chapter 4

1.3K 77 1
                                    

@v@

Cerita sebelumnya

Aku berhasil masuk sekolah ini setelah mati-matian belajar, untuk mengembalikan jam kakeknya.

@v@

#author

"kau anggota pengurus kebun ya?" tanya seseorang yang sedang bersender di tembok dekat kebun.

Sai

"eh tidak kok! Ini ku lakukan suka rela..." bantah naruto sambil mengibas tangannya.

"bisa bicara sebentar, naruto?" tanya sai sambil tersenyum.

"e eh ya tentu saja heheh" naruto menjawab tegagap sambil cengegesan menggaruk kepala belakangnya.

"keributan di klub sepak bola sudah didengar ketua yayasan. Sebagai hukuman, sasuke disuruh mencabut rumput sendirian." sai menjelaskan sambil melihat-lihat tanaman di sekitarnya

"EH sasuke di hukum?" kaget naruto, karena baru tahu bahwa ketua yayasan bisa bersikap tegas tanpa pandang bulu.

"yah... Begitulah soalnya, ketua yayasan sangat tegas pada anaknya, dia takut kalau ada yang salah paham" ucap sai tanpa melihat ke naruto.

"....." naruto hanya dia mendengarkan tanpa menyeka sedikitpun ucapan sai, karena ia ingin mengetahui semua tentang sasuke.

"dia menjaga baik reputasi keluarganya, ia di takuti sekaligus di cemburui, di kelilingi musuh di mana-mana. Tapi, sebenarnya sasuke dia mencari tempat yang nyaman...bagaikan anak kucing yang terluka" sai yang berkata seperti itu hanya bisa memberikan tatapan sendu. Sedangkan naruto hanya bisa terbebelalak kaget dengan cerita sai.

"baiklah... Aku akan membantu sasuke... Yoshhh.... Hoi sasuke! Inilah keterampilan ku...." setelah berucap seperti itu, dia pun berlari sambil membawa parang di tangannya sambil teriak "sasuke tunggu aku!" berkali-kali.

Skip di kebun yang belum di bersihkan.

"lho?" naruto berjengit kaget sambil mengacungkan parangnya pada kiba.

"hah? Hei kau!" tunjuk kiba pada naruto.

"kau senpai bodoh yang jadi budak sasuke kan?" naruto bertanya dengan watados sambil memiringkan kepalanya.

"jangan sebut aku budak! Piranggggg" jerit kiba tidak terima di sebut buda oleh naruto.

"buat apa kau ke sini?" ucap seseorang dari atas.

"sudah kubilang, jangan dekati aku" ucap seseorang itu dengan wajah tanpa ekspresi.

Naruto langsung menengok kebelakang dengan gerakan patah-patah.
'hueeee macannya keluar' batin naruto histeris.

#naruto

Aku tak boleh kalah dan harus tahan banting agar bisa dekat terus dengan sasuke.

"aku belajar mati-matian untuk masuk ke sekolah ini! Mana boleh menyerah begitu saja!" teriakku sambil mengacungkan parangku.

Eh iya? Kenapa aku dari tadi suka sekali mengacungkan parangku ya? Ah masa bodoh!

"heh...semangatmu boleh juga kalau memang mau bantu kerjakan semuanya" sasuke menyeringai sambil menunjuk kebun yang belum dibersihkan dari rumpu liar.

My Rival, My PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang