Dari Kebahagiaan

11 0 0
                                        

malam ini ku terbaring tuk istirahat dari segala hal yang ku lakukan dan ku fikirkan..

Aku yang sakit tiada bisa tuk berjalan sebagaimana orang lain lakukan.

Hal yang terindah ialah ketika angan menjadi hidup dengan harapan dan di sertai dengan kenyataan.

Namun tiada aku bisa menjadi diriku setelah sekian lama ku terlena oleh dunia.

Aku lelah.. aku merasa menyerah..

Ketika setiap langkah yang biasa ku terjang dengan lillah namun kini terasa bercampur dengan rasa memaksakan di dalam diri..

Tiada semangat yang membara..

Walau air mata tak mungkin ku jatuhkan hanya karena sebuah kesedihan di alam dunia yang fana.

Namun apa daya..........

Saat teringat sosok orang tua yang mesti nya ku buat bahagia. sampai dari salah satu dari mereka pulang kepadaNya, ku tetap tak bisa buat mereka bahagia.

Ku tanya apalah yang bisa buatmu bahagia bunda?

jikalau kau inging ku jadi anak sholeh ku akan terus berjuang.

Namun apa jawabnya?

Bunda hanya berpesan, bunda senang jikalau kau berusaha menjadi anak sholeh. Namun kau jangan lupa, kau adalah manusia biasa.. sebagai mana ayah dan bunda. bunda dan ayah yang disana kan slalu berdo'a untuk itu dan juga untuk kebahagiaanmu.

Apalah yang kau inginkan bunda?

Jawabnya "ku hanya ingin kau bahagia".

Jatuhlah air mataku. Teringat ucapan seorang bunda dan angan2 dari seorang ayahanda di alam kubur sana.

aku yang tak menjatuhkan air mata hanya tuk perkara dunia kini kumenangis karenaNya.

Bunda.. ayahanda.. andai kalian tau aku yang selalu bersedih dan itu hanya karena sebingkah permata dunia aku meratapi keterpurukan yang tiada tara.

Mungkin kalian takkan rela..
Namun apadaya.. ku masih tak bisa bahagiakan mereka.

jikalau bahagia mereka adalah bahagiaku. Tolong rahasiaka ini dari mereka yaa robbanaa..

Sungguh kuingin mereka bahagia . Ku kan berusaha tuk bahagia nyata.
Dan itu karena bahagiaku adalah bahagia mereka

karena nyatanya ku slalu patah asa di belakang mereka.

Kuatkan aku yaa robbanaa. berikanlah aku bahagia nyata. untuk ku buang hidup yang penuh dari sbuah penceritraan

Karena bahagiaku adalah bahagia mereka.

Rahasiakan ini yaa robbana. sampai aku sungguh bisa berbahagia.

Karena ku sungguh mencitai dan menyayangi mereka. Yaa robbanaa

Mereka adalah penyemangatku dari kebahagiaan

#

Kertas KusamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang