"Kak Salsha udah siap kan makannya, yaudah langsung berangkat aja, yuk yahh" ucap Sisi kemudian berjalan menuju mobil mengikuti ayahnya.
👀👀👀
"Yesss hujan, kita olahraga di kelas, ga perlu lari di lapangan yang super duper luas selama 12 menit sebagai permulaan" ucap Sisi senang.
"Eh Dila mau kemana kamu sama Nadia" ucap Sisi ketika melihat sahabatnya itu berjalan menuju arah ke kelas 9.
"Mau nyatat siapa aja yang minjam buku di perpus" katanya lembut kemudian berlalu bersama Nadia.👀👀👀
"Dila sama Nadia kemana" tanya guru olahraga dengan suara tegasnya.
"Mereka lagi ada disuruh gitu pak sama penjaga perpus" ucap Sisi santai.Tok..tok..tok
"Masuk" ucap semua yang berada di kelas.
Dila dan Nadia pun memasuki kelas dengan membawa satu judul buku berjudul "Sahabat Baru Adina" (jangan dicari, ini cuma akal akalan aku doang)
"Eh itu buku siapa tu" tanya Sisi pada Dila dan Nadia
"Ini buku dari perpus yang dipinjam bang Rasyid anak kelas 9" ucap Nadia sambil tertawa
"HAH SUMPAH!! ABANG TU MINJAM BUKU GINIAN?!" teriak Sisi dengan suara kerasnya lalu tertawa terbahak-bahak.
Seisi kelas melihat ke arah Sisi, namun Sisi tidak memperdulikannya.Abang kelas yang disebut sebut oleh Nadia tersebut berjalan melewati kelas yang dipakai untuk jam pelajaran olahraga kelas 7 yang sepertinya menuju ke arah wc. Sisi yang melihatnya mulai tertawa kecil, ada rencana yang akan dia lakukan nanti terhadap abang kelas yang pernah di suka nya itu.
👀👀👀
Buku cerita berjudul "Sahabat Baru Adina" sudah terletak mulus di kaca jendela tembus pandang, yang berarti siapapun orang yang dari luar kelas dapat melihat jelas pada buku itu. Baiklah sudah dapat diduga bahwa ini kerjaan Sisi, sedangkan Dila dan Nadia hanya tertawa pelan melihat kelakuannya.
Orang itu kini tengah menatap buku cerita yang sudah terletak berada di dekat jendela tembus pandang itu. Sesekali dia melirik ke dalam berniat mengatahui siapa yang sudah melakukan ini. Sepertinya dia mencurigai seseorang yang kini sedang tertawa dengan kerasnya menatap arah org itu. Siapa lagi kalau bukan bang Rasyid yang kini tengah menatap Sisi dengan tatapan tak menyangka. Ternyata Sisi, orang yang selalu takut ketika di labrak kakak abang kelas berani menjahili abang kelasnya itu, yang statusnya orang yang pernah Sisi suka.
Lain hal nya dengan Sisi yang sedang tertawa akibat perilakunya, Salsha justru sedang menatap pemandangan dari gedung paling atas di sekolahnya sambil memejamkan matanya. Dia berada disini hanya untuk menenangkan pikiran walau hanya sebentar saja.
Seorang pria berjalan dengan santai nya menuju arah gedung paling atas. GEDUNG PALING ATAS??! apa dia akan bertemu Salsha? Tapi siapa pria itu?🙀🙀🙀🙀🙀
Tau kok ceritanya ga nyambung, terus abal abal, aku masih belajar dan baru pertama kali nulis beginian. Jadi aku mohon buat yang baca cerita aku, jangan cuma baca tapi kasih juga komentar karena aku butuh itu juga dari kalian. Dan jangan lupa juga untuk vote cerita aku makasihhh

KAMU SEDANG MEMBACA
Menjaga Hati [END]
FanficBagaimana rasanya jika orang yang selama ini kita jaga hatinya kembali berada di samping kita lagi? Namun kenapa harus kita sendiri yang merasakannya? Apakah dia tidak merasakan apa yang kita rasakan? ~Salsha