Keluarga Kelinci

43 23 5
                                        

"Emm ma sepedaku aku berikan pada Gakarba ya" kata Layosi.

"Tapi bagaimana kalau orang tua Gakarba tau dan orang tuanya marah dan salah paham dengan apa yang kita lakukan?" kata Mami Layosi.

"Enggak ma, udah nanti aku jamin deh gak akan ada salah paham orang tuanya Gakarba" kata Layosi.

"Ya udah deh terserah kamu aja. Mami ngikutin kamu aja" kata mami Layosi.

Akhirnya sepeda lama milik Layosi dibeli oleh Gakarba dengan harga Rp35.000,00 dengan uang yang ada di celengan milik Gakarba.

Gakarba pulang dan melihat ada Uly diambang pintu. Yang sudah menunggu dari tadi. Dan artinya Uly ingin mengajak main Gakarba.

"Kak ayo main, ayo main boneka" kata Uly sambil menarik narik tangan Gakarba.

"Tidak bisa raksasanya masih cepek" kata Gakarba.

"Ana, kak Maria masak apa?" kata Gakarba.

Adiknya masih terpaku menatap layar TV kecil dengan jarak yang dekat.

"Ana asik bener nontonnya ya sudah, terus aja nonton" kata Gakarba kesal.

"Aku bisa melihat sendiri" tambah kata Gakarba.

Terdengar gedebak gedebuk di tangga. Dan Esa berteriak ke bawah tangga.

"Maa... Bang Fakhri mengambil spidolku!" kata Esa.

"Bukan aku!" kata Bang Fakhri.

"Maa... Pensilku yang merah juga hilang!" kata Esa.

"Bukan aku!" kata Bang Fakhri.

"Maa..." kata Esa lagi.

"Bukan aku!" kata Bang Fakhri.

"Hei kalian jangan ribut ribut Sandy bangun nanti" kata Kak Mariam sambil berkacak pinggang dengan tangan yang berlapis busa sabun.

Benar saja terdengar suara tangisan Sandy yang melengking. Terbangun karena keributan dari Esa dan Bang Fakhri atau justru karena teriakan Kak Mariam sendiri.

Gakarba yang mendengarkan hanya menggelengkan kepalanya. Rasa lapar yang tadinya ada sekarang tak terasa lagi. Sebetulnya, rumah ini ada 5 ruang tidur, 2 kamar mandi, ruang makan, dan ruang keluarga. Cukup untuk menampung mereka semua. Tapi entah kenapa selalu terjadi keributan. Tapi pasti Eca selalu ada cara untuk menghentikan keributan ini. Eca hanya berteriak "HENTIKAN SEMUA INI !!!" pasti semua yang mendengarkan berhenti dan kembali normal seperti semula tanpa ada suara.

Aku yang sudah muak dengan keadaan dirumah. Ku putuskan untuk keluar dari rumah lewat pintu belakang dapur. Kulihat ada kelincinya tinggal sepasang. Padahal kemaren ada banyak anak kelinci. Ya 2 minggu yang lalu kelinci ini melaharkan 9 ekor anak kelinci. Tapi baru saja kemaren ada anak dari kota yang membeli semua anak kelinci itu. Aku berfikir pasti ada anak kelinci yang tersisihkan sepertiku. Harusnya anak kelinci itu tidak perlu di jual tapi tetap tinggal bersama induknya. Lalu sesekali aku mengambilkan rumput atau bayam liar untuk makanan kelinci.

;*"*;!,-.-_!,*";!;!.'&_!,*".-,-_?-,*,

Oke sampai sini dulu ya Reders.😉 Maaf kemaren aku gak bisa Updet karena aku keadaan darurat😕. Biasa masalah teknis😔. Kuota abis😯. Tapi tenang tadi aku udah beli😇. Dan sekarang bisa Updet😍. Jangan bosan dan terus ikutin Updetnya ya cerita ini ya Readers😘😘😘.

Votmment dong😙. Oke👍👍👍Terima kasih🙏🙏🙏

Princess 2 StoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang