Chapter 3 : Suzy's ex-Boyfriend

868 97 36
                                        

-Raina-

Kringgg!!!

Akhirnya! Mereka bisa bebas dari pelajaran mematikan Nam Ssaem,dan makan di kantin untuk mengisi perut kosong mereka. Eits,soal 'pelajaran Mematikan' tadi, jangan bilang itu pelajaran mematikan untuknya.Hanya gurunya saja yang cara mengajarnya salah.

Jangan heran, Nilai Mtk Sooji di SD adalah 9.9 dan di SMP 9.8 .Ia mengerti karena ia bisa bertanya,tapi di sini? Jangankan bertanya tentang rumus yang belum dipelajari,bertanya tentang Satu Simbol yang belum mereka pelajari pun dimarahi Nam Ssaem,padahal dia sendiri yang memberi soal dengan simbol itu -,-

Sooji menyibak rambutnya kebelakang,tak sengaja mengenai wajah Nichkhun yang memang membungkuk mengikutinya, ia membungkuk karena ingin mensejajarkan wajahnya dengan rambut Suzy.

"Awww"rintihnya,Suzy menoleh dengan cepat.

"Oh,Nichkhun rupanya"ujar Sooji datar,ia kembali berjalan menuju kantin dan tak sengaja berpapasan dengan seorang namja bermata sipit berambut pirang kemerahan.Namja sipit itu menatap Sooji tajam dan kembali berjalan dan sengaja menyenggol bahu Sooji.

Sooji hanya memejamkan matanya sesaat dan menggigit bibirnya,lalu kembali melangkahkan kaki jenjangnya.Ia bertemu IU dimeja yang kebetulan satu bangkunya kosong.

"Sooji ah!" panggil IU,Sooji segera menghampiri IU

"Yak, Lee jieun,apa kau sendiri?"tanya Sooji yang hampir duduk dibangku yang kosong itu.

"Eits!" IU mencegah pantat Sooji yang hampir menempel di bangku.

"Yak! Tempat ini sudah ada yang punya!" cegah IU, Sooji menatap bingung IU,kapan yeoja ini pernah kekantin bersama teman sekelasnya? Sooji rasa tidak pernah.

"*Nugu?" tanya Sooji. *Siapa

"Hantu~😍" IU tersenyum seperti orang gila,Sooji menatap IU kesal dan menabok kepala IU.

"Aish! Sudah biarkan aku yang disini!"Sooji melempar tangan IU dan duduk dengan tenang disana.

"Cepat,pesankan aku Mie goreng dengan telur mata sapi kuningnya tidak matang dan masih hangat juga es teh yang banyak es batu nya,ppali" Sooji berlagak seperti ratu agung dan mengibas ibaskan tangannya sembari memejamkan matanya seraya menaikkan alisnya.

"Ewh~" IU mencibir,tapi ia dapat ide juga.

"Tapi,kau harus bersedia menjadi tangki air" IU menunjuk Sooji,

"Baiklah.Tapi, tunggu... maksudmu?!"tanya Sooji belum mengerti

"Mendengar curhatku,ah ini lebih mirip gosip daripada curhatan!" celetuk IU,dan Sooji hanya ber-oh ria.

Gampang

Batin Sooji,bahkan ia haus akan bahan gosip minggu ini.Wajarlah anak perempuan -_-

"Yasudah, Lee Jieun yang terhormat cepat pesankan makananku" Sooji kembali meng-hush IU.

"Baiklah nona Bae,tunggu disini"IU segera menghilang dan memesan makanan untuk mereka berdua.

Sooji hanya duduk menunggu sembari menopang dagu dan mengetuk meja dengan jari telunjuknya.

Tiba tiba namja sipi itu duduk dihadapan Sooji,Sooji tersentak. kenapa namja ini tiba tiba datang? Dan.. Kapan? Dasar roh halus!

Namja itu menatap Sooji intens,tatapan dingin nan cuek itu tidak ia tunjukan lagi.Sepertinya tatapan memelas yang ia tunjukan saat ini.Sooji merasa aneh,namja ini kepentok apa? Sampai tiba tiba datang dan memasang ekspresi menyebalkannya itu.

Raina Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang