Biar pedang menancap di tubuhku,
andai aku tak bisa beranjak dari kesalahan
tak ada cahaya ataupun permata,
hanyalah ada kata dan rasa rendah dalam jiwa
kekurangan yang slalu terbuka, malah ocehan jiwa yang terus membara
oh Robbana. alangkah hinanya,
aku yang hanya bisa berkeluh kesah dalam setiap langkah
meratap hidup dalam do'a ku slalu mengadu,
akan kenyataan yang tak seindah dengan harapan
yaa robbanaa.. kenapa dariku tak ada yang bisa di andalkan,
hanyalah beban dan keterbatasan
tiada hal yang membahagiakan dariku,
selain kebohongan yang ditutup dengan berbagai kebodohan
aku yang sangat mengharapkan cinta dariMu dan rosulMu
walau pun ku sadar aku hanyalah orang yang selalu terbakar,
terbakar oleh sifat kebodohan dan sifat ketidak ber adaban yang ku lakukan
namun kenapa... yaa robbana..
kau tetap mengasihi dan menjagaku...
Engkau buka kan kekuranganku, aku malah mengeluh kepadaMu
sedangkan Engkau slalu mengirimkan orang yg selalu menutupi kekuranganku
yaa robbanaa....
ketika Engkau tutupkan kelebihanku, aku malah mengadu kepadaMu...
aku meminta bagai seorang tauladan sedangkan tiada nyata dalam kehidupan
namun Engkau masih tetap menjagaku dari aib2ku. walau Engkau maha tau..
akan payah nya aku, rendah nya aku, dan hina nya aku
tiada daya dan tiada upaya yaa robbanaa...
di suatu malam dalam keheningan,
tiada rasa selain rasa tak berdaya..
tetesan air mata bergelimang kerana tiada bisa dalam bertaqwa
untuk menjadi hamba yang sempurna
renungan hati dan cacian diri selalu menghujani tiada henti
inginku jadi seorang yang berbakti,
namun nyata tiada daya untuk bahgia ,untuk diri sendiri pun ku tak bisa
ku sungguh malu terhadap rosulMu, akan tak bisa nya aku menjadi seorang tauladan seperti umat yang mengikuti ajaran rosulMu
do'aku yaa robbanaa...
semoga seruanku terhadap rosulMu Engkau jadikan tali agar ku tetap berada dalam keselamatanMu..
walau kehinaan, kepayahan dan keterbatasan yang aku punya
aku akan slalu berusaha untuk merubahnya
karna yang aku tau dan hanya bisa ku percaya,
hanya padaMu aku akan kembali.
