Sooyoung POV
Aku baru saja menutup Chicken Wings dan sekarang aku akan melanjutkan pekerjaanku di mini market. Untuk kali ini sebaiknya aku tidak telat. Kalau aku sampai telat semenit pun aku akan diberhentikan dari market itu.
"Hai bos aku tidak telat bukan?" Aku mendorong pintu yang agak berat itu sambil menyapa bos kesayanganku.
"Tidak telat kok" Yah, dia memang dingin tapi dia selalu pengertian denganku hehe.
Sesampainya disana aku segera berganti baju dan membeli ramyun untuk ganjal perutku yang sudah meraung dari tadi. Setidaknya mini market ini lagi kosong.
Saat sedang melahap ramyun lezatku. Tiba tiba ada pelanggan yang datang.
Heol daebak tampan sekali teriakku dalam hati.
"Emm permisi apa anda model atau artis predebut?" Tanyaku tak tau malu.
Namja itu terlihat memamerkan senyum menawannya.
"Bukan nona" Ia hanya membeli satu buah banana milk.
"Tuan, banana milk ini sedang promo jadi anda gratis satu banana milk lagi" Jelasku kepada namja itu.
"Tapi aku hanya ingin beli satu nona" Jawabnya tenang.
"Yasudah terima saja buat dirumah atau siapapun tuan" Aku memberinya satu banana milk lagi.
"Hmmm aku tidak mau bagaimana?" Aigoo tampan tampan minta di tabok juga ni namja.
"Kalau begitu buat aku saja yaa?yaa?" Namja itu mengangguk tanda setuju.
"Aigoo terimakasihh" Aku langsung meminum banana milk yang sudah lama ditanganku.
"Kamu sedang makan ramyun?" Sahut si Namja tampan.
"Iyaa hehe kau mau?" Ajakku. Kapan lagi aku bisa makan berdua dengan namja setampan dia benar kan?
"Eii aku bisa memberimu makanan yang lebih enak dan lebih mahal dari itu!" Kata Namja itu yang ternyata sifatnya sombong huft.
"Kau tidak punya bukti bahwa kau bisa memberiku makanan itu tuan" Kataku dengan sangat tenang.
"Kau mau bukti?" Si Namja mengeluarkan senyuman liciknya.
"Aku akan membeli semua yang ada di mini market ini!"
Aish benarkah?semuanya? Tidak mungkin.
"Tidak ada buk-
Namja tampan tersebut mengeluarkan setumpuk uang dari sakunya. Gosh sangat banyak.
"Bagaimana? Masih tidak percaya?" Aku hanya dapat menganga mendapati uang sebanyak itu langsung dihadapanku.
"Ehmm mm kau mau kubuatkan catatan makanan yang dibeli atau emm.." Jujur saja aku sudah kehabisa kata kata setelah menerima uangnya.
"Begini saja, sebagai balasan mu untukku karena sudah membeli semua yang ada di market ini mau kah kau jadi pacar bohonganku?"
Pacar bohongan? wtf apa yang baru saja kudengar. Aku melotot menatapnya tidak percaya. Seriously? Kita baru saja bertemu dan dia langsung memintaku melakukan hal yang mengerikan!
"Tenang saja aku akan membayarmu" Aku akan dibayar? Lumayan juga, lagipula aku benar benar sedang butuh untuk biaya kuliahku.
"Sepertinya kau bingung ya nona?" Namja tampan itu menarik tanganku dan menuliskan sesuatu disana.
"Jika kau berminat telfon aku, akan kutunggu ya" Ia mengedipkan matanya kepadaku aish genit sekali.
Aku melihat tulisannya.
Lee Taeyong
01040310895
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinderella And The Prince
FanfictionAku tak menginginkannya -Sooyoung- Setidaknya aku dapat menghindari .. -Taeyong-
