Chapter 11 - Samantha

620 33 7
                                        

Marc

Keesokan paginya aku bangun sekitar pukul 8 pagi dan segera pergi untuk mandi. Setelah itu, aku memakai hoodie abu-abu dan celana yang serupa warnanya sebelum turun ke lantai bawah.

Ketika aku sampai didapur, aku mendengar orang yang sedang berbicara dan tertawa dan aku sadar bahwa Sofia sudah bangun. Saat aku masuk, aku melihatnya sedang berbicara dengan Mama Jen sementara Louisa membersihkan meja makan.

"Selamat pagi honey" Mama Jen menyapaku ketika dia melihatku.

"Selamat pagi Mama Jen, pagi Sofia" kataku.

"Pagi" katanya dan aku duduk di kursi yang ada di pinggir meja dan berkedip kepada Louisa yang seketika pipinya merona dan langsung berbalik.

Louisa adalah gadis yang innocent diluar tapi sungguh mengerikan didalam. Dan mengerikan dalam artian ketika berada di ranjang. Maksudku, aku tahu ini jadi kalian tahu apa yang pernah aku lakukan padanya.

Mama Jen datang dan meletakan piring yang penuh dengan 3 pancake untukku dengan sirup maple diatasnya.

"Wow, aku merindukan ini" kataku lalu mengambil sendok dan garpu.

Pancake Mama Jen adalah yang terbaik yang pernah aku makan.

"Sofia yang membuatnya" Mama Jen tersenyum.

"Oh" Aku sedikit merasa kecewa karena aku sudah berpergian selama dua minggu tanpa pancake favoriteku tapi kekecewaanku seketika menghilang ketika aku mencoba memakannya.

Mataku melebar dan aku melihat Sofia yang duduk di sebrangku juga sambil menyantap sarapannya.

"Wow, aku pikir hanya Mama Jen yang sanggup membuat pancake terenak didunia. Ternyata aku salah" kataku dengan mulut yang penuh dengan pancake. Sofia tersenyum.

"Ibuku yang mengajariku untuk memasak, dan pancake adalah yang pertama aku pelajari" katanya.

Dua detik kemudian, Mama Jen membawa Ester, Phil dan Peanut ke dapur dan tebak..

Mereka bertiga semua berlari kearah Sofia dan dia mengangkat mereka semua dan meletakannya di pangkuannya.

"Aku lihat sepertinya kau sudah bertemu dengan mereka sebelumnya" kataku dan mereka tersenyum.

"Oh dan kami juga mandi busa bersama" katanya kemudian bermain dengan mereka.

Aku berharap aku adalah satu diantara mereka....

"Ester dan Phil sudah melupakan ayah mereka rupanya" kataku keras dan mereka berdua langsung menoleh kearahku dan menyadari bahwa aku ada disini juga. Mereka menggongong dan mencoba melompat ke arahku. Aku tertawa dan membawa mereka ke pelukanku dan mencium kepalanya.

"Merindukan ayahmu huh?" kataku dan mereka berdua menjilati setiap inchi wajahku.

Setelah aku meletakan mereka di pangkuanku, Peanut juga ikut bergabung.

"Sepertinya mereka sudah bersahabat" kataku.

"Mulai sekarang aku harus menjada ketiga anjing nakal ini sepertinya" Mama Jen berseru sambil membersihkan counter dapur dan aku dan sofia tertawa kecil.

Aku kembali memakan pancakeku dan ketika aku selesai, Sofia mengambil piringku dan piringnya dan menuju ketempat pencucian. Mama Jen dan Sofia langsung masuk dalam percakapan sambil mencuci piring-piring.

Aku tidak ingin Sofia melakukan pekerjaan itu tapi aku suka melihatnya akrab dengan Mama Jen. Aku melotot kearah Louisa, memberitahunya untuk pergi dan mencuci piringnya.

Louisa berkedip seribu kali saat dia berjalan menuju Sofia.

"Mrs. Marquez, biarkan aku saja yang melakukannya" dia berbicara dalam suara rendah.

Closer (DISCONTINUED)Stories to obsess over. Discover now