Chapter 5 : Tipsy

395 69 5
                                    

Mingyu membaca dengan baik kontrak yang ada di hadapannya. Setelah merasa bahwa kontrak itu cukup menguntungkan dan tidak akan merugikannya, Mingyu mengambil bolpoin dan menandatangani kontrak itu. Sebagai informasi, di kontrak itu tertuliskan bahwa pria tua tadi akan membeli senjata api dalam jumlah yang banyak dengan Kim Mingyu. Ya, inilah 'mengambil barang' yang Mingyu maksudkan kepada Wonwoo tadi.

Setelah dirasa tidak ada yang perlu didiskusikan lagi perihal perdagangan tersebut, Mingyu undur diri dan segera berjabat tangan dengan pria tua tadi sebagai tanda bahwa mereka berdua telah sepakat.

Mereka berpamitan kepada orang itu dan begitu Mingyu dan Seungcheol berbalik, mereka tidak menemukan Wonwoo di ruangan itu.

RED

Kim Mingyu, Jeon Wonwoo
Seventeen

Daydreamingyu

"Bocah pembawa sial, tidak tahu diuntung, kalau ketemu pasti akan kutendang sampai terbang!"

Jadi, akhirnya, Mingyu dan Seungcheol memutuskan bahwa mereka harus berpencar untuk mencari Wonwoo. Dengan begtitu mereka berdua berpikir bahwa akan lebih mudah menemukan Wonwoo di tempat yang tidak sempit ini.

Mingyu kesal sekali, sampai-sampai tanpa sadar dia berjalan cepat sambil kadang dihentak-hentakan.

Dan tanpa sengaja, saat Mingyu sedang mencari Wonwoo di dekat area lantai dansa, matanya menemukan bawahan Park Byungsoo. Mingyu dapat mengenali mereka karena kedua orang itu adalah orang yang sama dengan orang yang kemarin habis Mingyu dan Wonwoo tonjok. Bahkan masih ada bekas luka tonjokkan di wajah mereka berdua.

Jadi Mingyu menduga bahwa Park Byungsoo pasti ada di sekitar sini. Dan betul dugaannya. Mingyu menemukan Park Byungsoo sedang duduk di ujung ruangan dengan wanita-wanita malam yang haus uang pastinya.

Mingyu merasa beruntung matanya bisa menangkap dua bawahan Park Byungsoo itu. Tapi di sisi lain, dia juga berpikir kenapa dia tidak beruntung sekali sampai-sampai di antara sekian banyak club di negara ini bisa-bisanya dia bertemu dengan Park Byungsoo?

Semakin memikirkannya maka semakin pusing kepala Mingyu. Jadi Mingyu segera menghilangkan pikiran random itu dan memutuskan untuk menyusun sebuah rencana kilat. Dimana rencananya adalah dia harus segera mencari Wonwoo dan pergi dari tempat itu diam-diam. Dia tidak dapat memikirkan rencana lain lagi, oke? Hanya itu yang dapat dipikirkannya sekarang ini.

Matanya berkeliling cepat mencari Wonwoo dan berhenti saat melihat orang yang dicari-cari keluar dari pintu toilet. Tanpa basa-basi lagi, kakinya bergerak dengan cepat menuju dimana Wonwoo berada. Tapi Mingyu menyadari ada yang aneh dengan Wonwoo, cara jalannya seperti dia tidak dapat mengendalikan tubuhnya sendiri untuk berjalan dengan benar. Namun Mingyu memutuskan untuk mengabaikan hal itu untuk sementara ini. Otak Mingyu saat ini hanya memerintahkannya untuk menjalankan rencananya tadi.

Dan saat Mingyu baru akan menarik lengan Wonwoo, Wonwoo telah menyadari kehadiran Mingyu. Dengan senyum sumringah, Wonwoo menyambut kedatangan Mingyu. "WOOOHHOOOO, SAMCHUNNN! TADI AKU PIPIS SEPERTI WUHHHRRR.."

Benar-benar keputusan yang salah membawa Wonwoo ke tempat ini. Mingyu benar-benar sangat menyesal dan di dalam hati dia telah berjanji untuk tidak mengerjai dan mempermainkan Wonwoo lagi. Karena entah mengapa setelah Wonwoo dia kerjai atau dia permainkan, yang kena getahnya bukanlah Wonwoo, tapi Mingyu sendiri. Mingyu bahkan sempat berpikir, apakah ada yang mengutuknya dan mengirim Wonwoo sebagai mesin pembawa sialnya?

[On Hold] Red ; MeanieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang