Jasmine

697 70 5
                                    

Gadis itu melihat cerminan dirinya di kaca. Berbagai warna tercampur menghiasi wajahnya. Dia berusaha tersenyum tapi tidak bisa. Dia berusaha bersyukur karena bajunya selamat.

"Kau tidak apa, Baekhyun- ah ?"

Baekhyun menatap seseorang yang berdiri di belakangnya lewat cermin. Baekhyun membalikkan wajahnya dan membungkuk sebentar dan tersenyum tipis.

"Bersyukurlah kali ini bajumu selamat, benarkan?"

"Ne, Seongsaengnim"

Lee Seongsaengnim tersenyum lembut dan mengambil sesuatu dari tasnya. Ia tuangkan pembersih wajah itu ke kapas dan mengusap wajah Baekhyun. Lembut. Baekhyun hanya diam saja mendapat perlakuan dari gurunya. Guru ini selalu ada untuknya dan selalu membantunya. Setiap Baekhyun kesusahan, Lee Seongsaengnim akan ada disana membantunya.

"Kau harus melawan Baekhyun sayang," ucapnya lembut.

Ada kan pasti di sekitar kalian guru yang sangat perhatian dengan murid. Seperti Lee Seonsaengnim ini, beda Lee Seongsaengnim memiliki alasan yang lebih khusus.

"Apa kau ingin aku mengambilmu dari, Ayahmu? Aku sudah bekerja dan punya pengasilan. Kita bisa..."

"Terima kasih, seongsaengnim. Aku sudah sangat terbantu dengan bantuan anda selama ini."

"Baekhyun, ini kewajibanku. Aku Ib..."

"Apa boleh saya minta pembersihnya? Saya akan membersihkannya sendiri."

Lee Yeon Hee- memberikan pembersih dan kapasnya kepada Baekhyun. Baekhyun yang menerimanya segera berbalik dan melanjutkan membersihkan wajahnya. Yeon Hee memandang Baekhyun sedih. Ada kalanya Yeon Hee menyesal dengan keputusannya dulu. Dengan langkah berat, Yeon Hee keluar dari kamar mandi meninggalkan Baekhyun.

 Dengan langkah berat, Yeon Hee keluar dari kamar mandi meninggalkan Baekhyun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mendengar pintu tertutup Baekhyun menghela nafasnya. Ia menghentikan kegiatannya membersihkan wajahnya. Tatapannya teralih pada pintu yang tertutup.

'Ya. Lebih baik begini. Biar kau tidak merasakan apa yang aku rasakan...'

Baekhyun menatap pembersih dan kapasnya. Berbagai perasaan berkecamuk dalam pikirannya.

'Mianhae...'

'Eomma.'

***

"Darimana saja, kau?"

Baekhyun baru saja masuk rumah dikejutkan dengan Ibunya yang menatapnya tajam. Dari sini dia bisa mendengar Ayahnya duduk di ruang tamu sambil meminum kopinya.

"Maafkan aku eommonim."

"Keluyuran dan menggoda lelaki kaya lagi? Baekhyun... kau sudah sangat mempermalukan kamu, apa todak bis..."

Can't You?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang