Mereka bilang jatuh cinta rasanya luar biasa. Mereka benar. Dunia seperti jauh lebih indah. Hidupku yang biasanya hanya berisikan warna hitam, putih, dan abu kini berubah menjadi berbagai macam warna setiap matamu terlintas dalam benakku. Yang tidak mereka beri tahu adalah tidak setiap cinta yang dinyatakan akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Tidak ada yang bilang dia begitu menarik. Tapi ia memikatku setengah mati. Matanya tenggelam di balik buku-buku usang kesukaannya, hidungnya bersembunyi di balik kelopak bunga lily, bibirnya bersembunyi di balik cangkir berisikan chamomile tea, telinganya bersembunyi di balik headset yang sedari tadi memutar lagu-lagu The Cardigans tanpa henti, dan sosoknya bersembunyi di balik rak-rak buku tua. Namun sekali tanpa sengaja aku melihat matanya yang tidak ditutupi oleh buku, sedang menari-nari membaca setiap judul buku yang tersedia di rak. Aku jatuh cinta.
Tidak ada yang bilang dia begitu menarik. Tetapi tidak sulit bagiku untuk jatuh hati padanya. Hidupnya seperti carnaval yang begitu berwarna-warni, cerita-ceritanya selalu menarik, khayalannya begitu hidup. Ia begitu hidup. Ia seperti seseorang dari planet lain. Setidaknya planet yang berbeda denganku.
Tidak sulit untuk jatuh hati padanya. Hanya perlu melihat matanya dalam-dalam, kemudian kamu akan terjatuh. Tetapi tidak dengan memilikinya. Ia membangun tembok-tembok tinggi dalam dirinya dengan pemikiran-pemikiran yang sempurna. Aku yakin tidak semua orang dapat menghancurkannya. Ia membangun gunung-gunung es yang besar dengan dingin hatinya, aku yakin tidak semua orang dapat melelehkannya. Tetapi aku tahu, hanya perlu setetes keyakinan, setetes canda yang melebur padanya untuk melelehkan gunung-gunung es tersebut. Dan hanya segenggam keteguhan serta pengetahuan untuk menghancurkan temboknya.
Dan orang itu bukan aku. Aku tahu itu. Tidak setiap cinta menghasilkan warna yang sempurna. Tidak setiap cinta meluluhkan.
---
KAMU SEDANG MEMBACA
Kertasburam (Rasa)
Short Story"Setiap orang memiliki rangkaian kata yang tak sempat terucap, terdiam dalam sudut hati. Karena rasa, hanya yang punya hati saja yang mengerti" Bukan cerita pendek, bukan sajak atau puisi, apalagi novel. Hanya sekumpulan tumpahan perasaan yang tak s...
