Rahma membanting tasnya ke lantai dan melampar tubuhnya ke kasur lalu menutup matanya.
'Rahma,kamu ngapain di dapur?silet?ra,kamu mau ngapain?!!!'rain mulai panik'aku mau mati,biar bisa ketemu orang tuaku rain,pergi'rahma mulai menggoreskan silet ke lengan kirinya'maksud kamu apa sih'alhasil mereka mulai berebut untuk mendapatkan siletnya.tanpa sadar rain mendorong rahma,dan palanya terkena meja bar yang disitu terletak pisau dapur,lalu benda itu jatuh tepat di perut rahma
Rahma terbangun karna mimpi itu.ia bangkit lalu berdiri di depan cermin.ia mengangkat sedikit bajunya,memperlihatkan goresan yang sudah mengering.luka ini.luka yang membuatnya membenci kata'bunuh diri'.
Rahma jadi teringat saat ia baru terbangun dari tidur panjangnya,rahma tak melihat rain.saat menanyakannya,mereka hanya menjawab 'ini yang terbaik'.sampai suatu hari aku mengetahui alasan kenapa ia tak pernah menjenguk ku sekalipun.ia merasa bersalah,karna menurutnya kalau ia tak mendorong rahma,ini semua tidak akan terjadi.
Lalu aku meyakinkan dia bahwa ini bukan salahnya.tapi setelah percakapan itu dia malah lebih menjauh dan pindah keluar kota. kabar terakhir yang aku dengar,dia masuk rumah sakit karna suatu penyakit.aku sempat menjenguknya,tapi kakaknya bilang dia butuh waktu sendiri.dan semenjak itu aku tak pernah menjenguknya lagi karna kesibukan ku.
Itu alasanku membenci kata bunuh diri,hal ini bisa membuatku jauh dari orang itu.sama seperti yang aku lakukan tadi ke rain.
Setelah ia benostalgia dengan luka masalalunya,ia pergi membersihkan diri.lalu terlelap terbawa alur mimpi.
______
Hari ini rahma dan seluruh teman angkatannya akan melaksanakan ujian nasional.ya... semuanya lancar,kecuali saat rahma selesai dengan ujiannya.ketika ia membuka lokernya,ia melihat kertas yang bertuliskan 'hati-hati dia sebentar lagi datang'.
Rahma tidak mengerti maksudnya,tapi ia mengaggap bahwa ini hanya lelucon saja.lalu ia merobek kertas itu dan membuangnya.
"Rupanya kau mengabaikan pesanku,kita lihat saja apa yang akan terjadi padamu nanti.my little princess"kata seseorang di sana yang sedang melihat rahma.
~~~~~~~~~~~~~~~
Saat ini ia sedang di rumah,mempersiapkan ujian selanjutnya.
"Rahma,kakak besok mau ke new York.ada masalah di sana,kamu gak papa kan kakak tinggal sendiri di rumah?"
"Iya aku gak papa kok.berapa lama kak?"ucap rahma sambil berjalan ke meja bar.
"Cuma 3 hari.gak lama kan?"lalu jasmine menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.
"Oke.hmm...kak?rahang kak jasmine kok biru?"rahma berjalan menuju jasmine lalu menunjuk rahangnya.
"Itu kenapa?"rahma menaikan sebelah alisnya.
"A..ah?e..nggak.it's nothing,I'm fine.kalo gitu kakak mau packing dulu.bye"
________
Esoknya saat rahma selesai ujian,ia mendapatkan pesan tak dikenal itu lagi.dan itu terus berlanjut hingga 1 minggu sebelum ia wisuda,pesan itu sudah tak pernah terlihat lagi.
"Ra,gua jadinya kuliah di sini.sama kaya lo,dan kayanya kita bakalan masuk jurusan yang sama."salsa menolehkan wajahnya lalu tersenyum lebar
"Wow.lo masuk jurusan design?bukannya lo gak mau ya?"
"Iya sih.tapi setelah gue fikir-fikir,gue lebih baik ngelanjutin apa yang udah nyokap gue bangun"
"Good.itu baru namanya anak baik,good girl.hahahaha"mereka tertawa bersama
Dan saat itu varo datang dan langsung duduk di sebelah rahma
"Hi ra.nanti pas prom night lo bareng gue ya???pleaseee"ia memasang puppy eyes nya
"Oke,deh"
"Yessss"varo berteriak dan tanpa sadar menggebrak meja
"Biasa aja dong bang,minum gue tumpah nih"salsa membersihkan bajunya lalu melempar tissue yang tadi ia pakai ke arah varo.dan ia hanya tertawa lalu kabur hilang entah kemana
"Freak banget sih cowo lu,ra.untung ganteng."
dengan tampang datarnya "dia bukan cowo gue"
"Iya bukan cowo lo,tapi calon suami lo.BYEE!!!"salsa kabur sebelum ia dicakar rahma
"SALSA,AWAS LO!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sacrifice
RomansaHidup memang sulit,sangat sulit bahkan.tetapi ada suatu alasan yang membuat kita bisa melaluinya.sebuah harapan. ini alasan kenapa rahma bisa melewati kerasnya dunia,sendirian.dan berjuang untuk membahagiakan semua orang.membuat mereka tertawa tanpa...
