Author
Langit yang berselimut kegelapan menemani iringan langkah mereka. Roland menyeret Zeeva keluar kamar inap Aira. Mereka ada di pojok taman saling berhadapan.
"Ada apa?" Zeeva melipat tangan didadanya. Roland memelototinya.
"Kamu bilang ada apa?. Zee, seharian kamu tidak ada di apartement. Aku kalang kabut mencari kamu. Untung saja kemarin jadwal mu lagi kosong!" Omelnya. "Walaupun kamu bukan model yang terkenal di Indonesia setidaknya kamu jaga kelakuan"
Zeeva memang terkenal di Singapura daripada di negara kelahirannya. 7 tahun lalu ia meninggalkan Indonesia karna ia tidak di restui oleh orangtuanya menjadi model. Keluarganya telah mengusirnya secara tidak langsung. Setiap Zeeva berkunjung ke rumah, satpam selalu bilang tidak ada orang. Ia berpikir mungkin orangtuanya tidak mau melihatnya lagi ataupun mengakui dirinya sebagai anak. Baru 1 tahun lalu Zeeva kembali, seenak-enaknya di negara orang lebih baik di negara sendiri.
"Apa maksudmu menjaga kelakuan?!." Tanya Zeeva dengan nada marah. "Memangnya aku main gila, hah?!" Roland terdiam. "Aku juga tau apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin aku berbuat ulah yang akan mencemarkan nama baik ku atau agensi. Aku hanya menolong seseorang yang aku sayang, Roland. Kamu tau disini aku hanya seorang diri, keluarga ku tidak lagi mengakui diriku sebagai anak mereka lagi. Hanya kamu yang selalu menemaniku. Aku juga ingin dikelilingi orang yang menyayangiku dengan tulus. Bersama Aira, aku bisa melupakan kesepianku." Air mata Zeeva jatuh membasahi pipinya. Roland menatapnya nanar, ia mencoba mengerti. Ia yang menemani Zeeva selama ini tidak ada yang lain. Kadang ia merasakan jika selama ini Zeeva memang kesepian. Roland memberikan seulas senyuman tulus.
"Baiklah, jika itu mau mu. Lakukan apa yang membuatmu bahagia Zee. Aku mendukung mu tapi jangan melupakan pekerjaanmu ya" Roland tau betapa rindunya Zeeva kepada keluarganya. Kesepian tentu saja, walau Zeeva tidak pernah mengutarakan secara gamblang. Dilubuk hati Roland mengetahuinya. Zeeva menubruk tubuh Roland. Ia terisak dipelukan Roland.
"Terimakasih atas pengertian mu, Land. Aku sayang kamu, ku mohon jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku" Roland mengusap punggung Zeeva. Roland mengangguk, matanya memerah menahan untuk tidak menangis.
***
Mentari pagi seakan memberikan semangat bagi Zeeva. "Sudah siap pulang?" Zeeva sudah kembali ceria. Roland pergi untuk menyelesaikan tugasnya. Zeeva menghampiri Aira.
"Iya, tante" sahut Aira tak kalah ceria. Rizky menutup tas Aira. Aira masih duduk di ranjang dipeluknya Aira gemas.
Didalam mobil Aira berceloteh tanpa henti. Kemarin saja bicara pun tidak mau kalau di tanya Rizky baru dijawabnya. Tapi sekarang setelah bertemu Zeeva rona bahagianya telah kembali. Rizky yang sedang menyetir tersenyum tipis. Zeeva memaksa mengantar mereka dengan mobilnya.
"Kita makan dulu ya, aku lapar. Aira juga kan?" Aira menunjukan gigi kelincinya pertanda setuju. Mereka makan siang di salah satu Restoran yang terkenal dengan ayam gorengnya.
Restoran yang bernuansa bambu terdapat kolam ikan. Pemandangannya pun indah banyak pepohonan ditambah semilirnya angin. Mereka memilih meja yang dekat kolam ikan. Mereka memesan ayam goreng kremes, ayam goreng sambal ijo dan ayam goreng rica-rica. Setelah menunggu pesanan mereka sudah tiba tanpa ragu lagi mereka menyantapnya. Aira minta di suapi Zeeva dengan senang hati ia menurutinya.
Makanan di atas meja sudah habis tak tersisa. Zeeva mempunyai nafsu makan yang besar tapi tidak akan merubah bentuk tubuhnya. Sebanyak apa pun yang ia makan, sudah bakatnya mungkin. Tidak salah ia menjadi model.
"Tante, kita kesana yuk. Aila pengen liat ayam yang di kandang itu" turunnya dari kursinya berlari menuju ayam tersebut.
"Aira, jangan lari sayang. Kebiasaan Aira selalu seperti ini." Keluh Zeeva seraya mengikuti Aira.
KAMU SEDANG MEMBACA
The LiFe (GOOGLE PLAY BOOK & DREAME/INNOVEL/MARIBACA)
RomantikaSUDAH DI HAPUS!! Hanya Tersedia di GOOGLE PLAY BOOK & DREAME/INNOVEL Sinopsis: Dalam hidupnya Rizky tidak menyangka akan ditinggal oleh Almeera untuk selama-lamanya. Dengan segala keterbatasannya Rizky membesarkan putrinya seorang diri sejak berus...
