Part - 4

85.9K 8.6K 141
                                        

       

Hera membantingkan tubuhnya ke atas ranjang. Beberapa menit lalu dia baru saja menyelesaikan kursus kepribadian. Sebenarnya dia ingin mengajukan penolakan kepada sang Ayah, tapi mengingat wajah seram Mr. Rodez membuat Hera bergidik.

Hera membuang nafasnya kasar. Jangan ditanya perasaannya saat ini karena dia benar-benar merasa seperti sedang berada di neraka. Dia harus selalu diikuti oleh robot kaku itu, belum lagi dia harus mengikuti semua kegiatan yang sudah terjadwal. Kegiatan yang menurutnya benar-benar membosankan.

"Hera kenapa kau malah berbaring, cepat ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhmu." Mrs. Vero datang menghampiri Hera yang masih berbaring dengan pakaian kerjanya.

"Ayolah Hera. Ayahmu akan ikut makan malam hari ini. Dia pasti tidak akan suka melihat kau yang absen di meja makannya." Hera bangkit dari tidurnya saat mendengar ucapan Nanny-nya ini. Saat ini yang dia butuhkan hanyalah tidur, tapi apa yang dibilang Nanny-nya itu benar, ayahnya pasti akan mengecek keadaannya di kamar jika dia tidak ikut makan malam, dan memaksanya untuk makan bersama.

"Apa si kaku itu akan ikut makan malam bersama kami?" tanyanya pada Mrs. Vero.

"Yah sepertinya begitu, tadi aku melihatnya sedang berbicara di telpon." Hera benar-benar kehilangan moodnya sekarang. Kenapa harus ada pria itu yang ikut makan bersama mereka. Padahal semula Hera ingin mengajukan kompromi dengan Ayahnya.

"Sudah cepatlah mandi, kau tidak mau kan kejadian tadi pagi terulang lagi?" Hera memberengut kesal saat Mrs. Vega mengingatkannya dengan insiden pemaksaan tadi pagi. Aiden!! Pria itu apa yang harus aku lakukan supaya dia bisa menjauh dariku!

*******

Hera menyantap makanan yang telah tersaji di depannya dengan tidak bernafsu. Dia melihat dari sudut  matanya, Aiden yang sedang menikmati menu makan malamnya. Pria itu makan dengan santai dan tidak ada tampang bersalah sedikitpun karena hari ini dia sudah menyiksa Hera.

"Bagaimana pelajaranmu, apa kau belajar dengan baik di perusahaan kita?" Tanya Mr. Rodez.

"Biasa saja."

"Apa kau bisa melakukan hal yang sudah diterangkan oleh Manager keuangan kita."

"Bisa." Hera hanya menjawab sepatah, dua patah untuk pertanyaan yang diajukan ayahnya. Sampai akhirnya sang ayah merasa capek sendiri untuk mengajukan pertanyaan pada putrinya ini.

"Sampai kapan robot kaku itu mengikuti Daddy?" Mr. Rodez memandang tajam pada putrinya lalu melirik Aiden. Pria itu diam sambil menyesap air minumnya.

"Sampai kau menjadi anak penurut putriku." Hera kesal dengan jawaban sang ayah. Gadis itu bangkit dan meninggalkan sisa makannya di atas meja makan. Apa tadi ayahnya bilang? Sepertinya ayahnya ini memang ingin mengekangnya.

********

Pagi ini Hera bangun lebih pagi, dia tidak mau insiden yang kemarin terulang lagi. Hera sudah bertekad untuk menuruti kemauan ayahnya, agar dia bisa terbebas dari bodyguard kakunya, yang setiap hari selalu mengekorinya kemanapun dia pergi.

Hera duduk di bangku penumpang dan menyumpalkan headset di telinganya. Dia juga membawa penutup mata yang dipakainya untuk tidur, dan memakai benda itu agar dia tidak perlu melihat wajah menyebalkan Aiden yang sedang menyetir.

Setiap melihat pria itu yang dibayangkannya hanyalah bagaimana caranya menikam pria itu. Tapi tentu saja itu hanya dalam mimpinya saja. Aiden itu pria tangguh, tidak mungkin Hera akan kuat melawannya.

Mereka menjalani perjalanan yang hening pagi ini, Hera bergegas turun saat sudah tiba di kantornya. Dia harus menjauhakan dirinya sejauh mungkin dari Aiden. Pria itu seperti kuman yang harus dijauhi.

The Bodyguard (DIHAPUS UNTUK PROSES PENERBITAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang