3. Mario

29.3K 1.2K 26
                                    

Mario Dewa Ghifary Seorang Mahasiswa semester 7 yang sangat terkenal dengan wibawa serta kharismanya. Seorang mantan ketua senat dan kini masih aktif menjabat sebagai salah satu pengurus organisasi islam di kampusnya.

Siapapun pasti mengenalnya. Tidak sedikit gadis-gadis jatuh cinta padanya. Selain kharisma dan wibawanya sifat ramah dan juga religiusnya juga sangat menarik perhatian kaum Hawa.

Tapi siapa yang tahu. Di balik keteguhan hati Mario yang memilih untuk tidak berpacaran pada siapapun. Tapi diam-diam Ia menyelipkan sebuah nama di dalam doanya. Berharap rasa yang Ia miliki dapat di satukan oleh Allah SWT. Rasa yang Ia miliki sejak pertama kali bertemu dengan seseorang yang Ia sebut dalam doanya itu setiap hari semakin besar. Apalagi saat Ia bertemu. Ia tahu itu salah. Tapi Ia hanya manusia biasa yang terkadang tidak mampu mengendalikan perasaannya.

Bukan hal mudah bagi Mario memendam perasaan yang ia miliki. Pasalnya gadis yang Ia sebut dalam doa bukanlah gadis sembarangan. Ia gadis yang sangat taat kepada Tuhannya. Gadis yang Ia yakini memiliki komitmen yang sama untuk tidak berpacaran seperti dengannya. Tapi Mario juga tahu jika bukan hanya dirinya saja yang menyukai gadis itu, melainkan ada banyak pria yang menyukai juga menyukai gadis itu. Tapi, sejauh ini Mario tidak pernah tahu siapa seseorang yang di sebut dalam doa gadis itu. Karena gadis itu sangat pintar menyembunyikan perasaannya. Ia gadis yang ramah dan mudah sekali bergaul tapi tetap saja Ia menjaga batas-batas pergaulannya yang membuat Mario semakin terpesona.

Gadis itu Hana Fahrunnisa seorang gadis sederhana yang selalu mengguncang hati Mario.

Astagfirullah.

Mario menghela nafasnya saat tanpa sadar Ia telah memikirkan Hana begitu jauh. Sebelumnya Mario tidak pernah merasakan detak jantung yang begitu kuat saat bertemu seseorang. Hanya Hana yang membuatnya begini.

"Bang Mario kenapa?" Mario terkejut saat suara Hana terdengar.

Siang ini Mario tengah rapat bersama dengan anggota Rohis fakultas, membahas perihal penutupan dari open recruitment anggota baru yang jatuh pada hari ini, serta membahas perihal kelanjutan tahap dari open recruitment setelah first gathering nantinya.

"Hah? Enggak ada apa-apa. Cuma lagi ingat sesuatu aja."

"Bang." Seseorang mengangkat tangan. Mario segera memberikan kesempatan untuk bicara.

"Bagaimana kalau setelah penerimaan anggota baru kita adakan acara semacam MAKRAB atau hal-hal yang berhubungan dengan alam? Kayaknya seru."

Mario terdiam, Ia berpikir sejenak. Usul itu tidaklah buruk.

"Izin menanggapi." Satu orang lagi bersuara. "Kalau menurut aku pribadi sih, itu salah satu ide yang bagus. Biasanya kalau ada anggota baru, mereka pasti akan malu-malu untuk berinteraksi. Jadi dengan diadakan MAKRAB atau kegiatan yang bisa mendekatkan kita semua. Menurut aku itu bagus sih." Lanjut orang itu.

"Saran diterima, nanti kita bahas lebih jauh lagi perihal MAKRAB. Ada yang mau berpendapat lagi?"

Hana mengangkat tangan. "Kalau aku pribadi, kemarin habis dapat cerita dari teman kampus lain. Mereka mengadakan MAKRAB dengan mendaki gunung bersama. Jadi nanti kita minta bantuan juga ke anak Mapala dan anak KSR untuk turut membantu kegiatan kita. Jadi selain untuk memperkuat hubungan antar anggota, kita juga bisa memperkuat hubungan antar organisasi."

"Setuju sama Hana." Seseorang menyahut.

"Iya setuju, seru juga kayaknya."

"Aku juga setuju."

Mario terdiam begitu melihat respon dari sebagian besar dari anggota. Sejujurnya Mario tidak masalah sih dengan pendakian gunung, toh Mario juga beberapa kali sudah melakukan pendakian bersama teman-temannya. Yang jadi masalah adalah, mendaki gunung tidak semudah yang dibayangkan. Banyak sekali rintangan dan hal-hal yang harus dipersiapkan. Serta mendaki gunung juga memiliki banyak risiko. Sehingga Mario tidak bisa dengan mudah mengambil keputusan.

Cinta dari Allah [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang