Comeback Home (last story)

1.8K 125 3
                                        

YunJae
(Romance, Drama)

.
.
.
.
.

Hidupku...

Dimulai saat aku berkencan dengannya, tapi.......

"Yun, ada suatu hal yang ingin kusampaikan padamu. Aku akan segera menikah, aku tidak akan bisa lagi bersamamu. Jadi..... ayo kita putus"

(—————)

Dengan cepat sepasang mata yang sebelumnya tertutup rapat itu terbuka, deru napas terengah terdengar dari dada yang bergerak naik turun dengan cepat.

Mimpi itu lagi, mimpi sama seperti kejadian enam tahun yang lalu. Kenapa mimpi kenangan buruk itu datang lagi?

Dengan cepat dia mendudukan tubuhnya, mata tajamnya menatap sebuah figura yang tergeletak di atas meja tidak jauh dari tempatnya saat ini, figura yang menampakkan foto dua orang yang sedang tersenyum, foto dirinya dan seseorang.

Boo...... Aku sudah mengenalmu sejak taman kanak-kanak, bahkan kita selalu bersama, dan hal itu juga yang membuat kita menjalin hubungan, tapi aku tidak tahu apa yang menjadi alasanmu untuk memutuskan hubungan kita.

Sejak hari itu, kau pergi begitu saja dan aku tidak pernah lagi mendengar kabar darimu. Aku mencoba melupakanmu dan memulai hidup baru, aku berkenalan dengan seorang wanita dan memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengannya, bahkan sudah bertunangan dan akan menikah. Tapi tiba-tiba dia membatalkan semuanya, aku masih mengingat dengan jelas kata-kata yang dia ucapkan sebelum meninggalkanku.

Aku tidak ingin menikah dan hidup dengan pria yang memiliki hubungan dengan pria lain.

Entah dari mana dia mengetahui hubunganku denganmu dulu, tapi setelah itu dia terlihat membenciku dan yang kutahu saat ini dia sudah menikah. Jika dipikir lagi, aku memang terlihat sangat menyedihkan.

"Yunho!"

Terdengar teriakan keras yang mengejutkan pria bermata rubah itu dan membuatnya kembali ke alam sadarnya.

"Ini sudah hampir siang dan kau masih saja tidur, jangan karena ini hari minggu kau bisa seenaknya berbaring di ranjang sepanjang hari. Kenapa tidak kau habiskan waktu berkencan dengan pacarmu!"

Suara itu kembali terdengar, membuat Yunho —pria bermata rubah— menatap kesal pintu kamarnya, tempat ada suara itu datang, lebih tepatnya pada seseorang yang sedang berdiri di balik pintu itu.

"Dasar nenek tua" gumamnya kesal, dia mengenali suara itu, suara ibunya sendiri.

Dengan sedikit malas, Yunho turun dari ranjang dan berjalan pelan ke arah pintu. Satu persatu kakinya menapaki anak tangga yang membawanya turun menuju lantai dasar rumahnya.

Dan inilah aku sekarang, membayar cicilan rumah selama lima belas tahun dengan gaji yang kudapat setiap bulannya dari perusahaan tempatku bekerja. Aku memang hanya karyawan biasa, tapi setidaknya gajiku masih bisa untuk makan dan membayar cicilan rumah.

"Pagi eomma, mana sarapanku?" tanya Yunho pada wanita yang sebelumnya dia sebut nenek tua.

Wanita yang dipanggil eomma oleh Yunho, menatapnya dengan tatapan tajam, "Ini sudah jam sebelas dan masih kau bilang pagi? Apa kau habis mabuk? Kau bahkan tidak sadar jika kita kedatangan tamu, dan aku yakin kau pasti tidak ingat padanya, padahal kalian berdua selalu bermain bersama sejak kecil"

Dengan cepat nyonya Jung membalikan tubuhnya dan memasang senyum di wajahnya, dia tersenyum pada seseorang yang sedang berdiri di pintu. "Aku minta maaf, anak bodoh ini baru saja bangun tidur. Masuklah dulu, aku akan membuatkan teh untuk kalian"

Sensitive ParnographTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang