Story 2.

845 74 7
                                        

Monhae tergeletak pada kursi kayu panjang di area taman kampus. Terbatuk setelah memakan beberapa snack.

Uhuk

Uhuk

Seorang laki-laki menemaninya sedari tadi. Melirik sekilas dengan smirknya.

"Berhenti makan snack, kau mencoba sakit untuk tidak ikut acara osis itu huh?"

Monhae melirik balik laki-laki dengan rambut putih duduk di sampingnya.

"TIDAK"

"Apa karena Hyungwon?"

"Ku bilang bukan. Tapiㅡ Minhyuk ah. Kau ikut kan acara itu"

"kan aku ikut andil. Kau amnesia jika aku salah satu anggota osis?" Canda Minhyuk membuat Monhae terdahak geli.

"Ya bukan begitu. Satu-satunya teman di osis hanya kau. Jika kau beralasan tak ikut jelas aku harus mencari cara lain untuk juga tak ikut"

"Pertanyaanmu sungguh absurd. Ini karena Hyungwon dan Shownu Hyung kan"

"heyy bukan"

"Jooheon menceritakan semuanya, sudah lah tidak perlu berpura-pura"

"ehe.. baiklah"

Minhyuk selesai dengan kalimatnya, kini memakan kimbab yang baru ia beli di food machine.

"Jemput aku besok, oke."

Minhyuk mengulurkan jempol yang sibuk memakan makanannya di jam istirahat.


-
Gunung Seoraksan


"Sendiri?"

Monhae mengangguk cepat sembari memakan hotdog miliknya menatap Shownu.

"Jarang aku melihatmu tidak sumringah. Ada masalah?"

"Setelah kegiatan ini berakhir, aku harus melanjutkan test ku di tempat les. sedikit terbebani saja"

"Ah ku fikir karena Hyungwon"

"Mwo?"

"Beberapa gossip beredar cepat jika kau ada masalah dengannya jadi ku fikir tentang itu."

"Aku baik-baik saja dengannya"
"Oppa, aku pergi dulu mencari Minhyuk"

"oke"

Monhae berjalan ke tenda dapur, mencuci beberapa piring beserta miliknya sampai selesai.

Tak lama ia menatap ponsel yang ia kantongi, karena sinyal tak terjangkau di daerah pegunungan ia mematikan poselnya dan mencari Minhyuk.


-
Masih di sini dengan Egonya


Lampu terlihat remang, beberapa buku berserakan beserta minuman kaleng yang sudah 2 hari tertidur di lantai beserta kasur Hyungwon.

Ponsel yang ia lihat di sampingnya sama sekali tak berdering atau terlihat berkedip jika ada pesan masuk.

"apa dia menghapus nomorku huh!"

"Kenapa bisa serius menanggapi percakapan di atap itu"

"Bahkan ia tak pamitan padaku jika pergi. Dia juga janji mengabariku. Ini sudah 2 hari. Jang monhae kau sungguh."

"Sekarang siapa yang ke kanak-kanakan huh??? AKU HAH YANG BENAR SAJA!!!???"

Hyungwon berteriak, marah bahkan berbicara sendiri di dalam kamarnya.

RUMORTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang