***
"Ayolah Sung-ie sudah kukatakan padamu bukan, jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu." Keluh Siwon saat Yesung terus saja memanggilnya dengan sebutan 'Bapa Pastur'.
"Maksud mu soal panggilan Bapa-Pastur- wae, memang apa salahnya?" timpal si-cantik seraya menatap penuh tanya pada sosok tampan itu.
"Ani, hanya saja__aku merasa gelar itu tidak layak untukku. Karena, aku tidak sesempurna itu untuk bisa menjadi seorang 'Pastur'." Baritone itu berucap penuh makna dengan manik kembar yang masih menatap lurus kedepan.
"Huh, memang apa lagi yang kurang darimu," Yesung memalingkan atensinya dari Siwon, seraya berdecak. "Menurutku kau sudah sangat sempurna. Selain dengan suka rela ikut mengurus panti dengan Park ahjuma, kau juga membantu mengelola toko bunganya tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun. Belum lagi kau selalu memberi khotbah pada jemaat Gereja setiap kali Pastur Ahn tidak bisa hadir. Kurang baik apa lagi coba Pastur Choiku ini__hum." lanjut si-cantik sembari mencubit pipi sebelah kiri Siwon gemas. Namun belum sempat tangan mungil itu turun dari pipi sang sahabat, Siwon sudah lebih dulu menangkup punggung tangan Yesung dengan telapak tangan besarnya.
"Kekuranganku adalah__aku masih menginginkan surga Tuhan yang ada di dunia ini." tutur namja tampan itu dengan sudut bibirnya yang tertarik ke atas, yang otomatis membuat kedua dimple mempesona di pipinya tercipta.
Glup...
Shit...!!kenapa namja tampan dihadapannya ini selalu mampu membuat desiran hangat didalam tubuh Yesung semakin bergejolak, panas. Juga pancaran sepasang Orbs bening Siwon yang selalu dapat menghipnotis kesadarannya. Membuat si-cantik bahkan tidak bisa berpaling, barang sedetikpun dari atensinya terhadap Siwon.
"A-apa maksudmu?" tanya Yesung tergagap. Demi Tuhan ia gugup bukan main.
Namun, entah mengapa ia merasa nyaman ketika telapak tangan kekar itu menyentuh punggung tangannya. Rasanya benar-benar---
Hangat...
"Sepertinya menghabiskan sisa hidup bersama seseorang yang kita kasihi didunia ini akan lebih baik dibanding hidup sendirian selamanya bukan,"
Deg...
***
~♡~
Yesung kembali membuang nafas kasar. Entah mengapa percakapannya dengan sang sahabat beberapa waktu lalu terus saja mengiang ditelinga dan membuat pemikirannya kalut. Sampai saat ini Yesung bahkan masih saja mencoba mencerna apa yang di maksud oleh namja Choi itu.
"Menghabiskan sisa hidup dengan seseorang yang kita kasihi. Aish, sebenarnya siapa seseorang yang dia maksud?" Bibir tipis itu kembali mencebik. Dalam hati ia merasa cemburu dan juga berharap disaat yang bersamaan.
Ia takut jika Siwon sudah menaruh perasaan pada wanita lain. Atau, mungkinkah yang dimaksud oleh Siwon adalah dirinya. Entahlah---
BRAKH...
Tanpa gadis cantik itu sadari, ia telah menerobos trafic light dan menabrak sebuah mobil yang hendak melintas didepan sana.
"Aigoo--" Yesung meringis, ketika ia mencoba mengangkat keningnya yang menempel sempurna di-stir mobil. Rasa pening praktis menyerang kepalanya. Tangan dengan jemari mungil itu mulai merayap untuk menyentuh kepala, yang semakin berdenyut ngilu tatkala sebuah suara bass diluar sana merutukinya dengan keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oh My Lady
FanfictionKim Yesung Seorang yeoja cantik pewaris tunggal kekayaan keluarga 'KIM', terlibat sebuah cinta segitiga dengan dua Pemuda yang mempunyai sifat dan karakter yang berbeda... Siapakah yang mampu menarik hatinya.,? Apa Cho Kyuhyun, namja tampan berkulit...
