5

0 0 0
                                    

🍁 *_November_*🍁

Bab 5

" Baiklah . Waalaikumussalam " Wafia mengakhiri perbualannya dengan salam . Dia meletakkan handphone di atas meja . Bersandar pada kerusinya . Rindu pada ibu nya tiba² datang menerpa .

Keluhan berat dilepaskan . Tiba² pintu biliknya dibuka . Terjengul wajah Diana , rakan sedoktornya .

" Weh , ada sorang mamat ni nak jumpa kau kat kantin . Pergilah " kata Diana lantas menghilang . Tidak sempat Wafia mahu menanyakan soalan . " Haish , sapa lah yang nak jumpa aku "

Wafia mengatur langkah ke kantin . Kelihatan ada seorang lelaki sedang duduk bersendirian . ' Eh , tu bukan ke lelaki yang langgar aku kelmarin ? Arhh , bersangka baik je lah ' gumamnya .

" Assalamualaikum . Ada apa awak nak jumpa saya " terus sahaja Wafia menanyakan soalan . " Waalaikumusalam . Duduk lah dahulu "

" Tak apa . Saya banyak kerja kat atas . Cepat bagitahu apa yang awak nak ? " soal Wafia . Dia sudah serik mengenali lelaki . " Saya nak bagi tag nama awak je . " Farhan menghulurkan tag nama berwarna hitam itu .

" Aaaa , thank you . But , i got to go right now . Goodbye " Wafia segera ke tingkat atas bagi menyambung kerjanya . " Heish , sombongnya . Tak apalah .. Keep it up , Farhan " Farhan berkata sendirian .

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

" Huwaaa , hari yang memenatkan .. " kata Wafia . Dia melentokkan kepala di bahu abangnya . Manja sungguh .

" Huhuu , sabarlah . Abang dah masak , pergi lah makan " Wafia yang merampas remote terhenti apabila mendengar perkataan makan . " Bagus² . Barulah abang mithali . Hihihi " Wafia membuka saji lalu terhidang tomyam sup , telur dadar bersama sambal belacan. 

" Abang dah makan ke ? Jomlah makan " ajak Wafia . " Belum . Sendukkan abang nasi , Fia . Abang nak tutup tv " kata Wafy . Dia melangkah ke ruang makan.  Belum sempat mereka menjamah nasi , kedengaran ada orang memberi salam

" Assalamualaikum "

" Waalaikumusalam " jawab dua beradik itu serentak . Wafy pergi ke muka pintu . " Boleh saya jumpa dengan Doktor Wafia ? " soal wanita itu .

" Boleh . Fiaa ! Fiaa ! " panggil Wafy . Seketika kemudian , Wafia berada di sisi abangnya . " Eh , Tengku Maria . Jemput masuk "

Tengku Maria masuk lalu mereka duduk . " Sebenarnya , aunty datang nak bagitahu sesuatu . Berkaitan dengan kamu berdua " Tengku Maria kelihatan resah manakala dua beradik itu tertanya² .

🍁Bersambung🍁

November Where stories live. Discover now