"Sama-sama, oh jangan pergi dulu dek mas mau ngobrol sama kamu ..."
"Maaf tapi tidak ada yg perlu kita obrolkan ..."
"Jangan kyk gitu dong apa perlu mas panggil pake nama panjang dulu ?!"
"Terserah .... semerdeka mu mas"
"Yak !!! Kenapa kau seperti ini sih ... kau membuat ini lebih sulit untuk ku !!!!"
"Oi selaw dong mas ga usah ngegas"
"Mas gk ngegas !!!"
"Klo gitu tadi apa ?"
"Mas frustrasi aja sama kamu !"
"Ga usah teriak-teriak klo gitu, telinga ku jadi sakit gara-gara mas"
"Mas tuh ga teriak-teriak !!!"
"Et iya aj dah mas, nanti aku balik lagi klo mas udah lebih tenang ... dah~"
"Eh jangan kayak gitu dong"
"Lah yang mulai ini siapa? Mas kan"
"... iya sih .... tapi kan ..... au ah bodo amat dah dek"
"Kalau gitu aku pergi dulu nanti aku telat dah~"
Ugh dasar dia kerjaan nya ngajak rusuh aja dah ... tapi yang penting aku udah keluar dari tempat itu ...
Aku berjalan menjauh dari perpus itu dan mulai berjalan ke tempat pertemuan ku dengan aya-nee
'Umh itu seperti nya aya-nee ......... tapi aku terlalu malu buat memanggil nya ah ini memalu kan .......' guman hati ku
"Shizuko! Lama gak bertemu!"
'Gusti ku malu banget nama ku diteriakin gitu' untung mulut ku ga kebablasan kalau kebablasan bisa bahaya jadinya *muka memerah
"Ah iya nee-chan .... lama gak bertemu hehehe"
"Jadi hari ini kita mau kemana nih?"
"Gatau ..... kalau nee-chan mau kemana?"
"Kita ke cat cafe aja yuk! Aku tau kamu suka kucing"
"Ok yuk"
'ku kira nee-chan tidak mengingat' itu apa yang ingin ku katakan tapi ... aku ga berani buat mengatakannya
"Yuk mau cat cafe yang mana?"
"Yang terlihat menarik"
"Kalau gitu kita ke yang itu aja yuk"
Nee-chan mengatakan itu sambil menunjuk ke sebuah bangunan susah percaya bahwa dilantai 2 bangunan itu ada cat cafe, tapi karna itu menangkap pandangan ku, kita akan ke yang itu.
"Ya boleh nee-chan"
"Jadi sekarang kita pergi kesana yuk"
Matanya berbinar-binar pasti karna dia sedang senang karna aku menuruti keinginannya untuk pergi ke cat cafe yang itu
Dia menggenggam tangan ku sambil berjalan dengan riang ke tampat itu
"Yosh udah sampe"
Sampe sekarang aku masih tidak mengerti mengapa nee-chan bisa bersenyum seterang itu sedangkan aku ... aku mah sampah yang tak berhak untuk bersenyum pun ...... aku iri terhadap itu ....
"Kita masuk dulu yuk"
Dia masih bersenyum riang
"Yuk"
Tidak ada apapun selain itu yang bisa ku kata kan
Kita masuk ruangan tersebut yang dipenuhi kucing
"Wah kucing-kucingnya banyak banget"
"Kucing ini semua dapet dari mana ..."
Tanya ku
"Kita mengambil kucing-kucing yang sudah dibuang dijalanan dan memberi mereka rumah disini dan karena itu mereka juga dapat diadopsi oleh pelanggan-pelanggan yang datang"
Penjelasan nya sangat detail
"Wah keren banget, Shizu setelah kita sudah selesai mengobrol apakah kau ingin mengadopsi salah satu kucing yang ada disini?"
Aku agak kaget dengan pertanyaan itu tapi pada akhirnya aku menjawab ....
"Ya, mau ..."
"Kalau gitu ayo kita cepat selesaikan urusan kita dengan itu kau akan lebih cepat mendapatkan teman dirumah!"
"Ya sudah, yuk selesaikan ini"
............
*Note
Ok jadi ........ kurang bisa di jelaskan dengan kata-kata tapi ku putuskan untuk melanjutkan cerita ini tanpa persetujuan di chap sebelumnya karena ..... aku menyadarkan bahwa aku mulai menulis buku ini karena keinginanku sendiri tanpa keinginan mendapat vote banyak dalam cerita ini jadi ..... um tolong dimengerti situasi ini dan kalian yg sudah membaca cerita ini dari awal cerita ini dibuat TERIMA KASIH
Maap ya akhir chap ini aku jadi curhat hehehe 😅😅
Sekian saja yg ingin ku sampaikan terima kasih
Reika
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone
JugendliteraturAku hanya perlu diriku sendiri. Aku tidak memerlukan orang lain. Note: cerita ini mengandung romance.
