2

8.3K 444 19
                                        

Hai hai semuaaaaa...
Makasih banyak yang udah comment , vote dan baca cerita ini .

uuuuu... ga nyangka bgt
yeyeyey ... peringkat ceritanya naik😍😍😍
awalnya lbh dri 100 ... hari ini #28
uyey.

Love you 😘😘😘

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛
- - - - - - - - - -

"Itu sangat sederhana. Aku akan membuatmu mati di dunia ini. Tidak ada lagi bantahan, kau akan ikut denganku."
Aku hanya menunduk sedih , aku menggigit bibirku agar airmataku tidak jatuh , tapi ahkirnya aku menangis. Aku tidak mau dianggap mati, aku tak ingin melihat wajah sedih mereka ketika kehilanganku.

Tapi apa yang bisa aku perbuat , untuk melawan Drake?.

Tidak ada.

_________________________________________

"Rose, aku tahu segala hal tentangmu. Aku bisa membuat manusia mati di tanganku dengan mudah. Jadi turuti saja apa mauku."

"Tapi, t-tapi. Aku masih ingin hidup di dunia ini . Aku masih ... aku tidak akan pergi kemanapun , aku tidak akan kemana-mana. Ini rumahku , tempat tinggalku. Aku tidak ingin pergi , Drake. Aku memohon kepadamu."

Aku sebenarnya takut , tapi aku berusaha membantahnya mati-matian. Aku hanya sedih , walaupun aku memang selamat dari kematian, tapi mengapa semuanya ini membuatku malah tambah menderita.

"Rose yang malang , air matamu tidak ada gunanya dihadapanku. Lagi pula kau hanya mati di dunia ini. Bisa dibilang ini hanya kematian palsu. Jadi bersiap-siaplah besok untuk hari kematianmu."

Drake tiba-tiba berjalan mundur dan menghilang di tengah bayangan diriku.

Aku hanya bisa terduduk dan menangis , rasanya sangat sesak, sangat sakit . Apakah aku akan dianggap mati? , Apakah orang tuaku akan sedih ? .

"Apa yang harus aku lakukan ,apa yang harus aku lakukan."

Seharian hanya aku habiskan untuk menangis, aku merasa pikiranku buntu, aku tidak bisa berfikir jernih. Yang aku pikirkan adalah

Besok Aku Akan Mati.

Pada malam harinya , aku mencoba sedikit lebih tenang, tapi aku tidak bisa. Bayangan masa lalu saat aku bersama teman-temanku , orangtuaku, keluargaku mulai bermunculan.

Aku merasa sangat beruntung memiliki keluarga seperti mereka , walaupun orangtuaku tidak bersamaku. Tapi saat ini aku merasa sangat bersyukur , bersyukur atas semua hari-hari yang pernah aku lewati.

Aku memutuskan untuk menulis surat kepada orangtua dan teman-temanku , berharap mereka akan menemukannya saat aku sudah mati.

"Untuk Ane dan Jane. hai , maafkan aku . Aku tahu aku bodoh tapi apakah hal yang lucu apabila aku mengatakan sebenarnya kalian menang? aku mengaku kalah ,mereka memang ada. Aku akan merindukan kalian . Maafkan aku."

FALLING IN LOVE WITH VAMPIRE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang