Aku tergeletak tak bisa bergerak. Karena tau Monhae di balik semak dengan Kihyun yang sedang mengamati Hewan buas dan Mahluk itu. Aku memberi signal untuk membuat mereka pergi, tapi ku rasa Monhae tak ingin meninggalkanku begitu saja.
'bodoh'
Kihyun bergerak pelan, menggandeng tangan Monhae dan menariknya sembari melemparkan Monhae ke arahku.
Berteriak keras untuk menyuruh kami pergi sedangkan ia di sana. Untuk menghalangi Hewan dan Mahluk itu.
'Bagaimana bisa?'
"CEPAT PERGII" akhir kalimatnya membuatku menarik Monhae pergi lalu lari dari sana.
Hewan dan Mahluk itu mulai menyerang Kihyun saat aku menatap ke belakang.
'Aku masih tak tau apa yang terjadi'
Tapi Monhae tetap menyuruhku berlari lurus ke depan.
'Dan hanya itu yang kami lakukan'
Sadar jika keadaan kami cukup jauh dari tempat kejadian.
Monhae berhenti sebentar untuk mengatur nafasnya.
Hoshhh~
Hoshhh~
Ia menopang ke dua lututnya dengan tangannya. Aku terhuyung, kehilangan keseimbangan saat berlari kencang tadi. Membuatku menenggerkan bahuku di pohon pinus.
Sebelum aku mengatakan sesuatu, Monhae memotong niatku dengan menyuruhku pergi.
"pergi... aku akan menahannya. Hoshh... larilah lurus terus ...hosh hosh... kau akan menemukan ...hosh... desa... Cepat"
"Apa maksudmu?" Aku menatapnya yang menunjuk jalanan di belakangku.
"Sudah ku bilang pergilah. Aku akan menahannya" tangannya seakan menyapuku untuk harus pergi.
"Siapa??? Mahluk itu?? Hewan itu?? Mana bisa. Jangan konyol Mon"
"Ishhh" ia mendesah frustasi dan mengatakan yang tidak-tidak padaku.
"LAKI-LAKI ITU. KIHYUN. DIA CUCU SHAMAN YANG MEMANG SENGAJA MENCARI TUMBAL DAN MEMBAWA BANYAK ORANG KEMARI. AKU AKAN DI SINI MENGHENTIKANNYA KAU LARILAH TOLONG HYUNGWON"
Tangisnya terurai membuatku menangkup tengkuknya dan menyenderkan pada bahuku. Menenangkan Monhae yang kalap dengan pikirannya.
"HANYA INI SATU-SATUNYA CARA MENYELAMATKANMU. DIA MENGATAKAN SEMUANYA PADAKU TANPA RASA BERSALAH. PLEASE PERGILAHHHH AKU AKAN MENAHANNYA"
Sedangkan aku harus mencari cara agar pergi dari sini dengan Monhae.
Tak lama suara gemersak di balik Monhae terdengar agak jauh. Ia menengok ke belakang lalu menatapku kembali untuk membuatku pergi dengan tergesa-gesa.
Perdebatan di mulai. Hingga berakhir dengan melarikan diri.
Aku berlari...
SENDIRI
Hosh
Hosh
Hosh
"KYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAA"
Akhir jeritan suara Monhae terdengar di tengah malam.
Aku tetap berlari tak bisa menengok ke belakang bahkan tak sempat mencari Kihyun di arah manapun.
Hingga tak lama aku menemukan sebuah rumah-rumah gubuk seperti desa.
'Itu?'
KAMU SEDANG MEMBACA
RUMOR
Mystery / ThrillerApa yang kalian tau tentang percaya pada suatu hal yang tak pernah kalian lihat?
