Cassiopeia Alexandra Schmidt

40 6 1
                                        

Author's POV

Sabtu malam...

"Halo ma, aku udah di bandara nih" ujar Cassie melalui HP nya

"Aduh anak mama pulang nih. Yaudah, Pak Supri katanya udah sampe tuh dari tadi, udah yah mama lagi masak buat kamu nih, bye" ucap mama Cassie, Anna.

Setelah sambungan telepon terputus, Cassie mengambil koper-koper yang ia bawa dan segera keluar untuk mencari jemputannya.

Tampak Pak Supri melambaikan tangan ke arah Cassie dan segera menghampiri Cassie.

"Sini non, kopernya. Biar saya yang bawain" ucap Pak Supri

"Iyaa, makasih yah pak" ujar Cassie lalu segera masuk dalam mobil.

Pak Supri memang sudah lama menjadi supir keluarganya, jadi Cassie sudah kenal baik dengan beliau.

"Non, kita mau kemana dulu? Ato mau langsung ke rumah aja?" tanya pak Supri dari tempat kemudi

"Langsung ke rumah aja, pak. Udah kangen sama mama" ujar Cassie senang

"Wah, non Cassie emang gak berubah yah. Tetap aja manja sama tuan dan nyonya" ucap Pak Supri

"Hahaha, ia dong pak" ujar Cassie sambil tertawa

Sekitar 2 jam, Cassie sudah sampai di rumah putih bertingkat 3 di daerah Pondok Indah, ditatapnya rumah itu lama.

'Akhirnya bisa pulang juga' batin Cassie senang

Cassie pun segera melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumahnya. Tampak sosok ibunya yang sangat ia rindukan. Ia pun segera lari dan memeluk ibunya.

"Eh anak mama udah sampe. Uh, kangen banget deh mama sama kamu" ucap ibunya sambil memeluk Cassie

"Aku juga kangen banget sama mama. Gak betah aku gak tinggal sama mama" ucap Cassie manja

"Eh anak papa udah pulang nihh. Cuma kangen sama mamanya nih, papa gak dikangenin?" ucap seorang pria, ayahnya Cassie, Christof.

Cassie pun lari menghampiri dan memeluk ayahnya.

"Aaaa, aku kangen juga kok sama papa" ujar Cassie ceria

Cassie ini adalah gadis yang ceria...eits tunggu dulu! Sikap ceria ini hanya sementara. Kalau bersama keluarga dan dan orang terdekatnya sifat ini pasti keluar, tapi berbeda dengan sikapnya terhadap orang yang baru ia kenal, ia merupakan sosok yang dingin. Orang tuanya begitu mengkhawatirkan sikap Cassie yang satu ini. Kejadian 'itu' membuat anak mereka menjadi sosok yang dingin pada orang yang baru ia kenal, sehingga Cassie sulit unutk berteman dengan orang lain.

"Yuk, kita makan dulu. Mama udah masakin ayam goreng kesukaan kamu nih" ucap Mama Anna

Mereka bertiga pun duduk bersama di meja makan dan Cassie dengan lahapnya memakan masakan ibunya itu.

"Wah, masakan mama tetap enak yah. Udah lama banget gak makan ayam goreng buatan mama!" kata Cassie dengan wajah gembira

"Oh iya, Cas. Mulai senin depan kamu mulai sekolah yah! Mama udah daftarin kamu di SMA Elang. Gak jauh kok dari sini" kata Mama Anna

"Ohhh ,makasih yah ma" ucap Cassie datar

"Oh ya, ma. Kak Tia (kakaknya yang kedua) kemana ma? Kok gak keliatan?" tambah Cassie

"Biasaa, jalan bareng pacarnya" jawab papa

Setelah selesai makan dan berbincang-bincang cukup lama, Cassie pun pergi ke kamar lamanya yang sudah 2 tahun ia tidak tempati.Cassie memang tinggal 2 tahun di Inggris bersama kakak pertamanya, Edgar, karena kejadian 'itu' membuat Cassie trauma mendalam sehingga ia ingin meninggalkan Indonesia untuk sementara waktu.

Cassie pun membaringkan dirinya ke kasur, memejamkan matanya dan terbang ke alam mimpi. Ia sungguh kelelahan karena perjalanan dari Inggris ke Indonesia yang memakan waktu 15 jam.

-skip time-

Hari pertama sekolah pun tiba. Cassie segera bangun dan mandi. Setelah mandi, ia memakai seragam putih abu-abu yang telah disiapkan. Gadis itu segera melangkahkan kakinya ke bawah untuk sarapan. Ibu Cassie sudah pergi dari subuh tadi menemani ayah Cassie yang akan melakukan meeting penting di luar kota. Setelah sarapan, Cassie diantar pak Supri ke sekolah barunya.

Akhirnya, setelah sampai di depan gerbang sekolahnya...

"Non Cassie, sebentar kalo udah mau pulang SMS saya aja yah non" ucap Pak Supri

"Oh, iaia pak. Makasih ya" jawab Cassie

Cassie pun setelah turun dari mobilnya dan masuk ke dalam sekolahnya. Gadis ini pun segera mencari kantor kepala sekolah untuk menanyakan kelas barunya. Namun, ia tak kunjung menemui kantor tersebut. Sebuah tangan menepuk pundak Cassie. Cassie pun segera membalikkan badannya.

"Hai!Lo murid baru yah? Kenalin nama gue Tasya!" ucap gadis itu sambil mengulurkan tangan pada Cassie

"Ia, nama gue Cassie" jawab Cassie datar namun tidak membalas uluran tangan Tasya

"Lo kelas berapa?" tanya Tasya

"12" jawab Cassie cuek

"Wah, kita sekelas dong. Eh, gak tau juga sih. Moga-moga aja kita sekelas" ucap Tasya nyegir yang hanya ditatap oleh Cassie tanpa diberi jawaban

"Ehm, lo pasti mau cari ruang kepala sekolah kan? Sini, biar gue anterin" tanya Tasya

"Gak usah" jawab Cassie menolak

"Udah, ayooo!Emang lo tau ruang kepala sekolahnya dimana?" paksa Tasya

'Ikut aja deh. Nih sekolah gede banget lagi' batin Cassie

"Ok" ucap Cassie 

Setelah sampai di depan ruang kepala sekolah...

"Nih, ruang kepala sekolahnya. Ayo masuk" ujar Tasya

Cassie dan Tasya pun segera masuk.

"Pagi pak. 

"Oh, kamu murid pindahan dari Inggris kan? Kamu masuk di 12- IPA 1" ujar kepala sekolah pada Cassie

"Tasya, kamu bisa anterin Cassie ke kelas barunya? tanya pak kepsek

"Ia pak. Kebetulan saya juga 12-IPA  kok pak. Biar saya saja yang mengantarkan Cassie" jawab Tasya 

"Oh, yasudah kalian sebaiknya segera masuk ke kelas" ujar kepsek

"Yuk, Cassie!" ucap Tasya sambil menoleh pada Cassie





CassiopeiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang