Κεφάλαιο Γʹ: Disappearing Fragments [Remake]

722 67 6
                                        

Keesokan harinya, dunia masih berjalan seolah tak terjadi apa-apa. Hologram berita menampilkan berita tentang krisis iklim dan perjanjian dagang antar negara, dan para mahasiswa St. Agatha masih sibuk dengan proyek mereka di akhir tahun. Tapi bagi Seraphina, realitasnya mulai terbelah.

Ia terus menerus memandangi foto yang ada di dalam amplop itu. Yang ia tahu, tubuh itu miliknya—tapi bukan dia yang mengendalikannya.

Dan jika benar seperti apa yang Vex katakan... maka bisa jadi ia tak lagi sendirian dalam tubuhnya sendiri.

Siang itu, Seraphina menyelinap ke labortarium tua yang berada di bawah kampus. Ruang itu dulunya digunakan untuk penelitian neural* sebelum semua dialihkan ke pusat riset pemerintah. Tetapi ia mendengar sebuah gosip bahwa masih ada satu orang yang tinggal—seseorang yang tidak sepenuhnya pensiun.

Namanya: Dr. Damien Blackwood.
Seorang dosen psikologi neural, ia dipecat setelah menolak tunduk pada protokol penghapusan data eksperimen M.C.A.S. di tahun 2081.

Ia mengetuk pintu logam berkarat. Tida ada respon. Tetapi sebelum ia pergi, pintu itu terbuka dengan sendirinya—otomatis. Di dalam, ruangan itu berisi rak-rak berdebu, layar holografik tua, dan di tengahnya: seorang pria tua dengan rambut keperakan dan mata yang terlalu tajam untuk usia senjanya.

"Seraphina DeLuca," gumamnya tanpa menoleh. "Akhirnya kau datang juga."

Seraphina membeku. "Anda tahu siapa saya?"

Dr. Damien mengangguk, lalu menoleh perlahan. "Tentu saja. Aku tahu siapa kau yang sebenarnya. Dan aku tahu siapa yang sedang mencoba mengambil alih tempatmu."

Seraphina melangkah mendekat, gugup. "Vex?"

Pria tua itu tidak menjawab langsung. Ia mengambil tablet tua miliknya dan menyalakan layar. Di sana, muncul grafik otak—dua pola gelombang neural berjalan berdampingan. Mirip... tapi tidak sama.

"Ini adalah hasil pemindaian implan neuralmu. Ada dua kesadaran aktif. Satu sadar, satu tidur... hingga kemarin."

Seraphina menatap layar itu dengan campuran ketakutan dan rasa keingintahuan. "Bagaimana mungkin? Ini bukan schizophrenia*, kan?"

"Bukan," jawab Damien cepat. "Ini adalah warisan dari hasil eksperimen M.C.A.S. Kau—dan banyak lainnya—adalah bagian dari proyek yang mencoba menggabungkan kesadaran buatan ke dalam sistem otak manusia. Bukan sekadar AI biasa. Tapi kepribadian yang sintetis—yang dirancang untuk hidup berdampingan dengan manusia sebagai satu tubuh."

Seraphina terdiam. Dunia seakan runtuh perlahan di sekelilingnya.

"Kenapa aku?" suaranya nyaris tak terdengar lagi.

Dr. Damien menghela napas. "Itu karena kau selamat. Dan karena kepribadianmu yang asli... terlalu rapuh saat itu. Kau membiarkan Vex masuk."

Dalam perjalanan pulang, suara Vex kembali. Tapi kali ini, dia tidak hanya berbisik.

"Jadi sekarang kau tahu siapa aku."

"Dan masih kau pikir bisa menghapusku?"

Seraphina berhenti berjalan. Di layar kacamata digitalnya, notifikasi darurat muncul:

PERINGATAN: Akses ilegal ke sistem keamanan nasional terdeteksi dari ID-mu.

Ia membuka antarmuka. Matanya membelalak.

Ada log aktivitas—di mana dirinya, atau seseorang yang memakai ID-nya, meretas markas keamanan pusat kemarin malam.

Waktu kejadian: 02:17 dini hari.

My Alterego:Rebirth [Remake]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang