Chapter 2

19.3K 1.2K 19
                                        

Seusai kejadian itu akhirnya dengan berat hati Alan merestui Aldra dan Hana untuk menikah. Walau sekejam apa pun, Alan tetaplah seorang manusia. Dirinya tidak tega kalau cucunya akan menjadi anak tanpa seorang ayah, dan mendapatkan kehidupan miskin bersama Ibunya, tentu Alan tidak menginginkan itu, Alan merestui Aldra untuk menikahi Hana, itu pun berkat seorang bayi yang berada di perut Hana. Bukan berarti Alan melupakan kebenciannya terhadap Hana, kebencian itu masih ada dan sepertinya bertambah parah.

Mendengar kabar baik itu, akhirnya Aldra dan Hana pun langsung menikah, Mereka hanya menggelar pesta pernikahan sederhana, hanya tamu-tamu penting Gotardo, dan sahabat-sahabat dari kedua mempelai yang hadir, tapi bagi Aldra itu tidak masalah, yang terpenting mereka sekarang sudah menjadi sepasang suami istri yang sah.

Aku mencintaimu.

Kata-kata itu yang terus Aldra lontarkan untuk istrinya di setiap malam, membuat kedua pipi istri cantiknya selalu bersemu karena ulahnya dan membalas kata-kata romantis suaminya dengan tak kalah romantis pula, membuat senyum Aldra tidak henti-hentinya mengembang.

Tetapi dunia memang sedang tidak memihak dengan mereka, kebahagian itu hancur dengan kabar yang membuat seorang Aldra tercengang tak percaya.

Di usia ke hamilan Hana yang menginjak tujuh bulan, wanita itu mengalami kecelakan yang membuat kehidupan mereka runtuh seketika. Hana keguguran dan bayi mereka pun tidak terselamatkan. Dan yang paling membuat kehidupan mereka begitu menyakitkan dan terlalu sulit, yaitu vonis dokter yang menangani Hana saat pengangkatan jasad jabang bayi mereka di rahim Hana.

'Istri bapak tidak bisa mengandung lagi.'

Kata-kata itu yang membuat kehidupan mereka seperti dijungkir balikan, Aldra seperti dipermainkan oleh takdir.

Ketika Aldra begitu sulit memperjuangkan bayi dan ibunya untuk ia miliki, sekeras cobaan dan ujian mampu ia lewati. Saat kebahagiaan itu datang, saat dirinya benar-benar menikmati kesuksesan dari segala perjuangannya, dengan seketika takdir pun mendorongnya jatuh ke dasar jurang terdalam melebihi dalamnya jurang yang ia lalui seperti dulu. Ini begitu menyakitkan, bahkan mereka sudah bersatu menjadi suami istri, kesakitan itu malah datang lebih parah.

Karena kejadian itu Aldra mulai berubah, dirinya tidak mampu untuk menutupi kesedihannya, sehingga ia lebih memilih mengalihkan kesedihan kepada botol-botol berisi minuman laknat setiap hari, mengabaikan istri yang nyatanya sama hancur seperti yang dialaminya. Aldra mencintai Hana. Tetapi sekarang ia hanya ingin egois sebentar, melupakan semua kejadian menyakitkan di kehidupannya.

"Al hentikan! Kau sudah banyak minum," sentak Kevin teman setia Aldra yang menjadi saksi bisu akan takdir menyakitkan Aldra dan Hana dari dulu mereka berjuang.

Aldra sedikit terkekeh saat mendengar suara kevin, dan memandang sahabatnya dengan wajah yang sudah sangat mabuk.

"Kau tau perjuanganku seperti apa." Tangan Aldra menunjuk wajah kevin, dengan cengesan orang mabuk.

"Karena anakku Ayah mengijinkakanku menikahi Hana." Kembali mencari minuman yang sudah disembunyikan Kevin, lama tidak menemukanya, pria itu mendengus memandang Kevin tajam dan kembali melanjutkan, "Dan sekarang anaku sudah pergi dan Ayah akan mencari cara supaya kami bercerai karena sudah tidak ada harapan lagi, Ayah menginginkan cucu, dan aku tidak bisa memberikannya."

Tangis menyedihkan Aldra pun pecah di hadapan Kevin membuat Kevin menatap sahabatnya prihatin, dirinya sungguh kasihan dengan nasib Aldra dan Hana, dia pun tidak bisa berbuat apa-apa kalau takdir yang ikut campur ke dalam kehidupan percintaan kedua sahabatnya.

"Kau harus tau Al, bahwa yang paling tersakiti adalah istrimu, sudah lama ia ditinggalkan kedua orang tuanya dan sekarang Hana ditingalkan oleh bayinya, dan seorang suami yang dicintai yang seharusnya menuntunnya bangkit dari semua kejadian buruk ini malah menghidarinya dan bermabuk-mabukan di Club hingga tidak pulang, bagaimana perasaannya. Pasti akan sangat sakit kau harusnya sadar!" Bentakan Kevin yang sedikit keras, seolah-olah menampar Aldra dari semua ini.

Secret DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang