Keesokan harinya . Daewa bangun lebih awal dari biasanya , biasanya yang bangun lebih pagi Luhan dan disusul Chen dan yang paling susah untuk dibangunkan Daewa . Tetapi , kini Daewa melihat Luhan yang tertidur dengan posisi duduk sambil memegang tangannya sedangkan Chen ia tidur disofa panjang , mungkin Luhan dan Chen sangat lelah sehingga mereka bangun kesiangan , untung saja Luhan dan Chen masuk kerja bagian siang hari senin ini . Sebelum turun dari ranjang tidurnya , Daewa pelan-pelan melepaskan genggaman tangan Luhan dengan pelan , karna takut mengganggunya tidur , kemudian menyelimuti tubuh Luhan . setelah itu , Daewa turun dari ranjangnya dan berjalan menuju Chen sambil membawa selimut tebal untuk ia selimutkan ketubuh Chen , lalu ia menyelimutkan kakanya itu . Setelah selesai dengan kegiatan itu , Daewa memutuskan untuk keluar dari kamar rawatnya untuk berjalan kearah taman rumah sakit seraya menyeret tiang infusnya ditangan kirinya.
" Nona , mau pergi kemana ? Seharusnya nona masih tidur , karna ini masih jam 06.00 pagi ", Tanya perawat jung sambil memperhatikan Daewa .
" Aku ingin berjalan-jalan ketaman rumah sakit , rasanya bosan sekali jika berada didalam kamar terus ", Jawab Daewa dengan mata menatap kekamar rawatnya sekilas dan kembali berbicara dengan perawat jung .
" Perawat jung , jika kaka ku menanyakan ku berada dimana , bilang saja padanya . Kalau aku sedang berada ditaman rumah sakit ya ? ", Sebelum pergi meninggalkan tempat itu , Daewa memberi pesan pada perawat untuk memberi tahu keberadaannya jika Luhan dan Chen terbangun nanti , karna ia tidak mau membuat kedua kakanya khawatir .
" Ne , hati-hati ", Akhirnya Perawat itu menuruti permintaan Daewa .
Kini Daewa sudah diluar dan sedang duduk ditaman rumah sakit dan benar saja diluar sangat dingin dan masih terlalu pagi bahkan ditaman rumah sakit masih sangat sepi hanya wali pasien yang berada disekitar taman rumah sakit itu , beruntung Daewa memakai baju pasien yang cukup tebal jadi cuaca diluar tidak terlalu menyentuh tubuhnya , Daewa menarik nafas , lalu menghembuskan nafasnya pelan. Daewa menatap sekelilingnya dengan senyum yang mengembang disudut bibirnya , rasanya sudah lama sekali ia tak melihat pemandangan pagi setelah sebulan ia koma dan akhirnya ia melihat kembali pemandangan pagi dikota seoul yang indah ini .
" Daewa-ya , kau sedang apa disini ? Seharusnya kau masih diruangan mu saat ini ! ",Tanya seorang pria yang kini sudah duduk disamping nya seraya menyelimuti tubuh Daewa dengan jas dokternya .
" Kris oppa , aku disini sedang mencari udara segar , dikamar membuat ku bosan dan merasa seperti dipenjara . Jadi , aku keluar ", Jawab Daewa sambil mempoutkan bibirnya dan kris pun mengangguk .
" Kemana oppa mu ? Biasanya kau selalu ditemani oleh salah satu oppa mu ? Kenapa sendirian ? ", Tanya Kris lagi sambil menatap Daewa dengan lembut.
" Kedua oppa ku , masih tertidur dan aku keluar sendirian dipagi hari ini ", Jawab Daewa sambil menatap kris .
" Lalu , kenapa kau tidak meminta pada perawat untuk menemani mu disini ? ", Tanya kris yang perhatian.
" Jika bersama perawat sama saja aku dibuat bosan , selalu diingatkan untuk makan bubur dan meminum obat , Kris oppa",Jawab Daewa sambil menghembuskan nafasnya kasar.
" Aku mengerti Daewa , setidaknya ada yang menemani mu disini , karna kalau kau sendirian . Nanti yang ada kedua kaka mu malah mengkhawatirkan mu ", Kris pun mengacak rambut Daewa dengan gemas . Saat ini kris merasa seperti punya adik sendiri , meski sebenarnya kris tidak punya adik . jadi, ia menganggap Daewa seperti adiknya sendiri ." Sekarang aku tidak sendirian , kan ada kris oppa yang menemani aku disini . Jadi aku tidak merasa bosan memandangi wajah kris oppa yang tampan ini", Daewa pun memandangi kris yang begitu perhatian padanya , kris hanya mengulum senyumnya .

KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother Is A Doctor
Fanfictionperhatian : Hai ini ff My Brother Is a Doctor , Tapi authornya sama yang kaya kemaren ko, baca ya? Xi Luhan,Xi Chen dan Xi Daewa , tiga bersaudara yang mempunyai sifat dan karakterisitik yang berbeda satu sama lain. Xi Luhan ( 23 tahun ), Putra...