" Suho karyawan dibagian administrasi angkat bicara.
"Sudahlah! Belum tentu mereka pacaran, mungkin sesuatu terjadi pada Nami sehingga Sehun sajangnim harus memeluknya!" Yonghoon mencoba menenangkan para karyawan.
"Cih! Apa mungkin orang yang tidak mempunyai hubungan berpelukan?" Jaein menimpali.
"Sehun sajangnim sudah berlaku tidak adil pada kita? Bagaimana mungkin Ia melanggar peraturan yang Ia buat sendiri!" Ucap Kyungsoo.
"Kau benar! Kita harus protes!" Baekhyun lagi-lagi mengompori para karyawan.
"Benar!" Balas yang lain.
Tiba-tiba Sehun masuk bersama Nami. Hening! Tidak ada yang berani berbicara. Semua pura-pura sibuk dengan pekerjaan mereka. Melihat karyawanya cukup tenang Sehun langsung masuk keruanganya. Begitupun Nami Ia segera menuju mejanya.
"Kau memiliki hubungan dengan Sehun sajangnim Nami-ya?" Baekhyun langsung menghampiri Nami begitupun karyawan lain kecuali Yonghoon. Suasana ruangan kembali gaduh dan Baekhyun-lah yang memulai.
"Aniyo!" Jawab Nami singkat. Nami bingung melihat semua karyawan mengerubunginya.
"Kau jangan berbohong Nami, Baekhyun melihatmu berpelukan dengan Sehun sajangnim!" Jelas Suho dan disambut anggukan karyawan yang lain.
"Tadi aku menangis dan Sehun sajangnim menenangkanku! Hanya itu!" Jawab Nami.
"Mana mungkin kalian pasti memiliki hubungan spesial! Mengakulah Nami!" Tuding Kyungsoo.
"Apa yang kalian lakukan? Kembali bekerja!" Ucap Sehun mendadak keluar dari ruanganya. Alhasil semua karyawan bergegas kembali kemeja masing-masing dan melanjutkan pekerjaan mereka. Yonghoon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat rekan-rekanya yang aneh.
"Direktur menyebalkan!" Gumam Jaein.
"Coba ulangi kata-katamu Jaein-ssi" Ucap Sehun dengan tatapan dinginya. Itu berhasil membuat Jaein menunduk dan mengomel dalam hati.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rain [kai]
Fanfic"Jongin-ssi?" Nami menyapa Kai terlebih dahulu. Kai mendongakkan kepalanya melihat Nami sudah ada disampingnya sekarang. "Nami, kita bertemu lagi. Kau tidak usah memanggilku seperti itu, panggil saja aku Kai" Kai melontarkan senyumnya yang lembut it...