*****
1 bulan kemudian..
SYH Fashion Boutique, Building.
POV
Tiffany masih berdiri di ambang pintu ruangan Bora , ia melihat Bora yang sedang menjahit beberapa payet di gaun berwarna merah. Tiffany mendekat ke arahnya dan duduk di samping Bora. Bora menoleh ke arah Tiffany dan tersenyum padanya.
"Bora-ya apa kau masih marah padaku?" tanya Tiffany.
"kenapa aku harus marah?"
"semenjak pesta pertunangan Sooyoung kau tidak sering bicara padaku. aku melakukan kesalahan yang fatal saat ini bukan?" ucap Tiffany. Bora menghentikan kegiatannya dan menghadap pada Tiffany.
"kemarahanku hanya saat itu saja. saat kau bertunangan dengan Dr. Cho aku merasa senang karena akhirnya kau memilih pria yang kau inginkan. aku tidak akan memihak pada siapapun lagi. jika kau mempermasalahkan aku jarang bicara padamu aku rasa kau yang sekarang tidak punya waktu untukku, 2 minggu ini kau selalu pergi bersama Dr. Cho setiap kali aku ingin bicara padamu Dr. Cho pasti ada di ruangan kerjamu atau setiap kali aku pergi ke appartementmu kau tidak ada disana. aku tidak bisa bermusuhan denganmu bukan?" ucap Bora. Tiffany tersenyum lega mendengar ucapan Bora.
"aku minta maaf atas semua kesalahanku.." ucap Tiffany.
"sudahlah.. ini sudah jam pulang , aku harus menemui Donghae oppa. apa kau mau ikut bersama kami?" tanya Bora.
"anniyo, pergilah.. aku juga ingin cepat berada di appartement. " ucap Tiffany.
"baiklah , karena pekerjaanku sudah selesai aku pulang nne.. sampai jumpa besok , ini sudah malam jangan pergi kemanapun.. annyeong.." ucap Bora.
"aku tidak janji.. berhati-hatilah di jalan nne, annyeong.." ucap Tiffany.
Tiffany tersenyum melihat gaun berwarna merah di hadapannya ini. sebenarnya Tiffany ingin sekali mengajak Bora untuk minum bir hari ini, ia merasa sudah lama ia tidak mabuk. Tiffany pun menghubungi seseorang yang bisa ia ajak untuk minum alkohol malam ini.
"yeobseo"
"Kim Kibum.."
"nuguseo?"
"kau tidak mengenalku? kau ingin mati Key? aku Tiffany Hwang.."
"Tiffany noona, mianhae ponselku mengalami kerusakan dan kehilangan beberapa kontak, termasuk kontakmu mian.."
"Key-ah , bisakah kau menemaniku minum bir di Bar yang ada di dekat appartementku? aku rasa kepalaku ingin pecah karena suatu hal"
"astaga kau mengajakku untuk mabuk bersama? baiklah , kajja .. aku akan kesana sekarang nne , kita bertemu disana saja.."
"baiklah , gomawo.. annyeong"
"nde , annyeong"
Tiffany pun menutup sambungan telponnya dan tersenyum mengingat sesuatu tentang seorang pria bernama Kim Kibum yang sering ia panggil dengan nama Key. Key sudah ia anggap seperti adiknya sendiri, karena saat Tiffany memutuskan tinggal di Korea seorang diri, keluarga Key memintanya tinggal bersama karena Tn. Kim dan Tn. Hwang adalah rekan bisnis saat itu. namun setelah Tiffany mengembangkan bisnisnya ia memilih tinggal sendiri di appartement.
*****
POV
Tiffany memarkirkan mobilnya depan Bar dekat appartementnya. Tiffany keluar dari mobilnya sambil mengedarkan pandangannya mencari Key. Tiffany mengambil ponselnya mencoba menghubungi Key namun tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, ia pun menoleh ke belakang dan tersenyum pada seorang pria di hadapannya saat ini.
