Kai tampak memperhatikan langit sebelum menjawab tawaran Nami.
"Sebaiknya lain kali saja, aku harus pergi. Gerimis sudah reda, Annyeong" Kai tersenyum dan kemudian berbalik meninggalkan Nami.
Nami membalas senyuman Kai dan ikut berbalik memasuki apartemen. Baru beberapa langkah Nami menoleh untuk melihat Kai, namun sosok yang ia cari sudah tidak terlihat lagi."Cepat sekali dia menghilang" Gumam Nami sambil senyum-senyum sendiri.
Nami memencet tombol lift menuju lantai 16. Ia bersenandung kecil didalam lift, sampai pada akhirnya pintu lift terbuka. Secepat kilat Nami sudah berdiri dikamar no 125. Password Ia masukkan dan dengan hitungan detik pintu terbuka. Segera Ia masuk kekamarnya dan mengganti bajunya yang basah. Namun, Ia sadar ternyata jaket Kai masih melekat ditubuhnya.
"Omo~ aku lupa mengembalikanya! Dia pasti kedinginan! Aish! Eottokhe?" Gerutunya.
"Aku harus menemuinya! Tapi bagaimana caranya?" Nami tertunduk kebingungan, ia menghempaskan tubuhnya kekasur menghilangkan penat ditubuhnya hingga ia terlelap
***
Sinar matahari masuk dicelah-celah ventilasi apartemen Nami. Udara pagi yang menyejukan menghembus menerpa wajah Nami yang masih terlelap. Perlahan matanya terbuka karena paksaan dari cahaya matahari yang mengganggu tidurnya. Nami tampak menggeliatkan tubuhnya kemudian merentangkan tangan mencoba untuk melenturkan otot-otot tubuhnya. Ia bergegas mengambil handuk untuk bersiap-siap mandi dan kembali bergulat dengan pekerjaannya sebagai seorang sekertaris.
Sebelum Nami berangkat bekerja, tak lupa ia mengambil jaket Kai. Tidak ada yang tau jika waktu ingin mempertemukan mereka kembali.***
"Bisakah kau menemaniku menemui client Nami-ssi?" Tanya Sehun CEO perusahaan tempatnya bekerja. Nami menghela napas, banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan dan malam ini Ia harus lembur lagi. Nami memang karyawan yang sangat dipercaya Sehun dan bisa saja Ia mendapatkan gelar 'karyawan teladan'. Nami sangat rajin bekerja.
"Nami-ssi?" Tanya Sehun lagi
"Ah~ Ye sajangnim, jam berapa?"
"Jigeum, siapkan berkas-berkasnya!"
"Ye.." Nami segera bergegas masuk keruangan Sehun untuk menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Nami bergerak dengan gesit dan tidak butuh waktu lama Ia sudah menghampiri Sehun didalam mobil untuk berangkat ketempat yang dijanjikan client.
***
Mobil keluaran terbaru Jerman itu berhenti didepan sebuah Cafe. Nami dan Sehun keluar dari mobil tersebut dan segera masuk ke Cafe. Cafe dengan nuansa Italy sangat cocok untuk tempat bersantai. Banyak meja coklat dengan motif khas Italy disana. Dari sekian banyak meja mereka sudah memesan meja no 12. Client yang dimaksud Sehun sudah ada dimeja tersebut. Dia berwajah tampan, tinggi dan tampaknya masih muda.
"Annyeonghasimnika" Sehun memberi salam dan membungkukkan tubuhnya begitupun Nami, Ia mengikuti atasanya.
"Annyeong.. Silahkan duduk!" Ucap sang client berdiri dan ikut membungkukkan badan.
"Kau tampan sekali Sehun, aku tidak menyangka ini kau!" Serunya.
"Kau kenal denganku?" Sehun bingung dengan pertanyaan client-nya yang satu ini. Walaupun bingung Sehun tetap memasang wajah coolnya. Expresi orang ini jarang berubah dalam keadaan apapun.
"Ya! Kau lupa denganku Sehunnie?" Ucap client itu sambil memajukan tubuhnya sedikit hingga menghimpit meja.
"Kau? Park Chanyeol? Teman SD-ku? Ya! Yeollie kenapa kau tidak bilang dari tadi! Jeongmal boghosipo Yeollie!" Sehun bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Chanyeol begitupun Chanyeol.
"Kau ingin bekerja sama dengan perusahaanku Chanyeol?" Tanya Sehun.
"Tentu saja, kau tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi, aku sudah percaya padamu" Chanyeol memamerkan deretan giginya yang rapi.
"Tapi Tuan, setidaknya anda bisa membaca berkas-berkas ini dulu" Ucap Nami menyodorkan sebuah map kepada Chanyeol.
"Ah~ tidak perlu, aku hanya perlu tau namamu saat ini?" Chanyeol mengedipkan sebelah matanya pada Nami. Mata Nami mendelik melihat kelakuan Chanyeol. Bagaimana mungkin direktur perusahaan besar seperti Chanyeol bisa segenit ini pada wanita, seharusnya ia bisa menjaga 'imej-nya'.
"Yak! Chanyeol, hilangkan sifat genitmu itu! Aku tidak suka sekertarisku kau ganggu" Omel Sehun.
"Aku hanya bercanda Sehun-ah, ireumi mwoyeyo?" Tanya Chanyeol lagi.
"Park Na Mi imnida, bangapseumnida" Nami tersenyum pada Chanyeol.
"Baiklah Chanyeol, karena kita sudah sepakat, kami akan kembali kekantor, sering-sering mengunjungiku, awas kau!" Sehun menepuk pundak Chanyeol teman lamanya.
"Chankkaman, kau tidak mungkin pulang dengan hujan deras seperti itu!"
"Tapi kami memakai mobil Tuan!" Ucap Nami yang sedari tadi bungkam dihadapan dua orang yang lama terpisah dan akhirnya bertemu kembali dengan prantara urusan kerja. Ia benar-benar tidak tau harus berkata apa. Tidak seperti biasanya jika bertemu client lain, ia akan menjelaskan program-program dan semua tentang perusahaan mereka. Tapi ini, yasudahlah...
Chanyeol tersenyum "Dengan hujan selebat itu, kalian tidak akan bisa jelas melihat jalan, sebaiknya kita pesan makanan dan kau Sehunnie baru saja mengatakan kalau kau merindukanku, setidaknya kita bercerita dulu sebentar" Jelas Chanyeol panjang lebar dan akhirnya Sehun menyetujuinya.
Mereka memesan makanan khas italy. Chanyeol dan Sehun asik dengan cerita mereka sambil menikmati makanan cepat saji tersebut. Sedangkan Nami? Dia bosan sekali melihat kedua namja didepanya, Nami sama sekali tidak bisa menyela pembicaraan mereka berdua.
Nami mengedarkan pandanganya kepenjuru cafe sambil menyesap minumanya. Hampir saja Ia tersedak ketika matanya mendapati seseorang sedang duduk dimeja dekat kaca dipojok Cafe. Ya, dia Kim Jong In, orang yang Dia cari. Tanpa meminta izin dari atasanya Nami segera melangkah menuju meja Kai. Namun, baru beberapa langkah Nami mendengar namanya dipanggil."Nami-ssi! Kau mau kemana?" Tanya Sehun.
"Aku hanya ingin kesana sajangnim, permisi!" Nami kembali menuju meja Kai.
"Sst.. Sehun, sepertinya Nami sudah mempunyai seorang namja!" Bisik Chanyeol melihat gerak-gerik Nami menuju meja seorang laki-laki.
"Tidak mungkin, setahuku Nami tidak akan punya waktu untuk itu. Ia selalu sibuk dengan pekerjaannya dan aku sudah melarang karyawan-karyawanku berpacaran karena itu akan merusak konsentrasi mereka!" Nada bicara Sehun sedikit ketus menanggapi kata-kata Chanyeol.
"Santai kawan.. Kau cemburu huh?" Selidik Chanyeol.
"Yaa! Siapa yang cemburu! Sudahlah kita tidak usah membahas itu!" Sehun membuang muka. Chanyeol masih terus saja menggodanya
---
"Jongin-ssi?" Nami menyapa Kai terlebih dahulu. Kai mendongakkan kepalanya melihat Nami sudah ada disampingnya sekarang."Nami, kita bertemu lagi. Kau tidak usah memanggilku seperti itu, panggil saja aku Kai" Kai melontarkan senyumnya yang lembut itu
Deg!
.
.
.
.
.
.
VOTE & COMMENT JUSEYO~ ❤

KAMU SEDANG MEMBACA
Rain [kai]
Fanfiction"Jongin-ssi?" Nami menyapa Kai terlebih dahulu. Kai mendongakkan kepalanya melihat Nami sudah ada disampingnya sekarang. "Nami, kita bertemu lagi. Kau tidak usah memanggilku seperti itu, panggil saja aku Kai" Kai melontarkan senyumnya yang lembut it...