Part - 2

106K 9.6K 218
                                        

Hera duduk di meja makan sambil menekuk wajahnya. Oh bukan ini bukan sarapan pagi, ini sudah masuk jam makan siang, dan dia dipaksa untuk keluar dari kamarnya untuk makan bersama bodyguard kakunya itu. Hera melirik Aiden yang juga tengah menikmati makan siangnya,  yang saat ini tengah duduk selang dua kursi di depannya. Wajah pria itu sama seperti sebelum-sebelumnya, kaku, datar dan membosankan.

"Apa kau berencana benar-benar mengikuti kemanapun aku pergi?" Hera mengeraskan suaranya, berusaha mendapatkan perhatian dari pria kaku itu.

"Bukankah itu sudah jelas Nona." Hera mengeram mendengar jawaban pria di depannya ini.

"Hari ini aku ingin berjemur di pantai bersama teman-temanku! Kalau kau mau ikut, ganti pakaian membosankanmu itu!" Tukasnya lalu berdiri meninggalkan meja makan.

Hera berjalan kembali ke kamarnya, setidaknya saat ini hanya tempat itu yang tidak bisa dimasuki oleh Aiden. Kamar adalah tempat yang privasi, dan Hera tidak akan mengizinkan robot kaku itu mengacak teritorinya hingga kedasar-dasarnya. Bagaimanapun caranya dia harus membuat Aiden menyerah. Yang benar saja, dia harus selalu di temani pria kaku itu kemanapun dia pergi. Ayahnya benar-benar menjebloskannya ke neraka kali ini.

"Ada apa dengan wajahmu itu, Sayang?" Mrs. Vero mendekati anak asuhnya itu.

"Nanny, kali ini Daddy benar-benar kelewatan bagaimana bisa dia menempatkan robot kaku itu untuk menjagaku, bukannya menjagaku dia malah membuat umurku berkurang!"

"Ayahmu hanya ingin yang terbaik bagimu Hera, kejadian semalam menjadi pukulan berta baginya. Dan harusnya kau bersyukur Aiden yang menjagamu, kemampuannya tidak diragukan, dia juga setia sekali pada ayahmu dan dia juga tampan bukan?" Mrs. Vero menggoda Hera pada kalimat terakhirnya.

Tampan tapi kaku, apa bedanya dia dengan patung lilin yang dipajang di museum?

"Entahlah Nanny aku pusing dengan semua ini, aku butuh penyegaran." Hera melompat turun dari ranjangnya untuk mengganti pakaiannya. Hari ini dia akan menghabiskan waktu di Pantai Chirimena bersama dengan teman-temannya. Persetan dengan robot kaku itu yang akan terus mengikutinya.

**************

"Hello, sweety akhirnya kau datang juga, aku pikir kau masih tidur karena hangover." Salah satu teman Hera bersama Emma langsung memeluk Hera saat mereka sudah tiba di pantai chirimena.

"Oh ya aku memang sedikit pusing, tapi aku pikir berjemur sebentar tidak jadi masalah." Jawab Hera. Dari arah pantai teman-teman Hera yang sedang mengenakan bikini datang untuk menyambutnya.

"Oh kau datang juga, ayo ganti pakaianmu, kita harus bersenang-senang hari ini." Kata Eve dengan antusias.

"Oh sepertinya dietmu berhasil Jesy, kau terlihat seksi." Puji Hera pada Jessica, wanita itu begitu seksi dengan balutan bikini berwarna biru muda.

"Oh tentu saja, aku melakukan diet dan juga treadmill setiap hari. Dan yah ini hasilnya, cukup memuaskan." Mereka semua tertawa melihat Jessica yang memamerkan bentuk tubuhnya.

Hera membuka dress pantainya, membiarkan kulitnya langsung terkena sinar matahari, tubuhnya hanya di tutupi oleh bikini two piece berwarna putih. Hera memang dianugrahkan kecantikan yang luar biasa, seolah tidak ada cacat pada dirinya, wajah latinnya membuat banyak pria terpesona, apalagi bentuk tubuhnya yang ideal, tinggi badanya yang mencapai 175cm dengan berat badan yang pas, membuatnya seperti model-model catwalk.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Bodyguard (DIHAPUS UNTUK PROSES PENERBITAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang