Prolog: A new life [Remake]

4.9K 221 24
                                        

London, 2091.

Langit di luar apartemen Seraphina tidak pernah terlihat sama lagi sejak tragedi itu. Cahaya biru elektrik dari drone-drone pengawas yang melintas memberi kesan pada langit malam tak pernah gelap sepenuhnya. Kota ini tampak hidup, namun jauh di dalam lubuk hati Seraphina, hanya ada kehampaan yang tak pernah terisi.

Sejak kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan yang tidak wajar, Seraphina merasa terjebak di antara dua dunia—dunia yang ia kenal, dan dunia baru yang dipenuhi dengan kesepian dan kebingungannya sendiri. Segalanya berubah, dan meskipun ia terus berusaha bergerak maju, ada hal yang terus mengganggunya, seperti bayangan yang tidak pernah benar-benar hilang.

Suara aneh sering terngiang-ngiang di kepalanya—kadang terdengar lembut, kadang keras dan mendesak. "Seraphina, sesekali lihatlah dunia ini dengan mata yang berbeda," kata suara itu, seakan-akan ingin mengajarkan Seraphina untuk melihat dunia dari sudut pandang yang baru, yang lebih gelap.

Terkadang suara itu datang di malam hari, saat Seraphina terjaga dan merasa terjebak dalam ketidakpastian. Ia akan terbangun dalam gelap, terengah-engah, dengan rasa takut yang tak jelas sumbernya. Apa yang terjadi saat aku tertidur? Apakah aku... berbuat sesuatu yang tak kusadari?  Itu adalah pertanyaan yang selalu muncul setiap kali ia merasa kehilangan waktu.

Hari-hari berlalu dengan kekosongan. Seraphina melanjutkan hidupnya, pergi ke sekolah, bertemu teman-teman, berusaha untuk terlihat normal. Tapi saat malam tiba, dan dunia luar terdiam, sebuah rasa takut yang dalam menggelayuti dirinya. Ada sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan, sesuatu yang mengancam untuk menguasainya—seseorang yang selalu hadir di kegelapan pikirannya.

Dia berpikir bahwa itu hanyalah gangguan psikologis. Hanya perasaan akibat trauma. Hanya hal-hal yang datang dengan kehilangan. Tapi ketika ia mulai kehilangan lebih dari sekadar waktu—ketika ada kenangan yang tidak bisa ia ingat—Seraphina sadar, bahwa ini lebih dari sekadar mimpi buruk.

Kemudian, pada suatu malam yang sunyi, ketika hujan turun dengan deras di luar, suara itu berbicara lagi, lebih jelas dari sebelumnya:
"Kamu tidak sendirian, Seraphina."
Suara itu bukan hanya di kepalanya. Hal itu terdengar di seluruh ruang apartemen, seakan mengelilinginya, mengendalikan udara di sekitarnya. Seraphina menoleh dengan cepat, mencari-cari, tapi tak ada siapa pun di sana.

Perasaan itu semakin kuat, dan semakin nyata. Seiring berjalannya waktu, Seraphina mulai menyadari bahwa suara itu bukan hanya sekadar halusinasi. Itu adalah bagian dari dirinya—alter ego yang tumbuh dalam bayangannya, tersembunyi di bawah lapisan emosinya yang terkubur. Sisi dirinya yang lebih gelap, lebih kuat, yang lebih mengetahui dari pada dirinya sendiri.

Suatu pagi, setelah berminggu-minggu ketidakpastian, Seraphina terbangun untuk menemukan dirinya di sebuah tempat yang tidak ia ingat pernah mengunjungi. Sebuah rekaman video di ponselnya menunjukkan dirinya berbicara dengan seseorang—tapi wajahnya berbeda. Matanya lebih dingin, lebih tajam. Kepribadiannya bukan milik Seraphina. Itu adalah sisi lain dari dirinya sendiri, yang kini mulai mengambil kendali.

"Aku adalah bagian dari dirimu yang kau abaikan, Seraphina," suara itu berbisik lagi, hanya kali ini lebih dekat. "Kali ini kau tidak akan bisa menghindar. Aku akan selalu ada."

Seraphina mencoba untuk mengabaikannya, meyakinkan diri sendiri bahwa ini hanyalah efek samping dari kesedihannya dan trauma di masa lalu. Namun semakin ia berusaha lari, semakin besar kekuatan yang terasa datang dari dalam dirinya. Suara itu—Vex—menjadi lebih keras, lebih nyata, dan siap untuk mengambil alih kapanpun waktunya.

Tapi Seraphina tidak mau menyerah begitu saja. Di dalam dirinya ada pertempuran yang sedang berlangsung—pertarungan untuk identitas, untuk kendali, dan untuk kehidupan yang lebih baik dari ini.

Namun, dunia di luar tidak memberi waktu. Di tengah kemajuan teknologi yang tak terkendali, dan kota yang semakin kacau, Seraphina harus memutuskan: apakah ia akan membiarkan Vex menguasai tubuh dan pikirannya, ataukah ia akan mencari cara untuk menyingkirkan sisi gelapnya dan kembali ke kehidupan yang pernah ia kenal?

Satu hal yang pasti: Seraphina tidak bisa melarikan diri lagi.

***

[My Alterego dipublish Sabtu, 23 Mei 2020]

[My Alter Ego:Rebirth Kamis, 01 Mei 2025] (Remake)

Noir Astria Lex

My Alterego:Rebirth [Remake]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang