[ON HOLD - ON EDITING]
gimana rasanya ketika lo suka dibaperin sama sahabat cowok lo?
terbang? atau meleleh?
atau parahnya lo suka sama sahabat cowok lo itu?
(Namakamu) Ashalina Aqilla adalah definisi dari cewek yang suka kena baper sahabat cowokn...
"Selagi gue bisa, gue bakal bantuin lo. Emang, lo perlu bantuan apa?" tanyaku padanya.
"Gue mau nembak Aisyah. Gue mau nyatain perasaan ke dia. Gue udah lama suka sama dia, (Nam)," jelasnya.
Deg.
udah keduga bakalan kaya gini sih akhirnya Batinku.
"Ohh, bagus dong. Lo harus tembak dia, kalo nggak nanti di ambil orang" kayak aku.
"Tapi gimana (Nam)? Gue takut ditolak."
"Ri, kegagalan adalah proses menuju kesuksesan. Lo tau kan peribahasa itu?" tanyaku.
"Iya sih, tapi ---" ucapannya kupotong.
"Nggak ada tapi-tapian! Pokoknya besok siang lo harus ke rumah gue, kan besok sabtu, jadi kita bisa susun rencana," jelasku. Dia hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Makasih, (Nam). Lo emang sahabat terbaik, gue," ucapnya sambil tersenyum lebar dan tulus.
Aku hanya mengangguk. Rasanya aku ingin menumpahkan air mataku saat ini. Tapi, segera kutahan karena tidak mungkin aku menangis didepan Ari.
Gimana gue gak bisa nolak coba, Ri? Gue bahagia asalkan lo bahagia. Gue seneng kalo lo seneng. Karena kebahagiaan gue ada pada lo. Ya walaupun gue harus nahan rasa sakit ini. Batinku.
"Ri, udah malem. Gue mau tidur dulu ya. Jangan lupa besok datang ke rumah. Good night, bye, Ri," ucapku. Lalu kulangkahkan kakiku memasuki kamarku.
Aku tak mendengar balasan dari Ari. Aki langsung menenggelamkan wajahku di bantal dan berteriak sekeras-kerasnya.
Kenapa ini begitu sakit?
Kenapa ini begitu sesak?
Kenala ini begitu menyakitkan, sampai-sampai aku mengeluarkan air mataku?
Kenapa aku begitu terpukul mendengar berita ini?
Harusnya aku senang, tapi, kenapa aku malah bersedih?
Karena aku mencintai Ari.
Aku mencintainya.
Tapi, aku tak bisa mendapat balasan darinya.
Aisyah adalah orang yang tepat untuknya.
🌞🌞🌞
Hari ini hari Sabtu. Hari dimana aku akan membuat rencana untuk Ari karena ia akan menembak Aisyah.
Ya ku akui aku sangat sakit hati, tapi mau bagaimana lagi? Toh, Ari memang tidak mencintaiku.
Aku akan melakukan apapun yang membuatnya bahagia. Dan mungkin akau akan mengorbankan perasaanku untuk kebahagiaannya
Disini lah aku, duduk manis di ruang keluarga dengan mata memandang kosong kedepan.
Bunda dan Ayah sudah pulang semalam. Aku tidak bisa menyambutnya karena aku sudah tertidur.
Suara ketukan pintu menyadarkanku, aku langsung membuka pintu ternyata itu Ari.
"Hai, Ri. Masuk," ajakku. Dia mengangguk.
"Mau minum? Atau camilan? Bentar gue ambilin dulu."
Aku sudah mengambil dua gelas orange juice dan beberapa camilan basah dan kering.
"Oke, jadi gini, Ri. Lo mau nembak dimana? Di sekolah apa di cafe?" tanyaku terlebih dahulu.
"Gue sih pengennya di Sekolah, biar anak-anak tau," ucapnya. Aku hanya mengangguk.
"Berarti, rencana ini bakalan di lakuin hari senin kan? Jadi, gini rencananya ---"
🌞🌞🌞
Hayoh, digantung! Kagak enakkan? Apalagi digantungin sama Gebetan or DOI kite. Hiks :'(
Kek jemuran aja ya? Digantungin kagak diangkat, diambil orang aja marah-marah -_-
Jangan Lupa VOTE and COMMENT gengges, karena satu comment dan vote dri kalian sangat berarti bagi kami yang membutuhkan-eh?