Pelangi yang baru pulang sekolah langsung mandi dan berganti baju. Hari ini dia ingin mengenang Awan. Makanya, sekarang dia sudah duduk manis di ruang keluarga dengan album foto keluarganya.
Banyak foto tentang Awan. Ada saat dia sedang berenang bersama Bintang, saat memenangkan sebuah lomba, saat berfoto bersama seluruh keluarga, dan ada foto saat Ia difoto dari dekat oleh Bintang. Tangan Pelangi menyentuh foto lama itu. Pelangi merasa kalau dia dan Awan itu mirip.
"Mata gue sama Kak Awan mirip, sama-sama item kebiruan. Padahal 'kan gua sama Kak Awan bukan saudara kandung."
"Ngi, ngapain?" Suara Bintang muncul dari belakang, "ngeliatin apaan?"
"Ini foto Kak Awan."
"Ohhh,"
"Liat deh, Kak, mata gua sama Kak Awan mirip gitu, mata lo sama Papa dan Mama 'kan item doang."
Bintang tersenyum kecil, lalu mereka larut dalam obrolan mereka tentang Awan dan masa kecil mereka. Pelangi terlihat sangat lepas, tapi tidak dengan Bintang. Jantungnya berdetak cepat.
***
"SHOOT KE SINI!"
Sahutan demi sahutan terdengar ribut dari arah lapangan. Perempuan sedang seru bermain basket, yang laki-laki juga tak kalah seru bermain futsal.
Pelangi yang sedang berlari mengejar bola tiba-tiba terhenti dan berjalan ke pinggir lapangan, dia akan beristirahat dulu. Pelangi merasa lemas sekali. "Mau kemana, Ngi?" Tanya Steffi.
"Istirahat bentar."
Steffi mengangguk dan melanjutkan permainannya. "STEF TANGKEP!" Steffi meloncat untuk menangkap bola basket itu, tapi Ia gagal menangkapnya.
BUK!
Steffi menoleh ke belakang dan melihat Pelangi yang terjatuh di lapangan dengan bola basket di sebelahnya.
"PELANGI!"
Semua orang berlari menuju Pelangi. Steffi dan Bella sudah berjongkok lebih dahulu di samping Pelangi. Iqbaal yang baru datang langsung menaruh tangannya di bawah lutut dan bahu Pelangi. Kemudian Ia berlari menuju UKS.
***
"Ssh," desis Pelangi saat Ia mencoba untuk menggerakkan kepalanya. Rasa pusing yang menusuk-nusuk kepalanya membuat Ia tidak bisa bergerak. Menolehkan kepalanya saja dia enggan.
"Pelangi?!" Steffi berteriak senang ketika melihat Pelangi sudah membuka matanya. Baru Ia akan menghampiri Pelangi, Iqbaal sudah mendahuluinya dan berdiri di samping ranjang Pelangi sambil mengusap rambutnya. Steffi mencebik kesal, "norak."
"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Iqbaal khawatir. Tangannya mengusap lembut rambut Pelangi. Wajahnya menunjukkan bahwa Ia sangat khawatir.
Pelangi tersenyum kecil, "kenapa aku ada di rumah sakit?"
"Tadi lo nggak bangun-bangun, Iqbaal panik, jadi lo langsung dibawa ke rumah sakit," ucap Bella yang sudah berdiri di sebelah kiri Pelangi bersama Steffi.
Pelangi tertawa kecil lalu melirik Iqbaal, "aku nggak pa-pa, harusnya nggak usah ke rumah sakit."
Iqbaal terlihat bermain mata dengan Bella dan Steffi. Tiba-tiba, dua gadis itu keluar dengan alasan pergi ke kantin rumah sakit.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pelangi ✖ idr
FanfictionPelangi. Sebuah fenomena alam yang sangat indah. Semua orang menyukainya. Sangat menyukainya. Termasuk aku, gadis yang mempunyai banyak warna di hidupnya. ©2015 by cthxidr