Mulmed lisa
Kirana berjalan menuju kamar sang eyang.
Tok tok "Eyang ini kiran, boleh masuk?"
Tidak ada jawaban dalam kamar eyang membuat kirana panik
Ia pun masuk melihat sekelilingnya tapi tak menemukan eyang kirana pun sudah mengecek kamar mandi tapi tak ada "kemana ya?" Batin kirana Apa eyang marah..
Kirana keluar perpapasan dengan pelayan inka
"Bun eyang mana?"
"Oh.. di taman belakang kenapa?" Tanya pelayan Inka.
"Oke makasih dah.. bun." kirana berjalan menuju tempat dimana eyang berada.
Dilihat eyang memegang sebingkai foto, foto suaminya beserta anaknya. Kirana tersenyum menatap eyang sendu.
"Suamiku kenapa kau pergi membawa putra kita, kenapa tidak aku sajah kenapa kamu tinggal aku sendiri, aku merindu kan mu." eyang menangis pilu memikirkan masa lalu yang indah bersama suaminya.
Kirana yang mendengar itu pun menangis dalam diam dadanya sesak saat mendengar ucapan eyang "Eyang, eyang gak sendiri ada aku. Ada aku, aku selalu di sisi eyang. Eyang segalanya jangan tinggal kan aku eyang." kirana berjalan memeluk eyang dari belakang, eyang yang kaget saat ada kirana bicara dan memeluknya kesedihan diwajah eyang sirna atas perlakuan kirana
"Eyang segalanya jangan tinggal kan kirana ya.. " Senyuman di wajah eyang semakin mengembang lebar.
"Iya sayang Eyang akan selalu ada okee."
"Maafin kirana eyang tadi kirana cuman bercanda" cicit kirana.
"Iya eyang maafin kiran tapi kalou kirana gak mau tinggal disana eyang gpp kok, kirana mau tinggal dimana di sini atau di rumah Mommy Vanessa."
"Aku mau sama eyang ajah ya.. "
Eyang mengangguk kirana tersenyum senang
Dio memandang mereka lalu berlalu ke kamar kirana apa yang dipikirkannya ternyata salah kirana memang sulit di tebak.
Dio membaringkan dirinya di kasur empuk milik kirana esok mereka sudah masuk sekolah lagi matanya terpejam baru sesaat tapi ada beban yang menindih tubuhnya.
"Enak banget lo tidur, minggir ini kasur gue lo tidur di sofa awas!"
"Ck, gak gue tetap disini."
"Keras kepala" batin kirana
***
Ke Esok paginya mereka sarapan bareng dan berangkat bareng di depan gerbang sekolah Lisa melihat mereka hera pasalnya mereka hanya sering bertekar dan sekilas cuman teman tapi ini?
Lisa berjalan menghampiri mereka berdua yang akan masuk kelas. Lisa berdehem membuat mereka melihat kearah lisa
"Apa lo berdehem segala." tanya kirana ketus sedangkan Dio sudah masuk duluan kedalam kelas.
"Ya.. gue kira lo ada apa-apa sama tuh cowok soal kalian deket banget, perasaan lo berdua berantem mulu kalou ketemu."
"Eh.. Iyalah gw gak ada apa-apa."
"Ih si Lisa peka benget" batin kirana.
"Yuk masuk masih pagi waktunya lo piket." ujar lisa sambil cengar cengir.
"Lah.. lo kan gak piket mapain coba?" tanya kirana penuh selidik
"Hehe mau modus sama yayang Rizky." tiba-tiba pipi Lisa bersemu merah karna di depannya sudah ada Rizky Kirana yang melihat kelakuan Lisa berbalik badan dan ia tertawa terbahak-bahak Lisa sudah pergi entah kemana ia tidak memasuki kelasnya lari terburu-buru.
Rizky yang mendengar ucapan Lisa tersenyum kirana yang tertawa berhenti seketika menatap Rizky tajam. Rizky yang merasa di perhatikan melihat ke arah Kirana yang memandangnya tajam.
"Awas! Jangan pernah lo mainin persaan dia karna sekali ajah lo nyakitin dia lo habis di tangan gue." Ucap kirana tegas dan itu tidak main-main semua siswa pasti tau siapa Kirana ia siswi Taekwondo bersabuk hitam yang mengalahkan Seonbae (Senior) sendiri. Rizky yang mengingat itu menelan ludahnya karna ancam Kirana tak pernah bohong.
Kirana berlalu memasuki kelasnya membuka bukunya dan membaca menghindari bahwa Dio duduk bersamanya.
Bel pertama berbunyi tapi kirana masih tak melihat lisa dimana dia saat guru sudah masuk pun lisa belum muncul. Kirana heran kemana sebenarnya lisa.
Tempat lain setengah jam lalu
Buk.. lisa menabrak seseorang membuat mereka jatuh
"Lo punya mata gak sii eh.. ternyata anak jalang." ujar aurel menarik rambut lisa
"Gue bukan anak jalan sialan lepasin." Ronta Lisa berusaha melepaskan tarikan dari tangan Aurel.
"Ikut gue jalang." Aurel menarik Lisa sampai gudang belakang sekolah.
"Lepas apa mau lo?" tanya Lisa mendorong Aurel, Lisa sudah terlepas dari tarikan Aurel.
"Mau gue bilang nyokap lo jauhin bokap gue. Gue gak sudi punya nyokap kaya jalang dan gue gak mau saudaraan sama lo cewek jalang."
Lisa terkekeh kecil tersenyum mengejek Aurel.
"Lo pikir gue juga mau, gak gue gak mau bokap lo ajah yang sok-sokan pake dekettin nyokap gue dan lo harus tau ya.. kalou nyokap gue itu bukan jalang yang ada itu nyokap lo dasar bitch!"
Mendengar ucapan lisa Aurel marah otaknya mendidih atas ucapan pedas Lisa. Lisa berjalan meninggalkan Aurel hendak membuka pintu gudang tapi di tahan oleh Aurel. Aurel menarik Lisa kasar dan mendorongnya sampai Lisa membentur meja disudutnya membuat kepalanya pusing berputar dan mengeluarkan darah segar Lisa memandang Aurel.
"Itu buat lo yang ngatai nyokap gue."
"Ucapan gue emang benar lo juga tau nyokap lo ninggalin bokap lo cuman karna harta bokap lo yang gak seberapa sama kakek-kakek tua itu gue benerkan." saat sedang terluka pun Lisa masih sanggup membalas ucapan Aurel.
Tangan Aurel terkepal kuat ia berjalan meninggalkan Lisa dalam ke sunyi ia berjalan kekamar mandi dan menangis sejadi-jadinya memang benar apa yang lisa katakan membuat hatinya hancur karna perlakuan mamanya.
"Mama jahat hisk ...hisk mamah jahat .hisk..aurel benci mama."
Lisa berusaha bangun berjalan tertatih-tatih sambil memegang kepalanya ia berusaha untuk cepat sampai uks suasana kolidor yang sepi karna sudah jam masuk pelajaran Lisa membuang nafas kasar pasti ia akan mendapat hukuman atas kelakuannya.
Langkah Lisa terhenti karna ada bayangan di depannya ia sudah tau siapa itu siapa lagi kalau bukan Kirana.
"LISA! kepala lo kenapa?!" tanya kirana panik
"Oh.. tadi jatuh gak liat deh "
"Bohong! masa kaki lo gak luka juga kalou jatuh aneh banget ketau bohongnya."
"Lis.. lo kenapa bisa kaya gini." tanya Rizky khawatir
"Et Sejak kapan lo disini lo ngikutin gue ya.." Kirana mencimingkan matanya memandang Rizky
Rizky mendekat ke arah Lisa tidak memperdulika kirana yang bertanya dan memandang yang ia kawatirkan sekarang hanyalah Lisa.
Ia menatap lisa penampilan nya sangat berantakan dari sebelumnya rambut yang kusut tak tersusun seragam yang keluar dari roknya jepitan yang sudah berubah tempat dan dahinya mengeluarkan darah cukup banyak tampa babibu Rizky mengendong Lisa membawa nya keparkiran mobilnya Kirana hanya mengikuti karna ia juga tau apa yang ada di otak Rizky.
Tbc
Terima kasih telah menunggu hinga part ini😅
Maaf typo
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Es Batu (Completed)
Novela JuvenilJudul awal "Me and You" [REVISI] Sebuah wedding yang tanpa terpikirkan semua berjalan bagai air yang melewati sungai menerobos batu dan membuat batu itu hancur. Seperti dia yang dingin kaya es batu akan meleleh seperti air Kirana oktaviazen ...
