#KEBETULAN

6 0 2
                                    


Seorang laki-laki gagah dengan stetoskop yang berada di lehernya menandakan bahwa ia seorang dokter, dengan langkah pelan dokter menghampiri seorang perawat yang kebetulan jaga sore ini adalah suster Arin " Sore dok, hari ini ada 3 pasien dok" ucap Arin dengan memberikan rekam medis kepada dokter Gilang. " ini dok yang ini Tn.M umur 60 tahun dok, menurut hasil RMI yang sudah dilakukan terdapat tumor di otak dok, beliau datang dari UGD, dan dua orang pasien ini yang kemaren Fostop usus buntu sama hernia, yang pasien kemaren operasi usus buntu minta pulang dok, tapi saya bilang tuggu dokter datang dulu, karena kita tidak ada wewenang untuk memulangkan pasien, terkecuali keluarga memang memaksa dan menandatangi surat persetujuan pulang atas keinginan sendiri dan menanggung resiko yang akan terjadi, bagaimana?". Jelas suster Arin panjang lebar yang membuat Dr.Gilang tersenyum lucu. "ya sudah sekarang kita lihat pasienya dulu sus". Ucap dr. Gilang menghampiri kamar inap pasien diikuti Suster Arin dibelakang dengan membawa Rekam medis pasien.

" Maaf bu, boleh saya lihat luka jahitanya dulu, ini masih belum kering bu. Paling boleh pulang 2 atau 3 hari lagi, kalo kondisi sudah stabil ibu boleh pulang, sabar yah bu. Ini kan demi kebiaikan ibu juga" jelas dokter Gilang menasehti pasiennya yang rewel minta pulang padahal kondisinya belum stabil. Setelah melakukan pemeriksaan semua pasien hari ini dr. Gilang kembali keruang perawat untuk menuliskan resep obat apa saja untuk pasien nya. " sudah kan sus ?". tanya dokter gilang kepada suster Arin, yang di jawab dengan gugup. Karena sedari tadi Arin memperhatikan dr. Gilang menulis rresep. " Hah ? apa dok, saja gak denger" ucap Arin kikuk. Dokter Gilang tersenyum masam ' sudah tidak ada pasie lagi kan sus?" ulangnya. "oh... sudah tidak adak dok" ucap Arin " ya sudah jika tidak ada saya permisi" dengan senyum menawan dr. Gilang berpamitan dengan senyum tersungging di bibirnya. "iya..dok baik".

Sudah 6 bulan Arin bekerja dirumah sakit ini, hari ini jadwal Arin dinas siang, Arin sangat lupa kemarin tidak melakukan kontrak dengan dokter Gilang jika hari ini, Arin kelimpungan sendiri karena keluarga pasien terus bertanya kapan doter gilang memeriksakan keadaan anaknya.

"Mba Diah.. Arin minta nomor doter Gilang dong, aduhh ini ada keluarga asien nanyain dokter Gilang, kemarin aku lupa kontrak, aduhh gimana yah kira-kira sopan gak yah mba kalo aku ngehubungin dokter Gilang sekarang" tanya Arin kepada mba Diah saah satu perawat senior di ruangan ini.

"Ini nomornya Rin 085662xxxxxx , hubungin Aja dulu Rin, bilang aja Urgen gitu, tiba-tiba keluarga pengen ketemu dokter gilang atau alasan apaan ke, dokter Gilang baik ini Rin". Jelas mba Diah . "oke Aku hubungin dulu yah mba, makasih mba nomornya".

Sambungan mulai terdengar dari Hanphone Arin , hati Arin sudah ketar-ketir dari tadi , dia takut kena semprot dokter gilang, walaupun banyak yang mengatakan dokter Gilang baik, tapi tetap saja rasa takut lebih mendominan hatinya.

" Hallo Assalamualaikum, dengan Gilang, ini siapa yah?" dengan suara serak khas orang bangun tidur dokter gilang lebih dulu membuka suara. sepersekian detik Arin terdiam dan berani mencoba membuka suaranya " Waalaikum salam dokter, Maaf saya menggangu, saya suster Arin dok dari Rs.Permata indah, ruang mawar dok".

"ooh iyaa, kenapa sus ? " tanya dokter Gilang lagi, Arin merasa gugup menjawab pertanyaan dokter tampan ini , aduuhhh kenapa harus gugup si Arr. " Begini dok ... Hari ini ada jadwal pasien konsul dok, kemarin saya lupa buat kontrak, jadi bagaimana dok ?". jelas Arin . "oohh... saya kira ada apa sus, baik saya kesana sekarang". Ucap dokter Gilang. "Baik dok, selamat sore" ucap Arin dan panggilan pun terputus, Arin memegang dadanya yang dari tadi sudah loncat sana sini, jika hatinya diibaratkan katak sawah. OOMAYYGAATTT.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 21, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Risalah CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang