"Kai, kamu gak salah ngajak aku kesini?" Krystal menatap suaminya yang masih berada di kursi kendali mobil.
"Lho, katanya kamu mau liat ikan, makanya aku ajak ke sini. Udah yuk turun" baru Kai akan turun dari mobil saat Krystal kembali menarik lengannya. "Ada apa lagi, Klee?"
Krystal menggeleng, wanita itu melepaskan lengan Kai dan membiarkan pria itu turun dari mobil. Dengan sedikit berlari Kai memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk Krystal.
"Ayo, Princess.. kita lihat ikan" ucap Kai seperti ada nada mengejek di dalamnya.
Krystal sama sekali tidak melepas tangan Kai semenjak mereka memasuki pasar ikan. Iya, PASAR IKAN. Sejak kemarin Krystal memang terus merengek pada Kai untuk pergi ke seaworld yang ada di Seoul. Tapi Kai malah mengajaknya ke pasar ikan. Sekali lagi, PASAR IKAN.
Kai dengan cuek terus berjalan, sesekali pria itu berhenti untuk melihat ikan ikan hias yang dijajakan sepanjang jalan pasar yang becek.
Krystal menggoyang - goyang tangan Kai membuat pria itu menoleh. "Kenapa? Kamu suka kan? Ikannya banyak"
Bibir Krystal mengerucut lucu. "Aku mau pulang!"
"Tapi kita baru sebentar di sini, Klee. Katanya kamu mau lihat ikan"
Krystal melepas genggamannya pada Kai dengan sedikit kasar. "Kamu nyebelin!" kemudian Krystal berlari berniat kembali ke mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri. Baru beberapa langkah, Krystal terpeleset genangan air bercampur lumut yang licin. Bokong wanita itu mendarat mulus di aspal yang becek.
Melihat keadaan itu, Kai segera berlari menghampiri Krystal dan membantu wanitanya itu berdiri. Kai tidak bisa tidak tertawa melihat ekspresi wajah Krystal. Pria itu tertawa puas, tidak menyadari mata Krystal yang mulai basah.
"Lho lho, kok malah nangis. Sakit banget ya?" Kai mulai panik.
Krystal menggeleng dan memeluk tubuh Kai tiba - tiba. "Aku malu. Tuh diliatin orang - orang"
Kai baru menyadari orang - orang yang terus menatap mereka heran. Pria itu menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal dan membawa Krystal pergi dari tempat itu.
Sampai di mobil, Krystal mengambil tissue dari dashboard mobil dan mengelap wajahnya yang basah karena keringat dan air mata.
"Gara - gara kamu celana aku jadi kotor kan. Mana warna putih lagi"
"Yee, siapa suruh lari - lari kayak anak kecil" ucap Kai sembari menyalakan mesin mobil.
Krystal mencubit lengan Kai membuat pria itu meringis. "Iya, iya nanti aku yang cuciin celananya ya" ucap Kai akhirnya mengalah.
Krystal memundurkan sandaran kursinya, mengambil ancang - ancang untuk tidur. "Aku mau tidur, kalau udah sampai rumah jangan dibangunin, digendong aja"
Lagi - lagi Kai tertawa mendengarnya, "Siapa bilang kita mau pulang" ucapnya dalam hati.
Hampir lima jam Kai menyetir dari Busan untuk tiba di Seoul tanpa henti. Badannya terasa begitu pegal. Diliriknya Krystal yang masih terlelap. Tidak biasanya wanita itu tidur sangat lama seperti ini. Mau tidak mau Kai mengangkat tubuh Krystal masuk ke dalam rumah yang ia tinggalkan semenjak menikah dengan Krystal.
-
Krystal terbangun saat sebuah tangan kecil menepuk pipinya. Mulanya pelan, tapi semakin lama tepukan itu semakin keras. Krystal mengerjap saat menemukan dirinya berada di tempat yang sedikit asing. Ia tidak lagi berada di mobil, tidak juga di kamarnya. Krystal membenarkan posisinya menjadi duduk. Ia baru mengingatnya. Ini adalah kamar Kai. Tapi bagaimana bisa?
Bahkan Krystal terkejut saat menemukan sosok balita tengah duduk di sampingnya. Taera? Ini kan keponakan Kai, kenapa ada di sini? Ratusan pertanyaan masih memenuhi benak Krystal saat suara Kai terdengar.
"Hallo aunty, Klee.."
Krystal mengalihkan pandangannya, sosok Kai berdiri di ambang pintu. Pria itu kemudian berjalan menghampirinya.
"Kai..."
Kai seolah mengerti kebingungan istrinya itu, pria itu kemudian mengambil Taera dan mendudukan balita berusia satu tahun itu dalam pangkuannya.
"Kita ada di rumahku sayang, masa kamu lupa?"
Krystal menggeleng, "Aku gak lupa. Tapi kok bisa?"
"Ya bisa dong, aku gitu" ucap Kai bangga. "Besok kita ke Coex Aquarium ya? Sekalian ajak Taera main"
Krystal tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya, "Yang benar? Kamu gak bohong kan? Gak akan ngajak aku ke pasar ikan lagi kan?"
Kai tertawa, "Engga sayang, aku gak akan bohongin kamu lagi. Janji!" Kai mengulurkan kelingkingnya dan disambut oleh kelingking imut Krystal.
--
Besoknya, Kai benar - benar mengajak Krystal dan Taera untuk pergi ke Coex Aquarium. Krystal tidak henti - hentinya mengungkapkan kekagumannya akan ikan - ikan besar yang baiasanya hanya ia lihat di tv. Bahkan jika dibandingkan dengan Taera, Krystal terlihat lebih excited. Taera, bocah itu justru tertidur pulas di strollernya.
"Ih Hiu! Besar banget! Kai fotoin dong! Buruan keburu Hiunya pergi"
"Ih ikan pari! Lucu banget sih! Fotoin dong Kai"
"Ih itukan Nemo! Kai fotoin!"
Begitu terus menerus selama hampir tiga jam. Kalau saja Krystal bukan istrinya, Kai pasti sudah meninggalkan wanita itu. Kai heran, bagaimana bisa wanita it uterus menerus berjalan tanpa henti selama tiga jam penuh tanpa merasa lelah. Padahal kaki Kai saja sudah terasa sangat pegal. Dotambah harus mendorong kereta bayi Taera.
Tapi melihat senyum dan tawa Krystal membuat Kai ikut tersenyum. Wanita it uterus berlari kesana - kesini seperti balita usia lima tahun. Benar - benar menggemaskan.
Kai melihat Krystal terdiam. Wanita itu seperti sedang mengamti sesuatu di aquarium besar itu. Kai menghampiri Krystal dan melihat apa yang sedang wanitanya itu amati. Sontak Kai tertawa. Degan telapak tangannya yang besar, Kai menutup mata Krystal.
"Jangan ngintip, ikannya lagi bikin dede" ucap Kai di sela - sela tawanya. Krystal ikut tertawa.
"Tal, kita bikin juga yuk." ucap Kai tiba - tiba membuat tawa Krystal sontak berhenti.
"Aku mau punya yang kayak Taera tapi yang cowok." Sambung Kai. "Yuk, Tal yuk kita bikin. Kalo bisa sih kembar. Pas-
Cup.
Ucapan Kai otomatis terhenti ketika bibir Krystal menyambar bibir tebalnya. "Kamu berisik deh, kalo mau bikin ya gak di sini, nanti di rumah! Malu banyak ikan!"
Kai bersorak, "Yes, beneran ya? Yaudah yuk kita pulang!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.