Orland keluar dari kamar rawat Fey sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya, ini pertanda bagus, karna kembarannya menetapkan satu wanita yang akan mengisi tempat tidurnya, lalu bagaimana dengan hatinya? Aku harap dia juga berhasil mendapatkan hati kembarannya itu. Orland yakin bahwa Fey adalah wanita yang nantinya akan membuat Arnold sadar akan profesi yang ditekuninya itu salah dan semoga saja wanita itu dapat menghentikan profesi kotor kembarannya, sebelum para polisi menangkapnya. Karena profesi seperti mafia narkoba sangatlah tidak patut dikerjakan.
Ini juga pertanda jelek bagi wanita itu, karna dia harus rela melayani seluruh nafsu bejat Arnold.
Apa yang harus aku lakukan? Menolong wanita itu keluar dari jebakan Arnold, atau menjadikannya alat untuk kebaikan Arnold sendiri? Orland berpikir dengan keras, sehingga dia memutuskan untuk memilih kebahagiaan kembarannya daripada wanita itu, karena menurutnya, jika kembarannya bahagia, wanita itu juga pasti akan bahagia, entah darimana keyakinan itu, yang pasti Orland sangat yakin akan hal itu.
Orland berencana untuk membuat keintiman mereka menjadi lebih dekat, dengan begitu kembarannya akan segera sadar dengan perasaannya, dan juga wanita itu dapat secepatnya benar-benar jatuh cinta kepada Arnold, bagaimana pun caranya.
Orland pun pergi menjauh dari pintu kamar rawat Fey menuju apotek terdekat, Orland ingin membeli sesuatu yang akan membuat keintiman itu benar-benar terjadi, berhasil atau tidaknya itu urusan belakang.
Sementara itu...
Di kamar rawat Fey, Arnold masih menatap sinis kearah Fey yang sedang tertunduk takut. Perkataan Arnold tadi membuatnya ketakutan, dia tak dapat lagi kabur, bahkan kabur ke dunia lain pun, dia akan masih dikejar.
"Apa kau tau?" Arnold mengangkat dagu Fey agar bisa menatapnya. "Kau melakukan hal bodoh seperti ini untuk apa? Agar aku melepaskanmu? Hahahha ... in your dream beb" Arnold mencium kasar bibir Fey, sampai seketika terdengar dering telfon di sakunya. Arnold mengangkatnya sambil berlalu menjauh dari kamar rawat, supaya dia bisa mendengar suara penelepon dengan jelas.
Setelah kepergian Arnold, Orland kembali masuk kamar rawat Fey dengan sebotol obat cair, Fey tidak mengetahui itu obat apa, yang pasti setelah sampai disisi ranjang Fey, Orland langsung membuka tutup botol itu, dan mengisinya kedalam suntikan baru yang dibelinya bersama obat tersebut, setelah diyakin suntikan itu sudah penuh dengan cairan di dalam botol, Orland langsung menyuntikkannya ke arah kantong infus milik Fey.
"Apa itu? Apa yang kau masukkan kedalam infusku?" Fey menatap bingung terhadap apa yang dilakukan Orland.
"Hanya sesuatu yang sangat manis, dan kau akan menyukainya, bahkan kau akan menikmatinya dengan seluruh gerak -gerik tubuhmu, believe me.." Orland mengedipkan sebelah matanya kearah Fey, sebelum dia membereskan obat dan suntik tersebut, kemudian keluar ruangan, sebelumnya dia berpapasan dengan Arnold di luar, dan dengan sedikit senyum kemenangan kearah Arnold.
Arnold merasa akan terjadi sesuatu yang tidak baik sebentar lagi, Arnold segera mengenyahkan pikiran itu, lalu meneruskan langkahnya masuk ke kamar rawat Fey.
Setelah masuk, dia melihat Fey yang sedang mengibas-ngibaskan tangannya ke sekitar leher, dia merasa tubuhnya seperti terbakar.
Kenapa dia??Arnold bertanya-tanya.
"Hhh... panas... hhh.."Fey megap-megap akibat panas disekitar tubuhnya.
Arnold menghampiri Fey, dan memeriksa suhu tubuh Fey, yang normal-normal saja, tapi kenapa dia merasa kepanasan?
Jangan-jangan obat perangsang? Pikir Arnold
Arrggg... pasti ini kerjaan Orland, dasar kembaran gila, apa yang harus aku lakukan? Jika aku tak melakukan itu sekarang, bisa gawat dengan keadaan Fey nanti, ini semua gara-gara Orland, aku akan beri dia pelajaran setelah ini. Arnold terus memaki-maki kembarannya sambil berlalu kearah pintu kamar rawat Fey, kemudian menguncinya dari dalam.
"Ahhh... gerah... hhh.." Fey memutuskan membuka bajunya, dia tidak peduli di depannya ada Arnold, yang terpenting tubuhnya tidak terbakar seperti ini.
Arnold kembali mendekati Fey, setelah tadi sempat meminta infus baru kepada salah satu perawat yang kebetulan lewat, dan memintanya mengirimnya setelah beberapa jam, karna Arnold harus menuntaskan gairah Fey terlebih dahulu.
Arnold segera mencumbu bibir Fey, dan tanpa disangka Fey mengalungkan kedua tangannya ke leher Arnold dan membalas setiap perbuatan bibir Arnold yang bermain di mulutnya, mendapat balasan dari Fey, Arnold memperdalam kulumannya pada bibir Fey dan sedikit melumat bibir ranum Fey, ingin segera ia selesaikan ini, karna ini bukan di kamarnya, tapi di rumah sakit, dia tak ingin orang lain tau.
Ini semua gara-gara Orland.. Ahh~~ disela-sela ciumannya Arnold masih menyumpah serapah Orland, yang saat ini mungkin sudah pergi entah kemana, meninggalkan kembarannya dengan penyiksaan ini.
Arnold meneruskan kegiatannya membuka baju pasien Fey dan menanggalkan semuanya, agar pekerjaan ini segera selesai, karna sebentar lagi Arnold harus menghadiri meeting di salah satu klein nya di sebuah hotel yang kebetulan dekat dengan rumah sakit ini.
Setelah melepaskan semua kain yang melekat di tubuh Fey, Arnold segera memindahkan cumbuannya kearah payudara Fey, kemudian mengulum puting merah muda milik Fey, disertai desahan seksi yang terdengar dari mulut Fey, kemudian tangan kanannya terus meluncur dari perut Fey menuju sumber kenikmatan milik Fey, setelah menemukannya, Arnold memasukkan jarinya kedalam kewanitaan Fey.
"Ahh... shhh.." Fey mendesah kenikmatan saat tangan Arnold mengobrak-abrik tempat sensitifnya.
"Mendesahlah sayang, sebut namaku.. humm" Arnold membisikannya di telinga kiri Fey, kemudian mengulum telinga kirinya.
Arnold tidak sabar lagi, dia lalu melepas celana panjangnya, kemudian diikuti boxer, tanpa melepas baju atasannya, karna dia benar-benar dikejar waktu.
Tanpa menunggu persetujuan Fey, Arnold segera memasukkan seluruh batang kejantanannya kedalam kewanitaan Fey, kemudian menyodok kewanitaan itu dengan sangat bernafsu, tanpa memperdulikan desahan-desahan kasar dari Fey.
"Ahh... Arnold... shh... hhh..." Fey mendesah nikmat.
"Teruslah mendesah sayang... karna sebentar lagi kau takkan pernah melupakan hal ini seumur hidupmu..." Arnold terus memaju mundurkan penisnya di dalam lubang vagina Fey.
Menurut Arnold Fey begitu sangat nikmat, bahkan ini pertama kali baginya, menikmati seorang wanita untuk kedua kalinya, biasanya dia hanya memakainya cuma sekali, dan mengisi waktu luangnya dengan melakukan one night stand di club langganannya, tapi sekarang, dia tak memerlukan tempat itu lagi, karna dia sudah memiliki pelacurnya sendiri.
"Ahh... kau begitu memabukkan sayang.. tapi sayangnya kita harus berhenti sekarang, karna aku ada meeting dengan kolegaku..." Arnold melepaskan Penisnya setelah melalui orgasme yang sangat luar biasa.
Tok... tok.. tok...
Sepertinya itu suster yang membawa infus baru untuk Fey pikir Arnold sambil memakai lagi pakaiannya, dan menutupi tubuh polos Fey dengan selimut, lalu membuka pintu ruangan, agar suster bisa memasang infus baru tersebut.
Perawat itu kebingungan saat melihat infus Fey masih tersisa setengah.
"Tapi pak, infus bu Fey masih tinggal setengah, kenapa bapak meminta infus baru?" perawat itu bertanya dengan bingung kepada Arnold.
"Cepat ganti, atau aku akan benar-benar telat meeting-" karna harus menuruti gairah Fey, gara-gara obat perangsang yang dicampur di infus Fey lanjut Arnold di dalam hati.
"Ba-baiklah pak..." perawat itu sengan sigap mengganti kantong infus Fey dengan yang baru, lalu membawa keluar infus yang masih tinggal setengahnya.
"Kalau begitu aku pergi dulu" Arnold mencium dahi Fey yang sedang tidak sadarkan diri, karna pelepasan yang luar biasa tadi. "Kau tadi sangat menggairahkan.." bisik Arnold di telinga Fey, lalu pergi meninggalkan kamar rawat Fey.
To Be Continue...
Kabar gembira untuk kita semuaa... the unlucky kini telah dilanjuttt wkwkwkkw
Jangan lupa vote dan comment... biar author semangat post nya meskipun ini repost an sih wkwkwk
Salam sayang dan cinteahhh dari duo authorAprilia dan Marisa

KAMU SEDANG MEMBACA
The Unlucky Girl [Complete]
AléatoireKALIAN MASIH MAU BACA THE UNLUCKY GIRL? TENANG SAJA, KALIAN BISA MEMBACANYA SECARA GRATIS DI APLIKASI DREAME SEKARANG. SELAMAT MEMBACA 😂😂 Cerita kolaborasi Aprilia dan Marisa Freya Tiffany Mandle, seorang gadis yang beruntung mendapatkan beasiswa...