Angin dingin menusuk kulit saat Seraphina dan Moreau tiba di tepi Zona 7. Sekilas seperti kawasan industri mati, dengan gedung-gedung tua berkarat dan jalanan retak. Tapi jauh di bawah permukaan, tersembunyi pusat dari semua bencana yang mereka coba cegah: Stasiun Sinkronisasi V-0X4.
Bangunan utama tidak lagi aktif, tapi Moreau memiliki titik koordinat yang akurat. Mereka turun melalui lift manual, menuruni ratusan meter ke dalam tanah.
"Tempat ini dulunya mengendalikan jaringan neural se-Eropa," ujar Moreau. "Tapi setelah terjadi insiden... semuanya ditutup. Hanya subjek dengan ID khusus yang bisa membukanya."
Seraphina menarik napas panjang. Dia tahu, yang dimaksud adalah dia dan Vex. Dua sisi dari kunci yang sama.
Saat mereka berjalan menyusuri lorong logam, Seraphina mendengar suara di dalam kepalanya.
"Kita hampir sampai, Seraphina. Apa kau merasa gugup? Atau... kau takut akan dirimu sendiri?"
Vex Valtz.
Dia tidak lagi berusaha menyerang. Tapi kehadirannya kini terasa konstan, seperti bayangan yang tidak akan pernah pergi.
"Aku hanya ingin tahu... jika kau diberi kekuasaan penuh atas sistem ini, akankah kau melepaskan semuanya? Atau kau akan menggunakannya untuk membalaskan dendammu?"
Seraphina tidak menjawab. Tapi pikirannya menggali luka-luka lama: ketidakadilan, trauma masa kecil, dan kehilangan. Vex tahu... dan memanfaatkannya.
Saat mereka sampai di ruang utama stasiun, pintu logam setebal dua meter berdiri di depan mereka. Moreau menyambungkan terminal portable-nya dan mulai membobol sistem akses.
OTENTIKASI MEMBUTUHKAN: KESADARAN GANDA.
Seraphina menutup mata, membiarkan Vex mengambil setengah kendali. Dunia sekelilingnya bergetar pelan saat sistem mengenali gabungan dua kesadaran yang sama dalam satu tubuh.
Pintu terbuka perlahan dengan suara berat.
Namun, sebelum mereka bisa masuk...
Ledakan terdengar keras dari belakang.
Tembok runtuh, dan dari balik asap, muncul sekelompok orang bersenjata. Seragam mereka gelap, tanpa identitas jelas, hanya satu simbol di bahu kiri:
Mata tertutup dengan tiga kaki ditengah-tengahnya.
Moreau memaki. "Umbrella."
Seraphina mundur pelan. "Siapa mereka?"
Moreau menggertakkan gigi. "Kelompok yang percaya alter ego adalah bentuk superior kesadaran. Mereka tidak ingin Vex dihapus—mereka ingin mengklon dan menyebarkannya ke semua manusia."
Pemimpin kelompok itu melangkah maju. Seorang wanita berambut perak panjang, wajahnya penuh luka tempur, namun matanya tajam dan tenang.
"Valentine," ucapnya. "Akhirnya kita bertemu."
Seraphina mengangkat senjatanya. "Siapa kau?"
"Aku hanya perantara," jawab wanita itu. "Tapi Vex... dia adalah bagian dari kami. Dan sekarang, kami akan membebaskannya sepenuhnya."
Tanpa aba-aba, baku tembak pecah.
Moreau menembakkan EMP ke arah dua anggota Umbrella, menjatuhkan mereka seketika. Seraphina bergerak cepat, menghindari peluru dan memanfaatkan medan—belajar dengan cepat dari taktik yang bahkan terasa seperti... bukan miliknya sendiri.
Vex tertawa pelan di dalam pikirannya.
"Kau lihat itu? Bahkan kita bisa lebih dari ini. Bayangkan jika kau membiarkanku sepenuhnya memegang kendali."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Alterego:Rebirth [Remake]
Fantasy"We all have a side. But what if that side is alive...and stronger than you?" Tahun 2091. Dunia telah berubah-kota-kota besar diubah oleh teknologi, tapi trauma masih tinggal dalam jiwa manusia. Seraphina DeLuca, seorang remaja keturunan Asia yang t...
![My Alterego:Rebirth [Remake]](https://img.wattpad.com/cover/92823299-64-k86658.jpg)