Park Sooyoung POV
Pagi pagi aku sudah di bangunkan oleh alarm cerewet yang sebenarnya adalah benda hidup. Wendy Son ya, kita memang bermarga beda tapi aku dan Wendy memutuskan untuk tinggal bersama di apartemen dengan biaya hasil kerja keras ku dan Wendy selama 2 tahun.
Pada waktu itu Aku dan Wendy masih tidak kenal satu sama lain. Pekerjaanku dulu adalah seorang pelayan pada sebuah klub. Tapi bukan pelayan dalam artian "jalang" atau apalah itu. Aku dan Wendy hanya melayani bagian minuman. Gaji yang ku dapat juga tidak sedikit. Satu bulan saja aku bisa mendapatkan 10 juta. Maka dari itu uang ku dan Wendy kita tabung bersama sampai bisa membeli Apartemen.
Mengapa aku tidak tinggal dengan orang tuaku saja? Hmmm mereka sudah tidak membutuhkanku. Aku dibuang saat aku masih berumur 6 tahun. Pada awalnya aku dititipkan pada Kakek yang super kaya tetapi semakin aku beranjak dewasa aku semakin tidak nyaman dengan kehidupanku.
Memang kalau dipikir pikir segala kebutuhanku tentu saja akan terpenuhi tapi aku juga ingin bekerja keras dan merasakan apa yang dirasaakn orang lain. Sengsara, Melarat, Dihina, Dibenci. Aku sudah merasakan semua itu.
"Hei pabbo cepat kamu bisa telat Young!!" Wendy menjambak rambut pendekku.
"Aisshh nee neee arraseoo Unnii" Aku segera berlari ke kamar mandi untuk bersiap siap.
Ah ya aku sekarang sudah berhenti di klub itu. Aku sudah bekerja di restaurant dan bekerja di mini market untuk part time. Begitu juga dengan Wendy , kini dia menjadi pemilik restaurant di Gangnam. Restaurant Ice Cream miliknya cukup terkenal di kalangan remaja sehingga pendapatan Wendy sedang naik naiknya.
Wendy sudah berjanji padaku untuk mentraktir jika nanti sudah sukses.
"Wah Sooyoung kau sedikit telat ya hari ini" Sambut beberapa pegawai saat aku masuk ke dalam restaurant bernama CHICKEN WINGS.
"Haha iya maafkan aku semua" Aku membungkuk beberapa kali.
"Yah karena kamu telat jadi kamu harus tutup toko ya nanti sore?" Sudah biasa bahwa pegawai yang paling sore datang maka akan menutup toko.
"Hmm arraseo Bos!" Sial sekali diriku yaampun.
"Sooyoung! Bisa nggak kamu ngirim ini ke alamat yang udah tertulis? Aku lagi sibuk nih" Irene, salah satu pegawai yang paling ku sukai memberiku secarik kertas berisi alamat.
"Eii bukannya ini gedung pernikahan?" Tanyaku kepada Irene.
"Wah benarkah? Emm sepertinya begitu, tolong antar yaaa" Irene mendorong box ayam yang sudah siap diantar.
"Yasudah kalau begitu aku berangkat yaa"
Gedung Art Distric 24, Gangnam
Atas nama Oh Sehun
0103476590
Aku tiba di Gedung yang tertera, kelihatannya sedang ada pernikahan tapi awas saja kalau ini hanya mengerjai. Akan kupatahkan tulang tulang orang gila yang sudah memesan.
Aku segera memasuki pintu yang terbuka lebar untuk tamu tamu undangan. Ah masa bodoh pakaianku sekarang adalah sebagai tukang pengantar.
"PERMISI ADA YANG PESAN AYAM?"
Aku berteriak sekeras mungkin agar pemesan datang mengambil makanannya.
"Aigoo aku minta perempuan paling cantik di Chicken Wings untuk mengantarnya tapi kenapa kau yang muncul?" Lelaki yang tiba tiba datang bersama kedua temannya itu kini mengambil paksa pesanannya.
"Kalau seperti ini aku tidak mau bayar" Ujar salah satu dari mereka.
"Jumlah semuanya adalah 200ribu" Aku mempersiapkan tanganku untuk mengambil uang bayaran yang seharusnya ia keluarkan.
"Sudah kubilang aku tidak mau bayar!" wow, dia baru saja membentakku. Semua tamu undangan sekarang mundur untuk menyaksikan ku.
"YA! KAU! KAU PIKIR MUDAH MEMBAWA PESANANMU YANG BANYAK INI DENGAN MENGENDARAI MOTOR DARI CHICKEN WINGS SAMPAI KESINI?APA HANYA INI YANG KAU BISA LAKUKAN? MEMBUANG BUANG UANG MEMBUANG BUANG WAKTU DI TEMPAT SEPERTI INI? SEBAIKNYA KAU BAYAR ATAU AKU AKAN MEMATAHKAN TULANG LEHERMU SEKARANG" Aku menjambak orang yang ternyata bernama Oh Sehun.
"Aakhh Appoo Arraaa arraa aku akan bayar" Sehun mengeluarkan dompet dari sakunya.
Aku segera menerimanya.
"MAAF JIKA MENGGANGGU KENYAMANAN KALIAN SEMUA" setelah aku meminta maaf aku segera meninggalkan gedung itu.
Taeyong POV
"Taeyong! Ku dengar kau sedang tidak niat untuk cari pacar ya?"
"wah seorang Taeyong akhirnya bisa jomblo juga"
"Taruhanku yang kemarin ayo bayar 100 ribu karena Taeyong jomblo"
Teman temanku terus menerus menggoda statusku. Ya aku memang dikenal Playboy. Karena aku tidak bisa lepas dari kehidupan asmara. Misal saja aku putus dengan seorang yeoja kebesokan harinya juga aku pasti akan mendapatkan yang baru.
Tak ada yeoja yang bisa menghindar dari pesonaku. Ya, mau bagaimana lagi. Aku Tampan, Kaya, Cucu kedua dari perusahaan tersukses di Korea. Tidak akan ada Namja yang bisa mengalahkan pesonaku.
Setiap yeoja yang baru ku putus mereka akan mendapatkan satu hadiah dariku. Mobil? Rumah? Perhiasan? Apapun itu aku dapat membelikannya.
"Hei bagaimana kalau kita bertaruh sekarang?" Seruku mengambil perhatian teman temanku.
"Aku akan mengencani Yeoja yang pertama masuk dari pintu itu" Aku menunjuk pintu masuk para undangan pernikahan yang kuhadiri.
"Bro, tidak perlu memaksakan diri" sahut salah satu dari mereka.
"Tenang saja aku lelaki yang memegang perkataanku" Jawabku percaya diri.
Kini aku ditemani kedua temanku menunggu datangnya yeoja beruntung yang akan kukencani.
Aku melihat ada tukang antar yang masuk begitu saja melewati pintu depan. Dia membuka helmnya.
Oh god dia yeoja.
"Emm kalau kau mau mundur nggak masalah yong" tambah temanku yang juga menyaksikan yeoja berambut sebahu itu.
"Tapi kalau dilihat lihat dia cukup cantik yaaa.. tidak secantik mantan mantanmu itu" temanku mengomentari lagi.
Kelihatannya yeoja pengantar ayam itu sedang mencari pelanggan yang telah memesan. Tak lama aku lihat Oh Sehun datang untuk mengambil pesanan itu. Tapi pertengkaran dimulai. Aku melangkahkan kaki maju untuk melerai sekaligus membela yeoja itu.
"Hei tidak usah tergesa gesa biarkan mereka selesaikan urusannya dulu"
BUGHHH!!
Aku kembali melihat kearah pertengakaran tersebut dan ternyata yeoja itu sudah memukul Oh Sehun dengan sangat keras. Woow daebak baru pernah aku melihat yeoja yang tidak tertarik dengan Oh Sehun.
Yeoja itu segera berlari keluar dari gedung ini. Aish aku lupa tidak meminta nomernya.
"Guys aku duluan" Aku berlari untuk mengejar yeoja itu tapi sayang ia sudah tak terlihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinderella And The Prince
FanficAku tak menginginkannya -Sooyoung- Setidaknya aku dapat menghindari .. -Taeyong-
