Chapter 3

28 3 0
                                    

Keadaan rumah itu sangat mencekam,dengan wajah2 yg kawatir,terlebih dengan orang tua kesya, semua berharap tidak akan ada yg lebih dari ini.

"Aku takut sekali terjadi apa2 sama kesya" adelleid larrina menangis sambil memeluk suaminya. Ya adelle adalah ibu dari kesya dan Alvin prastita agni(abang kesya).

"Shhhh... Jangan berpikir yg tidak2,kita harus mendoakan keselamatan kesya" Ananta Ghifarry mendekap istrinya dalam keadaan penuh harap agar tidak terjadi apa2 kepada anak bungsunya itu.

Sedangkan alvin sang kakak sangatlah mengkhawatirkan adiknya yg sedang bertaruh di dalam sana. Alvin sangat menyayangi kesya, mungkin kalau tuhan mengizinkan dia ingin sekali menggantikan posisi adik mungilnya itu.

"Gue bakal nyalahin diri gue sendiri kalo sampai terjadi apa2 sama lo caa" alvin berbicara di dalam hati sambil menahan tangis. Kecaa adalah panggilan khususnya untuk sang adik.

Tak lama dokter pun keluar dari ruangan yg mengerikan bagi kesya. Orangtua dan Alvin pun langsung menghampirinya.

"Bagaimana keca dok? Apa dia akan baik2 saja?" alvin langsung mendesak dokter dengan pertanyaan2 yg tidak bisa dijawab langsung kepadanya.

Dokter hanya tersenyum melihat sang kakak sangat kawatir dengan adiknya itu. Dokter mengajak orang tua kesya untuk berbicara serius tanpa sang kakak Alvin.

"Maaf pak,bu bolehkan saya berbicara soal keadaan kesya?"

"Baik dok" keduanya mengangguk

Alvin pun penasaran dan mengikuti mereka untuk mendengarkan apa yg sebenarnya terjadi kepada sang adik. Tetapi langkahnya terhenti karna ponselnya berdering,setelah dilihatnya ternyata leva yg menelpon.

"Halo? Ya ada apa le?" Alvin menjawab telepon dari leva

"Gimana sama kesya vin?" leva bertanya dengan nada khawatir

"Gue juga blm tau. Orang tua gue lagi ngomong sama dokternya,kita berdoa aja mudah2an kesya gak kenapa2" Alvin menjawabnya dengan nada sedih

"Yaudah,lo kuatin diri lo sama nyokap bokap lo. Gue juga berdoa mudah2an kesya baik2 aja" ucapan leva menguatkan

"Makasih le"

"Iya vin" menutup telepon

***
3 hari sudah kesya tidak memasuki ruangan kelasnya itu,pasti semua murid bertanya2 ada apa dengannya,kenapa sudah berhari2 tidak juga masuk sekolah.

"Menurut lo kesya kemana gen?" tanya akas kepada genta

"Ya mana gue tau,lu kira gue nyokapnya" veno pun menjawab pertanyaan yg bukan ditujukan kepadanya.

"Nyamber aja lu" dipta meledek veno sambil menjitaknya

"Yayang genta gak bela veve?" dengan puppy eyesnya mengarah ke genta

"Jijik,lu sih sok jadi gue" jawab genta cuek

Dipta dan teman2nya tertawa bersama di dalam kelas,tetapi apa yg sedang dirasakan dipta saat ini tidaklah seperti apa yg sedang dilakukannya.

"Apa yg sebenarnya terjadi sama lo ca?" Dipta menggrutu dalam hati

"Ehem...melamun terus lu" akas mendeham

Apa sebenernya terjadi sama kesya,dan kenapa dipta memanggilnya dengan sebutan yg sama seperti kakak kesya(Alvin) memanggil dirinya?

"Lo bener gatau le,diba kenapa?" pertanyaan diba menghancurkan lamunan leva. Tanpa disadarinya beberapa mata teman2 cewek di kelas itu melihatnya untuk menunggu jawaban.

My DiptaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang