Hera mengoyangkan gelas tinggi berisi vodka di tangannya. Entah sudah berapa gelas yang dihabiskannya malam ini. Teman-temannya sudah turun ke lantai dansa. Tapi malam ini gadis itu memilih duduk di atas kursi bar dan mereguk minuman beralkohol itu sebanyak-banyaknya.
"Tambah lagi..." Katanya sambil menghentakan gelas itu di meja bar. Si bartender kembali mengisi gelas itu penuh, dan dengan cepat Hera langsung menegak minuman itu hingga dia sedikit tersendak.
"Hei, kau sudah minum banyak." Salah seorang pria yang sedari tadi memperhatikan Hera mendekatkan dirinya pada gadis itu. Hera memandang pria di sebelahnya ini dengan pandangan sinis.
"Apa pedulimu hah!" Teriaknya lalu mengangsurkan gelas itu pada bartender, meminta untuk diisi lagi.
"Bagaimana kalau kita bersenang-senang Nona." Bisik pria di sampingnya itu, pria itu memang sudah mengincar Hera sejak tiba di tempat ini. Dia bahkan menunggu sampai gadis itu mabuk sebelum melancarkan aksinya.
"Kau mau mengajakku ke lantai dansa? No... No... No... Sebaiknya kau...." Hera menunjuk dada pria itu dengan telunjuknya, "pergi dari hadapanku!" Bukannya pergi pria itu malah menangkap pergelangan tangan Hera dan membawa ke mulutnya. "Aku lebih suka kau menari diranjangku." Bisik pria itu lalu mengecup tangan Hera.
Hera yang mabuk dan hampir teler mengibaskan tangannya hingga kukunya melukai kulit pria itu.
"KAU!" Pria itu berang sambil mengusap pipinya yang lecet terkena kuku Hera.
"Sudah ku bilang pergi dari hadapanku brengsek! Kau mau mati hah!!!" Teriak Hera lalu dia bangkit dari tempat duduknya, agak terhuyung tapi masih bisa berjalan. Kalau pria itu tidak mau pergi lebih baik dia yang pergi.
"Hei jalang mau kemana kau!" Pria itu mencekal pergelangan tangan Hera.
"Kau panggil aku apa? Jalang!"
Plakkk
Kali ini Hera mengerahkan kekuatannya untuk menampar pria itu. Berani-beraninya dia mengatakan kalau seorang Hera Paula Rodez adalah seorang Jalang!
"Brengsek!" Maki pria itu. Detik berikutnya, pria itu sudah memanggul Hera di pundaknya. Hera meronta dan berteriak sekuat tenaga, tapi percuma suaranya kalah dengan suara musik, mereka yang mendengar teriakannya akan mengira kalau gadis itu sedang tertawa.
"Lepaskan aku brengsek!!!"
"Tidak sampai kau menerima bayaran atas perbuatanmu jalang!" kata pria itu lalu membawa Hera ke lantai dua, tempat dia biasa menghabiskan malam panas dengan wanita-wanitanya.
**********
Aiden menajamkan matanya untuk mencari targetnya. Malam ini dia di tugaskan untuk menangkap pelaku pencurian berlian. Tugasnya sebagai tentara bayaran selama bertahun-tahun membuat semua indranya merespon dengan sangat peka.
Pria pencuri itu saat ini sedang duduk sendirian, sepertinya pria itu sedang menunggu seseorang. Tapi Aiden tau pandangan mata pria itu terpaku pada seorang wanita yang sedang mabuk di kursi bar. Aiden memperhatikan pria itu yang sekarang berusaha mendekati wanita mabuk itu. Mereka berbincang, tapi sepertinya itu bukan berbincang hangat, melainkan adu mulut. Hingga Aiden melihat wanita itu melayangkan tamparan pada wajah si pencuri.
Aiden tersentak saat melihat wanita yang saat ini sedang dibopong oleh si pencuri adalah Hera, anak atasannya. Dengan langkah cepat Aiden ikut menaiki tangga ke lantai dua. Aiden berhenti di depan sebuah pintu tempat si pencuri membawa Hera. Aiden menyalakan alat komunikasinya lalu menghubungi rekannya yang berjaga di depan club.
"Aku menemukannya." Bisiknya. Lalu segera mendobrak pintu itu.
***********
Hera merasakan tubuhnya dilemparkan ke atas ranjang, kepalanya pusing sekali, apalagi saat jatuh ke ranjang, kepalanya tidak sengaja terbentur ke kepala ranjang yang keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Bodyguard (DIHAPUS UNTUK PROSES PENERBITAN)
RomanceSebagian part di private khusus followers Hera..... adalah nama Dewi Yunani yang merupakan Dewi Pernikahan yang digambarkan sebagai sosok yang cantik jelita. Begitupula dengan Hera Paula Rodez, gadis berusia 22 tahun yang cantik dan seksi. Hera la...
